Kenapa mataku tak pernah bisa berpaling, seolah aku ingin selalu memperhatikannya.
~ Ara Deandra Khanza ~
Ara menuruti apa yang Orion perintahkan, ia mulai membersihkan toilet itu walaupun jujur ia ingin menolak.
Andai yang nyuruh bukan Kak Orion, pasti aku akan menolaknya mentah-mentah. Tapi, aku sekarang harus bisa mendapat maaf dari cowok itu. Batin Ara memerhatikan Orion yang masih mengawasinya.
Dia terus melakukan pekerjaan yang harus dilakukan oleh cleaning service, namun mau tidak mau dia melakukannya agar semua masalahnya dengan Orion cepat selesai. Karena, dia tahu berurusan dengan cowok itu akan panjang mengingat sikap mereka sangat berbeda.
Sudah cukup lelah, dia mencoba mengelap keringat yang sudah mulai keluar di keningnya. Namun, dia harus berusaha terus menyelesaikan permintaan cowok yang sangat menyebalkan.
"Lo cape? Lo mau minum?" kata Orion melihat ke arah Ara.
Ara menoleh, dia mengangguk karena dia memang merasa lelah dan haus seperti apa yang cowok itu katakan.
"Jangan harap gue akan kasian lihat lo yang berusaha menunjukan rasa lelah lo itu! Gue nggak akan tertipu!" kata Orion.
"Cepat bersihkan, nggak pakai lama!" kata Orion menatap tajam Ara.
Ara sangat kesal dengan sikap Orion yang sangat terkesan tak mempunyai hati, ingin rasanya dia ingin melempar alat pel yang ada ditangannya ke wajah Orion yang datar tak pernah tersenyum.
Orion yang melihat gadis itu memerhatikannya, ia melotot memperingatkan gadis itu agar melanjutkan pekerjaannya membersihkan toilet sesuai perintahnya.
"Apa lo lihat-lihat! Bersihin aja jangan lihatin gue!" kata Orion.
Diam-diam Ara mendengkus kesal, dia sudah tak tahan lagi, ia akhirnya mendekati Orion yang masih memerhatikannya.
"Sudah cukup, Kak! Kakak nggak ada maksud buat maafin aku kan? Kakak sengaja mau nyiksa aku! Jadi cowok kok ngeselin banget sih! Cukup kak, aku nggak mau lagi bersihin toilet ini!" Ara mengeluarkan emosinya yang sudah tidak bisa ia tahan sejak tadi.
Orion tersenyum sinis melihat sikap Ara, dia memang berniat mengerjai gadis itu. Dan, dia berhasil membuat gadis itu marah kepadanya, namun itu tak masalah baginya karena itulah tujuannya agar gadis itu tak mengganggunya lagi.
Ara yang kesal mencoba pergi meninggalkan Orion, namun tanpa diduga saat dia hendak melangkah dia terpeleset. Dengan sigap, Orion menangkap tubuh Ara hingga akhirnya gadis itu tak terjatuh ke lantai, mereka saling tatap karena kejadian itu. Namun, secepat kilat Orion melepaskan gadis itu karena dia tak nyaman dengan posisi mereka saat ini.
"Lain kali, jalan pakai mata!" kata Orion menatap Ara yang masih diam.
Ara yang mendengar perkataan Orion semakin kesal, baru saja dia ingin mengucapkan terima kasih namun cowok itu sudah membuatnya berubah pikiran. Dia pergi begitu saja meninggalkan Orion, dia tak mau berlama-lama bersama Orion yang bisa membuatnya semakin kesal.
###
Sesampai di kelas, Ara langsung duduk dibangku dengan suasana hati yang buruk karena dia harus menuruti perintah Orion.
"Ra, lo dari mana sih? Kok muka lo ditekuk gitu?" kata Beby melihat Ara yang terlihat tak baik.
"Kayaknya lo habis kena masalah lagi ya? Atau lo...." kata Cherry mencoba menebak apa yang telah pada sahabatnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ORION [COMPLETED]
Ficção Adolescente(Up Rabu & Sabtu) Tak semudah itu melupakan orang yang kita cintai, sesakit ini kah bila kita di tinggalkan oleh orang yang sangat kita cinta. Mungkin ini sudah jalan cintaku tapi kenapa hatiku merasa sangat sakit dengan kepergiannya yang tak ku san...
![ORION [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/145087274-64-k169053.jpg)