Sosok wanita muncul dari balik pintu, mengenakan dress bermotif bunga dengan surai dibiarkan terurai panjang berwarna coklat kemerah-merahan menatap Heeko dengan sorot angkuh.
"Ada apa?" Tanya gadis itu dingin.
"Apa Min Yoongi tinggal disini?" Heeko tak yakin dengan ucapannya. Sebab perasaanya campir aduk, seperti bibimbab yang siap di makan. Prasangka demi prasangka buruk terus saja memenuhi benaknya.
"Tidak ada namanya Min Yoongi disini. Kalau sudah selesai silakan pergi" wanita itu hendak menutup pintu, dengan gesit Heeko meletakan kakinya di antara pintu agar tidak bisa di tutup.
"Kamu yakin tidak ada?"
"Sudah tiga tahun aku tinggal disini tidak pernah aku mengenal nama yang kau maksud. Jadi singkirkan kakimu atau ku laporkan pada penjaga" dengan terpaksa Heeko menyerah. Gadis pemarah itu membanting pintu agak kencang.
Heeko berjalan gontai begitu memasuki lift, dia menyandarkan tubuhnya sembari menghela panjang. Entah kenapa wanita itu tampak begitu risih dengan keberadaan Heeko seolah dia punya dendam kesumat padanya. Padahal mereka tidak saling kenal sama sekali, pikiran Heeko menjerumus pada sesuatu yang buruk. Apa jangan-jangan ada sesuatu yang sedang di sembunyikannya tentang Yoongi. Entahlah.
¤¤¤
"Hey ibu" Hana melambaikan tepalak tangannya di depan wajah Heeko. Hana menangkap sang ibu menatap kosong keluar jendela besar restoran. Lamunan wanita itu membuyar berganti menjadi sebuah senyum paksaan. Hana hafal betul dengan senyuman palsu sang ibu karena Hana sering melihat senyum itu saat Heeko menyembunyikan masalah yang tidak perlu di ketahui Hana.
"Ibu jangan lagi"
"Maafkan ibu, ibu tidak akan melakukannya lagi"
"Percuma, ibu akan terus melakukannya lagi, lagi dan lagi" Hana menaikan sedikit intonasi bicaranya, bukan bermaksud durhaka, tapi Hana lelah dengan bakat ibunya yang suka melamun. Hana melipat tangannya di dada sembari memalingkan wajahnya. Pipinya mengembung dan bibirnya manyun menandakan kalau Hana sedang merajuk.
Min Hana adalah tipe orang yang akan merajuk lama. Dia tidak akan bicara dengan orang yang bersangkutan sampai menyadari akan kesalahannya. Bahkan bisa berhari-hari. Pernah suatu waktu Hana tidak bicara pada ibunya selama satu minggu karena sang ibu tidak sengaja mengabaikannya. Takut kejadian itu terulang kembali. Heeko berusaha mengalihkan suasana dengan menyuruh Hana mengantri untuk memesan makanan.
"Hana, kamu harus melatih bahasa korea mu agar lebih bagus. Coba pesan dan ikut mengantri disana. Pilih makanan yang kamu suka, jika bingung panggil saja ibu ya"
"Hufft dasar ibu" Hana kemudian bangkit dan berdiri dalam barisan antrian yang tidak terlalu panjang.
Satu persatu para pelanggan menyelesaikan pembayaran mereka dan menunggu pesanan di meja masing-masing. Hana semakin dekat dengan kasir dan membuat penderitaan akibat lama berdiri segera usai, namun tiba-tiba seorang pria dewasa memotong antrian dan berdiri di depan Hana. Merasa ini tidak bisa di biarkan Hana menarik-narik celana pria itu.
"Permisi tuan, anda harus taat peraturan. Silakan mengantri mulai dari belakang"
Merasa ada yang berbicara padanya pria itu mendongak kebelakang. Awalnya dia tidak menemukan sumber suara. Namun Hana terus menarik celana pria itu. Ternyata seorang gadis kecil menatapnya dengan kesal.
"Iya ada apa sayang?" Pria itu berjongkok menyamai tingginya dengan gadis kecil dibalakangnya.
"Anda memotong antrian, silakan mengantri dari belakang" protes Hana.
KAMU SEDANG MEMBACA
BOY MEETS EVIL || Min Yoongi
FanfictionYoo Heeko, gadis keturunan Jepang dan Korea mencoba mencari peruntungan di negeri Ginseng sembari belajar hidup mandiri. Gadis itu baru saja mulai menata hidup barunya. Membeli sebuah apartemen di Kota Seoul. Siapa sangka apartemen yang di beli deng...
