SEBELAS

5.1K 639 17
                                        


Sakura memandang Sasuke dengan takut. Sedangkan Sasuke hanya menatapnya datar. Memasukan satu persatu suapan dari bekalnya ke dalam mulut. Tanpa suara yang keluar dari Sasuke.

Karena setelah Sakura mengucapkan hal memalukan itu, Sasuke tidak berbicara padanya. Semua anak tertawa di dalam kelas. Tertawa akan perasaan Sakura. Tertawa akan Sasuke. Sakura telah memperlakukan Sasuke. Sakura telah mempermalukan calon suaminya.

Jadilah Sakura duduk di hadapan Sasuke sambil berusaha membaikan keadaan mereka.
"Maaf.", Cicitnya.

Air mata Sakura turun perlahan menyusuri pipi gendutnya yang memerah. Bibirnya tertekuk. Sedangkan bekalnya terbuka dan rintikan air mata jatuh satu persatu di dalam kotak bekal membasahi bekalnya. Sakura menangis dalam diam.

Sasuke menarik napas pelan. Mengarahkan suapan makanannya pada Sakura. Beberapa anak yang melihat mereka saling berbisik.

Sakura terdiam. Ia membuka mulutnya dan Sasuke menyuapinya makanan miliknya.

"Lupakan saja.", Sasuke kembali meletakkan sumpitnya. Menutup bekal Sakura, lalu mengarahkan bekalnya diantara ia dan Sakura.

"Makanlah. Jangan kau pikir lagi."

Sasuke meminum airnya lalu menatap Sakura yang tersenyum penuh sumringah memakan bekal milik Sasuke.

"Aku ke toilet sebentar.", Sasuke berdiri meninggalkan Sakura yang bersemangat memakan bekal Sasuke. Sasuke menepuk pelan kepala Sasuke sebelum pergi.

...

Sasuke baru saja keluar dari kelas dan ia melihat bocah pirang yang tidak bisa berhenti untuk bicara ataupun bergerak menuju kearahnya.

"Apa Sakura adalah istrimu?", Tanyanya.

"Apa kau gila?", Sasuke tidak mengerti bagaimana otak bocah pirang itu berjalan. Mana ada anak 7 tahun yang sudah menjadi sepasang suami istri?

"Kalau begitu apa kau menyukai Sakura-chan?"tanya Naruto. Sasuke kembali menautkan alisnya dalam. Apa sebenarnya tujuan bocah Uzumaki ini sekolah sebenarnya?

Naruto kemudian tersenyum lebar, "Sungguh? Kau tidak menyukainya kan?"

"Memangnya kenapa?"Tanya Sasuke.

Naruto tertawa dan hal itu yang membuat Sasuke ingin sekali meninju bocah itu.
"Aku hanya ingin memastikan. Bahwa aku bisa menjadi suami Sakura di masa depan!"

Sasuke mematung.

Apa sebenarnya tujuan bocah ini sekolah?

"Terserah kau saja. Idiot."

Sasuke kembali melangkah menuju toilet.

FALLINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang