"Sedang apa dia?" Gumam Heeko terus memperhatikan sembari mencari tempat aman untuk bersembunyi, takut jika Yoongi menyadari keberadaanya.
Yoongi berjalan cepat dan gesit. Gerak- geriknya tampak mencurigakan. Heeko terdorong mengikuti kemana pria itu pergi. Di bawah remang-remang rembulan dengan sembunyi-sembunyi Heeko menyusuri gang sempit dan kumuh. Mengikuti kemana lelaki itu melangkah tanpa sepengetahuannya. Atensinya terlalu kuat mencari tahu apa yang di lakukan Yoongi ditempat dan waktu seperti ini.
Lama menyusuri Heeko kehilangan jejak. Pria itu menghilang seolah ditelan kelamnya malam. Kemana Yoongi?
Namun bukan Yoongi yang ditemukan Heeko. Melainkan sosok pria tua berperawakan tinggi kurus mengenakan setelan hitam lengkap dengan mantel yang senada bergerak mencurigakan di sebuah pintu usang diujung gang. Menggapai sesuatu dari saku dalam mantelnya.
Sang pria seperti mengeluarkan beberapa kunci, mencocokan dengan pintu didepannya. Ia tampak tergesa-gesa. Beberapa kali sempat menjatuhkan kunci tersebut. Jika di perhatikan ia seperti ketakutan dan diteror.
Heeko tak sengaja menginjak dedaunan kering. mengeluarkan suara berisik yang hanya bisa di dengar ketika sunyi. Dan sialnya suasana saat itu memanglah sunyi. Pria itu mendengar dan spontan netranya beralih ke sumber suara. Bayangan hitam Heeko tampak di dinding bangunan di tempat sang gadis berada. Sang pria mempercepat aktivitasnya. Bahkan hembusan nafas pria itu terdengar sangat jelas di rungu Heeko. Merasa suasana semakin mencekam dan berbahaya Heeko mundur dan hendak pergi. Namun pinggangnya terlanjur ditarik dari belakang. Tau Heeko akan spontan berteriak pemilik tangan juga membekap mulut sang gadis.
"Diamlah jika kau tak ingin mati" bisik pemilik tangan yang suaranya terdengar familiar di telinga Heeko.
"Min Yoongi" batinnya. Heeko mengangguk. Dan Yoongi pun melepaskan bekapan itu.
Yoongi menarik Heeko menjauh dari sana. Menuju ke tempat cukup dirasa aman, tetapi juga bisa memantau pergerakan pria ujung gang itu. Yoongi memperhatikan pria itu dari balik dinding sebuah bangunan tak jauh dari pria itu berada. Walau gelap Heeko masih bisa melihat kilatan mata tajam milik Yoongi. Layaknya seekor elang hendak menerkam mangsa.
"HEY BERHENTI MENGIKUTIKU SIALAN" pekik pria di ujung gang itu tiba-tiba. Sepertinya pria itu memang menyadari kalau ia sedang diikuti.
"Apa sebenarnya yang mau kau lakukan?" Bisik Heeko bergetar. Tentunya Yoongi tidak menggubris.
Yoongi menggapai sesuatu dari balik mantel hitamnya. Mengeluarkan sebuah Revolver dari sana. Heeko terlonjak ketika benda itu berjarak beberapa senti dari wajahnya. Benda pembunuh yang bukan di arahkan padanya melainkan pada pria di ujung gang. "Seharusnya kau tidak melihat ini Yoo Heeko" bisik Yoongi sembari jemarinya beralih menutup mata Heeko. Tak lama Benda panjang itu mengeluarkan suara keras tiga kali.
Yoongi melepaskan jemarinya dari mata Heeko. Membiarkan Heeko kembali mempergunakan indra penglihatannya. Sang gadis roboh seketika. Dadanya naik turun seolah jantungnya bersiap meloncat keluar dari mulutnya kapan saja. Tubuh Heeko bergetar hebat. Betapa tidak, pria yang ketakutan tadi kini tergeletak bersimbah darah di ujung gang sana. Apa yang terjadi?. Apa yang dilakukan Yoongi pada pria itu?. Kenapa Yoongi membunuh pria itu.
Yoongi menarik Heeko menjauh. Namun gravitasi terlalu kuat untuk membuat Heeko kembali berdiri. Mau tidak mau Yoongi menggendong Heeko dan berjalan cepat menjauh dari sana. Membawa Heeko ke sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari tempat itu.
Emosi Heeko bercampur aduk layaknya sebuah nasi campur. Ia tak habis pikir dengan yang dilihatnya, seolah kejadian yang baru terjadi beberapa menit adalah sebuah ilusi, beberapa kali Heeko mencubit tangannya memastikan jika itu tidak nyata. Tetap saja rasa sakit amat terasa bahkan sudah meninggalkan lebam bekas cubitannya sendiri.
"Aku sidah mengatakan untuk jangan terlalu dekat denganku" lirih pria itu sembari membuka mantel yang di buang ke kursi belakang mobilnya.
"Ke-kenapa kamu membunuh pria itu?"
"Itu sudah pekerjaanku"
"Yoo-Yoongi kamu itu siapa sebenarnya?"
"Akan lebih baik jika Taehyung yang menjawab"
Mobil itu melaju kencang membawa mereka ke tepi sungai.
Heeko menghambur keluar. Berpegangan pada pagar pembatas sungai. membiarkan paru-parunya menghirup udara segar. Sebab selama di dalam mobil ia lupa bagaimana cara bernafas dengan benar.
Yoongi turun dan hendak mendekat. Namun Heeko beringsut saat Yoongi semakin mendekat. Pria itu tersenyum dingin. Ia sudah menebak Heeko akan melihatnya seperti itu.
"Aku percaya kau bisa tutup mulut, atau mungkin kau bisa berakhir seperti lelaki tadi" lirih Yoongi sebelum ia kembali masuk ke mobil meninggalkan Heeko yang masih sesak.
Heeko tidak bisa berpikir rasional. Perihal Yoongi yang membuat tubuhnya tak berhenti bergetar. Pria yang berusaha ia lihat dari sisi postif ternyata adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Membunuh tanpa rasa menyesal sama sekali. Ia bahkan masih bisa tersenyum setelah menghabisi nyawa seseorang. Terbuat dari apa hati pria itu?
Pikiran Heeko semakin tak karuan ketika tak tahu kemana alamat diri ini hendak dibawa. Apa yang harus ia lakukan? Untuk kembali pulang tidaklah mungkin. Kembali ke apartemen Haruna? Hanya akan memperkeruh keadaan. Taehyung? Heeko tak berani. Siapa tahu ia adalah pria yang sama.
Kaki Heeko goyah, tubuhnya roboh seketika. Sebab tak mampu menopang diri yang lebih ringan dari kapas. Heeko terisak. Ketakutan menggerogoti jiwanya layaknya sebuah penyakit yang membunuh secara perlahan.
"Apa yang harus ku lakukan" lirihnya. Ia merebahkan kepalanya di pagar pembatas. Memejamkan mata berusaha membuat dirinya setenang mungkin walau sulit.
Malam semakin larut. Semilir angin musim gugur menyapu kota Seoul semakin membuat suasana semakin dingin. Namun tak berlaku untuk Heeko. Sang gadis kini sudah lebih tenang. Walau tak setenang menghadapi Yoongi di apartemen. Jantungnya sudah berada di ritme yang seharusnya. Nafasnya kembali normal. Getaran ditubuhnya mulai berkurang.
"Heeko kamu baik-baik saja?"
-Tbc
Holla,, mian... kalo udah lama ga apdet...
Soal lagi sibuk beut (bungkuk 90 derjat)
Btw gimana nih? Ini aku bikin baru pagi tadi...
Ketegangannya ga kerasa kan? Sama aku jugaa....
Btw minta pendapat nih, sejauh kamu baca BME ini menurut kalian ceritanya gimana?
Kritik dan saran aku terima, aku gabakal marah kok, tenang aja. Hanya ingin tau aja..
Habis baca jan lupa tinggalin jejak, kalo gasuka kolom komentar udah tersedia kok
Kecup basah dari Min Yoongi
KAMU SEDANG MEMBACA
BOY MEETS EVIL || Min Yoongi
FanfictionYoo Heeko, gadis keturunan Jepang dan Korea mencoba mencari peruntungan di negeri Ginseng sembari belajar hidup mandiri. Gadis itu baru saja mulai menata hidup barunya. Membeli sebuah apartemen di Kota Seoul. Siapa sangka apartemen yang di beli deng...
