Enam tahun yang lalu...
"Kau yakin akan kesana Tae. Minta saja teman mu yang datang kesini?" Jimin menyuruput kopi yang ada di genggamannya sembari memandang Taehyung dengan sorot datar.
Taehyung tersenyum kecut tanpa menatap, pria itu asyik dengan novel yang ada di tangannya. Membalikkan lembar demi lembar novel itu, apakah Taehyung membacanya. Jimin tidak tahu.
"Tapi Jimin, akankah lebih baik kita kesana, coba kita cari suasana klub baru, apakah kau tidak bosan dengan suasana klub Seoul yang itu-itu saja " Jungkook duduk di sebelah Jimin, netranya terfokus pada layar ponsel yang di miringkan agar bisa leluasa bermain game.
"Kapan kita akan pergi kesana Tae?" Jungkook bertanya tanpa beralih pandang dari gawainya.
"Akan ku kabari kalian nanti" jawabnya pendek.
¤¤¤
Siang itu, tiga sekawan itu pergi dengan mobil berplat pemerintah milik ayah Taehyung tanpa sepengetahuan ayahnya. Mengenakan pakaian kasual dan topi sesuai permintaan Taehyung, mereka menuju Busan. Beberapa jam perjalanan mereka sampai di tujuan. 'Club Sunshine' adalah tempat yang mereka tuju, klub itu terletak di dalam hotel mewah dengan nama yang sama.
Saat memasuki klub, akan di sambut oleh para-para wanita berpakaian minim menggoda manja siapapun yang menjadi daya tariknya. Tetapi Jimin, Jungkook dan Taehyung tidak tertarik dengan wanita-wanita murahan itu dan memilih duduk di meja bartender. Mereka lalu memesan tiga alkohol dan sedikit cemilan. Dentuman musik dari sang Disc Jockey membuat orang berada di ruangan itu menari tidak karuan. Beberapa ada yang sudah mabuk berat dan menopang tubuhnya pada pelacur-pelacur yang haus akan uang. Tidak ada bedanya dengan klub lainnya.
"Aku bilang juga apa tidak ada bedanya walau kau pergi ke klub termewah di dunia sekalipun" pekik Jimin di tengah dentuman musik DJ yang asyik bergoyang di singgarsananya.
Jungkook tertawa remeh, tanpa menyahut Jimin kemudian netranya bergerak kesana kemari mencari sesuatu yang menarik dari sana.
"Hey mana temanmu?" Tanya Jungkook pada Taehyung.
"Sebentar lagi ia datang" sahutnya datar sembari menegak alkohol yang baru di tuangnya pada seloki.
Tak lama ada segerombolan pemuda dan pemudi masuk dari pintu utama klub. Sepertinya mereka bukanlah berasal dari daerah ini. Mereka adalah rombongan dari kampus Seoul University dilihat dari lambang pakaian yang mereka pakai.
Salah satu di antara mereka ada yang menarik perhatian Jimin, seorang gadis mengenakan pakaian kasual berambut sebahu dengan poni lucu tampak tertawa bersama para teman-temannya.
Itu Min Yoonji, teman SMA Jimin lebih tepatnya cinta pertama yang tidak pernah tersampaikan. Dan ya mungkin sampai sekarang Jimin masih mencintainya.
Tatapan mereka sempat bertemu, Yoonji kemudian menyapa Jimin dengan melambaikan tangan. Pria itu juga membalas dengan melambai dan mengulas senyuman.
"Wow Jimin, dia mantan pacarmu?" Jungkook yang berada di samping Jimin menyenggol sikunya yang menopang di atas meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
BOY MEETS EVIL || Min Yoongi
FanfictionYoo Heeko, gadis keturunan Jepang dan Korea mencoba mencari peruntungan di negeri Ginseng sembari belajar hidup mandiri. Gadis itu baru saja mulai menata hidup barunya. Membeli sebuah apartemen di Kota Seoul. Siapa sangka apartemen yang di beli deng...
