Puluhan kertas masih bersedia menemani hari-hari Heeko. Kertas beserakan dimana-mana bahkan ada yang sudah menyentuh lantai. Namun kali ini Heeko tidak menyentuh kertas-kertas itu seperti biasanya. Gadis itu duduk diam sembari menatap kosong bingkai foto di atas meja kerjanya. Foto dirinya bersama Jungkook.
"Apa aku kuat Jung? Apa aku bisa bertahan?" Heeko tersenyum kecut. Pikirannya benar-benar kacau. Kekacauan yang tentunya di sebabkan oleh pria bernama Min Yoongi. si pria yang lebih dingin dari es di kutub utara.
Menghadapi Yoongi dengan senyum tidak tulus memang membutuhkan banyak tenaga. Heeko tentu saja bisa melakukannya. Namun jika dilakukan secara terus menerus dan dalam kurun waktu yang tidak pasti. Heeko menyerah.
Heeko butuh sandaran. Sandaran di sini dimaksud untuk orang yang bersedia menampung keluh kesahnya. Tidak perlu memberikan respon. Cukup dengarkan saja ceritanya. Agar bebannya sedikit terangkat. Tapi siapa? Secara ia harus menyembunyikan Yoongi dari siapapun yang dikenalnya. Heeko sempat berpikir orang itu adalah Taehyung. Tapi, apa Taehyung bersedia mendengar curhatan orang seperti dirinya? Rasanya tidak. Karena Taehyung adalah orang super sibuk. Dan tentunya aneh jika seorang ia tiba-tiba bercerita pada pria yang bisa dibilang baru dikenalnya.
Decitan panjang ponsel membuyarkan angan-angan Heeko. Gadis itu tersentak. Kemudian menggapai benda persegi empat itu di bawah tumpukan kertas-kertas. Panggilan berasal dari Haruna. Baru saja gawai itu mendarat di daun telinga Heeko, panggilan itu berakhir.
Heeko kemudian berkutik dengan ponselnya. Menemukan tiga belas pesan masuk dari Haruna. Sudah berapa lama Heeko berfantasi sampai ia tidak mendengar notifikasi.
Heeko!
Kamu dimana?
Aku ingin mengajakmu makan siajg di tempat biasa.
Kali ini aku yang traktir.
Mau ya?
Heeko?
Kamu sibuk?
Bukankah ini sudah jam makan siang?
Seharusnya kamu tidak sibuk.
Baca pesanku!
Hey Heeko.
Mau kubunuh?
Ada senyum terlukis dibibir Heeko setelah membaca pesan dari Haruna. Seolah kawannya membuat bebannya sedikit terlupakan oleh ketikan polos dari Haruna.
¤¤¤
"Ayolah Heeko, malam ini saja. Boleh ya?" Racau Haruna memohon layaknya seekor kucing meminta makanan pada majikan, gadis itu tengah mabuk. Haruna mendesak Heeko memperbolehkan menginap di apartemen.
"Maaf Haru, jangan malam ini"
"Kenapa? Kamu selalu menolakku. Aku kesepian"
"carilah pasangan"
"Tidak semudah itu Heeko"
Sejak bertemu Haruna, Heeko tahu kalau Haruna berkencan dengan banyak pria. Dan selalu berakhir dalam tiga bulan. Haruna tidak pernah tulus mencintai pria. Haruna memang cantik. Tapi tidak seharusnya ia terus bertingkah seperti playgirl. Sudah saatnya ia mencari seseorang untuk serius mengingat umurnya sudah memasuki dua puluh enam tahun.
Heeko tertawa geli. Tingkah sabahatnya benar-benar membuat Heeko lupa dengan kerasnya hidup.
"Kenapa kau tidak mengizinkanku? Apa kamu sedang tinggal bersama orang lain?"
Heeko tersentak. Pertanyaan sederhana namun mampu mencabik mental Heeko. Seketika air muka sang gadis berubah seratus delapan puluh derajat. Raganya membatu.
Bagaimana Haruna tahu jalan pikirannya saat ini. Kalau Haruna sudah tahu, dari mana ia tahu. Dan jika ada yang memberi tahu, Siapa orangnya?. Taehyung? Ayolah, pria itu bahkan tidak punya waktu untuk berkenalan.
"Aku benarkan? Lihatlah kau pucat sekarang?. Siapa itu?"
Jika mereka hanya berdua saja di kafe itu, mungkin Heeko sudah membunuh Haruna detik itu juga. Tapi apa daya. Ia sudah tertangkap basah. Dengan kemampuan cenayang kawannya yang muncul saat mabuk. Kini Heeko hanya mampu menghela.
"Baiklah sebenarnya...."
"Hahaha Yoo Heeko. Ekspresi mu... aku ingin muntah?" Haruna berlari menuju kamar mandi dengan langkah terhuyung-huyung. Haruna menghilang saat berbelok ke belakang menuju toilet.
"Apa?" Sial, Heeko lupa kalau Haruna tengah mabuk. kepaninkan sang gadis nyaris memberi tahu semuanya. Apa yang akan terjadi jika memberitahu Haruna.
Heeko berusaha tenang namun percuma, tubuhnya terlanjur bergetar dan belum bisa berhenti. Ia tiba-tiba berteriak sembari menendang kaki meja. Netra pelanggan kafe kini tertuju padanya. Heeko tidak peduli. Heeko meninggalkan Haruna yang masih berada di kamar mandi tanpa pamit. Gadis itu wajib mendapat itu semua.
"Kemana dia?"
To Be Continue
Sumpah ini beneran kacau balau. Soalnya udah lama ga bikin cerits jadi lupa semuanya...
Aku ga yakin cerita ini bakal sampai end,, soalnya udah lupa semua...
Maaf chapter ini agak ngaur
Dan mohon maaf kalo terlalu banyak selingan dan part yang ga berguna..
Maklum masih pemula (10 tahun udah suka nulis dan bilang masih pemula)
Terserah mau kasih feed atau engga,, aku tahu kalian bakal pusing baca nya...
Gomawooooo
KAMU SEDANG MEMBACA
BOY MEETS EVIL || Min Yoongi
FanfictionYoo Heeko, gadis keturunan Jepang dan Korea mencoba mencari peruntungan di negeri Ginseng sembari belajar hidup mandiri. Gadis itu baru saja mulai menata hidup barunya. Membeli sebuah apartemen di Kota Seoul. Siapa sangka apartemen yang di beli deng...
