Kenapa langkah kakiku seolah menuntunku mendekat kepadanya. Padahal aku tahu, tak mudah untuk membuatnya menoleh kepadaku.
~ Ara Deandra Khanza ~
Bruk!
Ara menatap orang yang menahan tubuhnya, sehingga dia tidak jatuh tersungkur ke lantai. Dia tak tahu kenapa Orion selalu menyakitinya, padahal dia hanya ingin meminta maaf dan menjelaskan semua masalah yang menyebabkan orang-orang menggosipkan mereka.
"Kak Aries...." kata Ara menatap Aries.
Aries yang masih menahan tubuh Ara, menatap tajam ke arah Orion yang terlihat tak mempedulikan kondisi Ara yang baru saja dia dorong. Aries tahu, Orion memang terlihat kejam namun dia tak menyangka bila Orion sampai tak punya hati seperti sekarang.
"Lo gila ya, Rion! Lo nggak sadar, dia cewek! Kenapa lo selalu kasar sama dia!" kata Aries meninggikan suaranya menatap Orion yang terlihat santai di hadapannya.
Orion yang malas berdebat dengan Aries, pergi meninggalkan Aries yang masih dalam keadaan emosi kepadanya. Dia tahu, bila terus berada di sana maka dia akan memperpanjang masalah dengan Aries yang tak pernah akur dengan dirinya.
Aries semakin kesal dengan sikap acuh Orion yang terkesan tak mempedulikannya, dia tahu Orion sengaja menghindarinya.
"Kebiasaan tuh anak, kalau gue udah emosi dia malah pergi gitu aja," gerutu Aries menatap kepergian Orion yang masuk ke kelas.
Ara hanya bisa menatap kepergian Orion, walaupun dia masih ingin menjelaskan semua kejadian yang menjadi kesalah pahaman di antara mereka. Dia tersenyum kepada Aries, yang selalu menolongnya di saat yang tepat.
"Makasih Kak, ini udah kesekian kalinya Kakak nolongin aku, sekali aku ucapin terima kasih," kata Ara.
Aries tersenyum kepada Ara, yang entah kenapa selalu bisa membuatnya ingin selalu berada di samping Ara. Dia tahu, dia baru saja mengenal Ara tapi hatinya merasakan ada sesuatu yang membuat mulai terpikat kepada Ara.
"Ya udah Kak, bel udah bunyi. Aku harus ke kelas," Ara pamit kepada Aries yang masih tersenyum saat menatapnya.
***
Jam istirahat, tanpa sengaja Ara yang baru saja keluar dari perpustakaan. Tak sengaja melihat keributan di kelas XI IPA 1, dia melihat Orion yang sedang membela teman wanitanya yang di tarik paksa oleh kakak kelasnya yang dia tahu bernama Esther. Ya, Ara tahu Esther memang salah satu spesies pemuda berdarah dingin yang akan melakukan apa saja asal kemauannya tercapai, termasuk melakukan paksaan kepada Aquila – Yang sekarang menjadi asisten pribadinya. Entah kenapa hati Ara merasa sakit seperti iri melihat Orion membela gadis itu, karena sepengetahuannya Orion tak pernah bersikap baik kepada teman wanitanya. Bahkan, Orion selalu menatapnya tajam seperti ingin memangsanya bila dia berhadapan dengan Orion. Apakah gadis yang bernama Aquila itu istimewa untuk Orion?
Kak Orion belain Kak Aquila sampai segitunya? Sama aku aja dia sinis banget, batin Ara melihat Orion yang membela Aquila.
Ara yang tak mau larut melihat kejadian itu, lalu pergi setelah melihat Orion sempat menatapnya.
Ara duduk di bangku yang berada di bawah pohon rindang yang dekat dengan parkiran, dia terdiam sambil menikmati semilir angin yang bisa membuatnya tenang. Dia mengambil handphone dan hansfree yang ada di saku seragamnya. Dengan mendengarkan sebuah lagu saja, bisa membuat hatinya lebih tenang .
Sambil mengunyah sebuah permen karet yang menjadi teman di masa gelisah, dia selalu nyaman berada di situasi yang tenang seperti di bawah pohon yang cukup rindang walaupun orang-orang menganggapnya seperti orang aneh. Dia mengangguk-angguk sambil mendengarkan musik yang ada di handphonenya, sampai dia tak sadar ada seseorang yang sudah duduk di sampingnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ORION [COMPLETED]
Novela Juvenil(Up Rabu & Sabtu) Tak semudah itu melupakan orang yang kita cintai, sesakit ini kah bila kita di tinggalkan oleh orang yang sangat kita cinta. Mungkin ini sudah jalan cintaku tapi kenapa hatiku merasa sangat sakit dengan kepergiannya yang tak ku san...
![ORION [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/145087274-64-k169053.jpg)