Bagian Sembilan

9.9K 1.1K 66
                                        

Sesuai janjinya, Heeko menunggu Taehyung ditempat sama. Ia berharap besar pada Taehyung, saat ini Taehyung adalah juru kunci hidupnya.

Pintu apartemen bergerak. Menandakan seseorang akan segera keluar dari dalam.

Memang adanya, Taehyung keluar dari dalam apartemen. Mengamati Heeko masih di posisi yang sama persis satu jam yang lalu.

Heeko berdiri sembari mendongak. Sebab Taehyung jauh lebih tinggi darinya.

"Bagaimana Tae?, apa zombie itu mau mengganti uangku?" Heeko menunggu jawaban dari Taehyung. Berharap jawabannya sesuai dengan ekspetasinya.

Tanpa repot berucap, sorot mata Taehyung sudah menjelaskan semuanya. Heeko menyimpulkan sendiri. pernyataan di sampaikan Taehyung nantinya tidak sesuai dengan yang di harapkan.

"Bagaimana Tae? Apa zombie itu bersedia mengganti uangku?" Heeko bertanya datar. Mengusir kemungkinan terburuk setelahmya.

Taehyung memindai sang gadis di hadapannya dengan tatapan prihatin.

"Sementara tinggalah disini" Taehyung meraih pundak Heeko memantapkan agar ia bersedia menerima gagasannya.

"Apa?"

"Itu akhir kesimpulannya Heeko"

"Aku tidak mau"

"Kak Yoongi tidak punya uang untuk menggantinya"

"Tapi aku tidak bisa tinggal dengan pria menakutkan seperti dia. Ia lebih menyeramkan dari zombie" curahan hati Heeko sempat tertahan kini keluar begitu saja pada Taehyung. Bermaksud agar pria itu paham dirasakannya saat ini.

"Lalu bagaimana dengannya? Apa ia menerimaku tinggal disini?" Sambungnya.

Taehyung mengangguk mantap sebagai jawaban jika Yoongi bersedia menampung dirinya.

"Bagaimana kalau ia melakukan hal lebih mengerikan dari ini?"

"Akan ku pastikan tidak akan terjadi lagi"

¤¤¤

Antara takut dan ingin masuk Heeko dirundung ragu. Kim Taehyung, ia sudah pergi dua jam lalu. Meninggalkan Heeko sendirian didepan pintu. Heeko belum masuk ke ruangan itu. bahkan belum berniat sama sekali. Akan tetapi mau tidak mau ia harus menetap disana. Setidaknya sampai uangnya terkumpul untuk bisa membeli apartemen baru. Itu yang dikatakan Taehyung padanya.

Jam sudah menunjukan pukul empat pagi. Heeko ragu untuk masuk. Namun tubuhnya sudah protes untuk beraktivitas lagi. Dengan penuh paksaan Heeko memasuki apartemen.

Gelap, apartemen sangat gelap. sepertinya Yoongi sudah terlelap. Memanfaatkan remang-remang cahaya dari jendela. Heeko beranjak menuju kamar untuk beristrirahat. Kamar itu terkunci. Sepertinya Yoongi tertidur disana. Heeko mengetuk pintu perlahan.

Belum ada sahutan sama sekali. Sepuluh menit terlewat Heeko masih setia di posisi sama. Akhirnya pintu kamar itu terbuka agak kasar.

Yoongi membuka pintu setengah. Sebelah tubuhnya bersembunyi di belakang pintu. Yoongi menatap Heeko dengan sorot sedingin kutub.

"Maaf Min Yoongi ini kamarku. Bisa kamu keluar" Heeko tidak mengindahkan tatapan pembunuh milik Yoongi. Saat ini otak sudah tidak dapat lagi sinkron dengan tubuh. pikiran Heeko hanyalah bagaimana cara agar ia bisa merebahkan tubuhnya untuk waktu yang tersisa.

"Tidak" cetus Yoongi menjawab cepat tanpa perlu berpikir panjang. Yoongi bersiap menutup pintu kamarnya kembali. Dengan gesit Heeko meletakan kakinya di antara pintu. Sebagai penghalang agar tidak tertutup. Heeko meringgis.

BOY MEETS EVIL || Min YoongiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang