.?.

1.8K 214 7
                                        


Mereka berkata seorang yang sangat kejam sekaligus menyedihkan, mereka hanya melihatku dari sudut pandang mereka. Mereka mencemoohku namun aku harus tetap tersenyum, bagaimanapun aku tidak ingin terlihat lemah bagi mereka.

Aku membenci adikku dan sahabatnya, aku tidak tahu kalau adikku mencintai kekasihku.

Mereka bilang itu tidak sengaja, namun aku tahu kalau sahabat adikku sekaligus adik kekasihku tidak pernah menyukaiku. Tapi mengapa harus adikku, tidak bisakah orang lain, semua orang beranggapan kalau adikku adalah korban lalu aku apa?

Mereka bilang aku harus merelakan untuk adikku, adik bahkan sebencinya aku padanya masih ada sedikit rasa kasian bagiku.

Bohong adikku bukanlah korban , bagaimana seorang korban tersenyum bahagia disamping kekasihku tidak aku rasa suaminya mulai detik itu.

2 tahun bukanlah waktu yang sebentar sampai semua berakhir hanya semalam, adikku hamil anak dari kekasihku yaitu Kang Daniel.

Dia berkata kepadaku, dia akan menceraikan adikku setelah anak itu lahir dan kalian tahu aku tidak percaya dengan itu. tapi yang keluar dari mulutku tidak sesuai dengan otakku, aku mengatakan akan menunggu.

"kak aku mencintainya, tolong relakan agar kami hidup bahagia" ucap adikku setelah acara resepsi pernikahan telah selesai

"tidak, aku tidak mau. Aku mencintainya" ucapku tersenyum, terlihat dia mulai mengangis rasanya bahagia sekali melihatnya menangis

"apa kakak tega memisahkan kami dan anak ini" ucap adikku

Tega siapa yang lebih tega disini, kamu pikir aku bodoh. Kamu dan sahabat sialanmu sudah merencanakan semuanya

"aku tidak peduli" ucapku berlalu meninggalkan mereka.

Aku berjalan menuju balkon hotel, air mataku mengalir tanpa tahu diri

"Joy" ucap seseorang yang aku kenali, aku menoleh dan menatapnya.

Dia mendekat dan memelukku

"maafkan aku sayang, aku berjanji akan kembali kepadamu setelah anak itu lahir" ucapnya, aku membalas pelukannya dan retina mataku melihat adikku Yeri menatap kami. Aku melepas pelukan itu, berjinjit dan menciumnya.

Dia membalas ciumanku, aku menatap Yeri dan terlihat perempuan itu menangis

Kamu lihat adikku sayang, dia membalas ciumanku dan mencintaiku

Tapi

Tidak tahu sampai kapan?

.

Plak

"Daniel itu suami Yeri, bagaimana kamu bisa berciuman dengan dia. Hah? Kamu benar-benar tidak punya otak" ucap ibuku dan aku tersenyum dan pergi meninggalkan ibuku yang masih berceloteh ria.

"dasar anak kurang ajar" teriak ibuku

.

"sayang, kamu tidak akan menjauhiku bukan" ucap Daniel memegang tanganku

"tidak" ucapku tersenyum kepadanya, membuatnya bernafas lega

"terima kasih, aku mencintaimu" ucapnya mengecup keningku

.

Beberapa bulan yang lalu aku bisa tersenyum penuh kemenangan tapi semua berputar. Yeri tersenyum gembira dengan perut yang membesar dengan Daniel yang mengelus perutnya penuh dengan sayang.

Mata itu tidak bisa berbohong, Daniel berkata mencintaiku tapi itu hanya dimulut saja. Aku menghirup nafasku dalam-dalam, dan tetap tersenyum

"kamu lihat mereka sudah bahagia, jangan ganggu mereka " ucap ibuku menepuk bahuku

THE JOYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang