56. Kalung Spesial

1.2K 72 58
                                        


Kalung itu adalah kalung spesial gue. Kalung yang menandakan hati gue udah kebuka sama dia. Gue harap dia bisa jaga kalung itu sesuai perasaannya ke gue. Karena, hatinya tahu kemana akan menentukan pilihan.
~ Orion Angkasa Putra ~

****

“Sebentar lagi sekolah kita ngadain pesta Prom Night ada yang punya ide buat acara itu, nggak?” ucap Orion sembari menatap semua anggota OSIS.

Semua orang yang ada di sana saling tatap, mereka tidak memiliki ide apapun untuk acara sebesar itu. Mereka memang sedang disibukkan dengan kegiatan ujian kenaikan kelasnya.

“Kita nggak ada ide, Kak.”

“Kalian tuh kerjaannya ngapain, sih? Saya tahu kalian sibuk belajar tapi setidaknya kalian harus tanggung jawab. Kalian ‘kan anggota OSIS!” kata Orion mulai memunculkan aura dingin dan tegasnya di depan anggota OSIS.

Suasana masih saja sepi, tak ada peningkatan. Mereka masih saja tidak mengeluarkan ide apapun, membuat Orion mendengkus sebal. Namun, dia harus bersikap setegas dan sesopan mungkin untuk memimpin OSIS itu. Dia tak mau bila ada yang menganggapnya kejam.

“Oke, Saya ada ide. Dan, Saya harap kalian semua nggak keberatan sama ide dari Saya ini, ya. Kalau ada yang nggak setuju langsung aja bilang, jangan dipendam,” kata Orion.

“Silakan, Kak.”

“Gimana kalau tema prom night-nya pesta dansa, terus nanti tiap anak dari rumah udah pake topeng,” kata Orion.

Semua anggota OSIS hening. Mereka berusaha mencerna kalimat yang ketua OSIS ucapkan. “Atau ada ide lainnya?”

Tiba-tiba ada yang mengangkat tangan, Orion memandang orang itu yang sedikit familiar untuknya.

“Kak Orion pasti sengaja kasih ide buat itu? Biar Kakak bisa modus dansa sama Ara, kan?” kata Fely – adik kelas Orion sekaligus adik dari Auris.

Orion yang mendengar perkataan itu rasanya ingin memukul kepala adik kelasnya itu. Namun, dia tak mungkin melakukannya. Dia tak mau membuat citra buruk sebagai ketua OSIS.  “Sori, ya. Saya bukan tipe yang memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi, buat lo yang di sana? Lain kali tolong jaga ucapan lo!”

“Dan satu lagi, Saya tidak akan datang ke acara itu karena ada urusan keluarga,” kata Orion tegas.

Gadis itu hanya tersenyum. Dia memang sengaja memancing emosi Kakak kelasnya itu yang terkenal dingin. “Ya siapa tahu, kan? Kan lumayan, Kak. Mumpung Ara lagi amnesia dan Kak Mars juga lagi sibuk sama persiapan  pertandingan futsal,” Tawa gadis itu membuat Orion semakin kesal mendengar perkataan gadis itu yang terlihat seperti menggoda dan memojokannya.

“Keluar sekarang!” ucap Orion tegas mengusir Fely.

Dengan terpaksa Fely keluar dari ruang rapat, namun sebelum dia benar-benar keluar dia masih tetap tersenyum meledek ke arah Orion.

Bocah gila!

Ruang rapat OSIS semakin sunyi. “Sori.... atas ketidaknyamanan kejadian tadi,” kata Orion menggantung, “Selain itu, kalian bisa datang ke acara itu sendiri dari rumah. Nanti setelah sampai di sekolah, kalian akan mengisi daftar hadir dan diberi bunga mawar satu tangkai. Bunga itu kalian berikan kepada orang yang akan kalian ajak dansa. Adakah yang masih bingung dengan penjelasan, Saya?”

Semua menggeleng. Mereka menyetujui ide dari ketua OSIS yang memang sangat pintar. Dan, mempunya banyak brilian. Walaupun, sifatnya sedingin es di kutub utara.

****

Jam istirahat dimulai. Orion sekarang duduk di pojok perpustakaan sembari membaca buku dan mendengarkan musik. Tanpa sengaja pandangannya, menemukan sosok yang sekarang sudah mengisi relung hatinya. Senyum merekah dari bibir cowok itu, dengan refleks dia berdiri. Ia melihat gadis itu terlihat sedang kesusahan mengambil sebuah buku di salah satu rak yang ada di sana.

ORION [COMPLETED] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang