Bagian Lima Puluh Enam

5.4K 613 62
                                        

Pagi itu tampak tertindas di bawah selubung awan kelabu dan mentari yang pucat, sepucat warna pada penghangat ruangan. Yang mengepul jarang-jarang. Udara terasa mengambang gugup dan hanya ada segelintir orang yang berkeliaran di jalan. Sedikit pejalan kaki itu pun berjalan terus tanpa mengangkat tatapan mereka dari tanah dan tidak menunjukan sedikit pun keinginan untuk mengobrol.

Di sebuah ruang rawatan rumah sakit, Yoonji menatap kosong pria yang biasa dipanggilnya kakak tengah terbaring lemah di tempat tidur. Sudah tiga hari sejak kejadian itu dan pasca operasi Yoongi belum sadarkan diri. Sang adik berharap pagi yang sendu ini Yoongi bisa membuka matanya.

Tak lama dua orang memasuki ruang rawatan Yoongi, satu diantarnya adalah dokter yang bertanggung jawab menangani Yoongi dan satunya adalah Jimin, pria yang selalu berada disana dari awal.

"Seharusnya dia sudah sadar. Ah mungkin ini masih pagi" ucap sang dokter.

Seperti biasa, setiap pagi sang dokter selalu memeriksa perkembangan Yoongi yang kian membaik.

Begitu selesai di periksa sang dokter undur diri. Tinggalah Jimin dan Yoonji yang dalam keadaan sadar. Tak sepatah katapun yang keluar dari mereka. Itupun sudah terjadi sejak awal. Tak seperti sebelumnya. Yoonji kini merasa tidak takut pada Jimin. Mereka hanya tak memiliki keberanian untuk saling mengobrol.

"Dimana aku?" Suara itu berhasil membuyarkan pikiran yang berkecamuk di antara mereka.

"Ah kak Yoon syukurlah" ada kelegaan begitu Yoongi berucap menandakan pria itu sudah sadar dan lebih baik.

"Kakak kau sekarang di rumah sakit" Yoonji menyahut tak kalah gembira.

Yoongi mengedarkan pandangannya. Kemudian berusaha bangkit. Namun rasa ngilu luar biasa menjalar hampir di sekujur tubuhnya bagaikan aliran listrik menghentikan semua atensinya.

"Apa yang terjadi padaku?"

"Beberapa tulangmu patah kak" Jimin bersuara.

"Ah sial" Yoongi berdecih kesal. Yoongi memang menyukai berbaring, tapi untuk situasi dan kondisi saat ini dia ingin sekali mencari tahu apa yang sudah terjadi.

"Dimana Taehyung?" Tanyanya kembali.

"Saat ini dia juga di rawat, dia dijaga ketat oleh polisi" tutur Jimin.

"Bagaimana Heeko?"

"Ah itu..." Jimin terhenti sebab tidak berani mengatakan keadaan Heeko yang sebenarnya.

"Kak Heeko juga di rawat, dia baik-baik saja" potong Yoonji meyakinkan.

"Yakin begitu?" Yoongi beralih menatap Jimin.

"Iya kak. Heeko baik-baik saja"

"Apa orang tuanya sudah di hubungi?"

"Sudah, Haruna yang menghubungi. Kini Heeko ada padanya kak" Jimin kembali bersuara.

"Baguslah" untuk saat ini Yoongi lega, baginya semua sesuai dengan pikirannya tanpa dia tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Kalau begitu aku izin keluar dulu, jika butuh panggil saja" Jimin undur diri bermaksud untuk membiarkan kakak adik lebih intens.

Yoonji menatap sendu punggung Jimin yang menghilang saat pintu ruangan ditutup. Yoongi berhasil menangkap basah adiknya. Yoongi menggapai tangan sang adik lalu menggenggamnya.

"Kau sudah tidak takut padanya?" ucapan Yoongi berhasil menghancurkam pikiran yang menguasai Yoonji.

"Kurasa tidak"

"Sudah berterima kasih padanya?"

"Untuk apa?"

Yoongi terkekeh "Astaga Yoonji, kau tahu semua ide gila ini adalah darinya"

BOY MEETS EVIL || Min YoongiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang