03-Detergen Anti Noda

10K 415 38
                                        

"Aaaaakkkhhhmmmppph!"

Garin membekap mulut Reya dengan kedua tangannya. Bisa-bisanya gadis itu berteriak nyaring di pagi hari seperti ini.

Reya meronta. Berusaha melepaskan tangan Garin dari mulutnya. Ia memukul dada Garin sekuat tenaga, membuat Garin meringis dan akhirnya berhasil membuat Garin melepas tangannya.

"Ganas banget, sih! Untung gak gue ci--"

Plakkk!

Pagi ini, Reya kembali mendaratkan telapak tangannya ke wajah Garin. Reya sangat malu sekaligus marah jika mengingat Garin yang entah berapa kali mencium bibirnya. Bibir. Bayangkan itu!

"Brengsek, lo! Dasar cowok mesum!!!!" Reya berteriak histeris, lalu turun dari ranjang dan berlari masuk ke kamar mandi.

Reya menatap sekeliling kamar mandi, namun tidak menemukan apa yang ia cari. Gadis itu berdecak, lalu kembali keluar terburu-buru mencari sesuatu di dalam tasnya dan akhirnya ketemu. Detergen Anti Noda. Sesuai janjinya, Reya akan membersihkan bibirnya dengan detergen itu. Peduli setan rasanya seperti apa, yang penting bibirnya bersih dari bibir yang telah menodainya semalam.

"Gue udah gak suci. Bibir gue ternodai. Ya, ampun. Bibir gue udah gak perawan lagi. Gue gak suci. Bibir gue ternodai...." Reya selalu menyebut kata seperti itu berulang kali. Melakukan reffers di dalam kamar mandi.

Sementara Garin hanya mengelus pipinya yang sedikit memerah seraya mengamati pergerakan istrinya yang tak tau apa yang akan dilakukannya dengan sabun detergen itu. Garin turun dari ranjang, melangkah mendekati pintu kamar mandi yang terbuka.

Garin bisa mendengar jelas apa yang diucapkan gadis itu di dalam kamar mandi, terdengar seperti menyanyikan sebuah lagu? Bukan. Bukan itu yang Garin pikirkan. Garin lebih tertarik dengan aktivitas gadis itu sekarang.

Reya mencuci mulutnya yang berbusa. Mata Garin membulat melihat Reya menuang bubuk detergen anti noda itu ke dalam gayung, lalu mengusapkannya ke mulut. Garin nyaris tidak berkedip melihatnya.

Garin memegangi bibirnya sendiri. Apa bibirnya begitu kotor? Apa bibirnya terdapat banyak bakteri? Begini-gini, bibir Garin masih suci, loh. Tidak pernah menjepit batang nikotin dan juga tidak pernah melabuhkan ciuman ke sembarang orang. Hanya Reya seorang yang sangat beruntung semalam karena berhasil mendapatkan ciumannya. Bukannya bersyukur, gadis itu malah menyabuni bibirnya dengan detergen.

Tentu, Garin merasa amat sangat tersinggung.

Garin menggertakkan giginya. Ia merasa sangat tersinggung. Garin melangkah cepat dan langsung melempar jauh detergen itu, gayung berisi detergen juga ia hempaskan.

Tidak peduli keterkejutan Reya. Garin melemparkan tatapan tajamnya ke mata Reya. Menusuk mata itu, tidak mengijinkannya berkedip.

Reya mundur. Merasa takut melihat tatapan Garin. Ingin rasanya ia berlari keluar dan bersembunyi sekarang.

"Lo-lo ke-kenapa liatin gue kayak gitu? Gue takut tau!" kata Reya terbata-bata. Begitu jujur dengan apa yang ia rasakan.

Reya masih melangkah mundur. Ia bersembunyi di balik pintu kamar mandi dan bersandar di tembok. Sekali-kali Reya mengintip takut di balik pintu itu dan melihat Garin masih menatapnya tajam. Reya memejamkan matanya.

Namun, beberapa detik kemudian Reya kembali membuka matanya setelah mendengar Garin bersuara.

"Mulut lo masih ada busanya. Cuci sampai bersih! Gue gak mau ngerasain detergen di mulut gue!" Garin beranjak dari sana dan menutup pintu kamar mandi tersebut.

Reya memutar otaknya, mencari makna yang terselubung dari kalimat terakhir Garin. Tidak ingin merasakan detergen di mulutnya?

Itu artinya. Garin akan....

Perfect Two✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang