14. Cinta dan Luka

1.7K 106 110
                                        

"Aku mencintaimu tulus, aku harap kamu merasakannya juga. Kamu adalah penyemangat hidupku selain keluargaku, maaf kalau aku menjadi beban dalam hidupmu."

~ Sagitta Anastasya ~






Malam hari, Orion berbaring di ranjangnya. Dia menatap langit-langit kamarnya, dia selalu merasa kesepian karena setiap hari orangtuanya bekerja sampai malam seperti tidak ingat bila mereka mempunyai anak. Dia sedih saat mengingat dulu waktu dia masih kecil, dia selalu bisa tersenyum saat bisa menghabiskan waktu sebelum tidur dengan dibacakan sebuah dongeng oleh Mamanya.

"Semua sudah berubah, tidak seperti dulu lagi. Tapi, gue nggak mau terus larut dalam situasi seperti ini. Karena gue yakin bisa melawan rasa sepiku ini dengan caraku sendiri, semua memang tidak akan berjalan mudah namun gue akan berusaha." Orion mengingat masa kecilnya saat masih bisa merasakan bahagia tersenyum didampingi orangtuanya.

Orion teringat dengan kotak paket, yang dikirim oleh seseorang misterius yang beberapa bulan ini mengiriminya pesan sebuah ancaman. Dia langsung mengambil paket itu, dia langsung membuka paket itu, betapa kagetnya saat dia menemukan beberapa barang yang dia kenal.

"Ini kan barang-barang milik Gitta, kenapa orang itu bisa punya barang milik Gitta." Orion menyentuh benda itu lalu memerhatikan dengan seksama.

Baju, gelang dan beberapa barang-barang milik Sagitta berada dalam kotak paket itu. Orion tidak tahu kenapa peneror itu bisa semua itu, karena yang dia tahu barang itu merupakan barang pribadi milik Sagitta yang pernah dia berikan dulu kepada Sagitta. Di dalam kotak itu, terdapat sebuah surat yang ditujukan untuk Orion, dia yang penasaran langsung membuka dan membaca surat itu.

Lo ingat sama semua ini, Rion. Pasti lo nggak akan lupa kan? Karena itu merupakan pemberian lo buat pacar lo, dia meninggal karena lo! Hidup lo nggak akan tenang, Orion Angkasa Putra!

Orion mengingat disaat kekasih ketika akan meninggalkannya untuk selamanya, dia merasa bersalah karena tak mau mendengarkan penjelasan Sagitta yang menyebabkannya salah paham kepada kekasihnya itu.

"Rion, maafin aku. Kamu harus tahu, kalau aku sama Aries nggak pernah ada hubungan apapun bahkan aku tak pernah memberi harapan kepadanya. Aku hanya ingin bersahabat dengan Aries yang merupakan sahabat dekat kamu, Aries orang yang baik. Dia nggak berniat menghianati persahabatan kalian." Sagitta dalam keadaan lemah terbaring di ranjang rumah sakit mencoba menjelaskan akar permasalahannya dengan Orion.

Namun, Orion tak begitu mempedulikan perkataan Sagitta, karena dia masih menganggap kekasihnya itu menghianati cintanya dengan berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.

"Aku nggak peduli, kamu tetap saja membelanya. Padahal aku pacar kamu, kenapa kamu malah membelanya, Gitt?" Orion menatap Sagitta dengan tatapan emosi, dia tak mau membahas masalahnya itu.

"Rion, aku tak membela Aries tapi memang kami tak mempunyai hubungan khusus. Kamu harus percaya sama aku, aku cuma sayang dan cinta sama kamu. Aku mencintaimu melebihi apapun, seperti aku jatuh cinta kepada musik." Sagitta terus berusaha berbicara agar Orion memahami apa yang dia rasakan.

Sayang, Orion sudah terlanjur sakit hati melihat kebersamaan kekasihnya itu dengan sahabatnya sendiri. Awalnya dia tak menyangka bila sahabatnya, bisa menikungnya tapi bukti sudah menunjukan bila Aries memang mencintai Sagitta.

"Rion, aku cuma mau kamu tahu yang sebenar-benarnya. Kamu cuma salah paham sama kedekatan aku sama Aries, tapi kalau kamu tak mau memaafkanku atau Aries. Aku takkan memaksa, aku ingin kamu selalu bahagia walaupun mungkin nanti aku tak bisa berada disisimu lagi, aku sudah tidak tahan, Rion. Mungkin aku akan segera pergi, jaga diri kamu baik-baik, jangan menutup hatimu untuk orang lain." Sagitta menatap Orion dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan sekarang sudah mengeluarkan air mata.

ORION [COMPLETED] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang