Bagian Enam

11.2K 1.2K 71
                                        

"Sudah lebih baik?" Heeko antusias ketika sahabatnya kembali siuman.

"Hmm aku dimana?" Haruna tampak lemah. Netranya memindai setiap sudut ruangan yang asing baginya.

"Dirumah sakit"

"Bagaimana bisa?" Haruna hendak menegakan tubuh. Tapi Heeko menahan, terlalu cepat bagi Haruna untuk melakukan aktivitas lebih jauh.

"Coba pikirkan kembali" Haruna memutar otaknya mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri.

"Oh aku ingat, aku tertabrak sebuah mobil"

"Nyaris" Heeko membenarkan, ia tertawa geli dengan pernyataan kawannya yang belum sepenuhnya sadar.

"Sudah berapa lama aku disini?"

"Hmmm sekitar tiga atau empat jam, aku kurang tahu"

"Sebentar, jika kamu tidak tahu, jadi siapa yang membawa ku kesini?"

"Orang yang membuatmu seperti ini Haru"

"Siapa?"

"Pengemudi itu"

"Pengemudi itu?" Haruna berusaha berpikir jernih namun dengan kondis saat ini ia mengalami kesulitan.

"Pengemudi yang nyaris membuatmu menyusul Jungkook" Heeko mendaratkan kepalan tangannya tepat di ubun-ubun Haruna, perempuan itu mengaduh dan protes.

"dimana dia sekarang?"

"Dia sudah pergi, katanya pekerjaanya tidak bisa di tinggalkan"

"Oh begitukah"

"Kukira dia tadi pacar barumu"

"Pacarku?"

"Ia muda dan-"

"Dan apa?"

"-tampan"

"Benarkah?" Haruna tertarik ketika Heeko berucap kata tampan. Haruna memang sangat bersemangat jika ada pria tampan di sekitarnya.

"Dia imut dan naif, sangat lucu"

"Benarkah, apa dia akan kesini lagi?"

"Entahlah aku tidak yakin"

"Kenapa?"

"Karena setelah sadar kamu harus pulang"

"Ah Heeko ayolah tahan dulu aku disini" Haruna protes dengan keputusan Heeko. Ia memiliki sedikit kecewaan sebab mungkin Haruna tidak akan pernah bertemu lagi dengan pria yang dikatakan "tampan" oleh seorang Heeko, gadis yang tidak pernah mengatakan kata itu untuk pria lain selain untuk Jungkook"

"Apa uang mu cukup untuk rawatan? Bagaimana pekerjaanmu?, kamu akan berhenti saja dan menunggu lelaki itu sampai hanya tulang belulang mu yang tersisa disini?" Heeko merasa gemas dengan kawannya.

"Dia tadi hendak meminta maaf padamu langsung. Tapi karena kamu belum sadar. Dia memintaku untuk menyampaikannya. Maafkan aku. Begitu ucapnya" sambungnya sembari membungkukkan badan.

"Permintaan maaf ditolak kecuali dia secara langsung"

¤¤¤

"Aku pulang" pekik Heeko bergema seantero apartemennya. Tentu saja tidak ada yang menyahut. Secara ia hanya tinggal berdua bersama pria terbaring tidak berdaya di tempat tidur kamar miliknya. Yoongi mana mungkin bisa menjawab kecuali ia kembali memberikan kejutan gila untuk Heeko.

Heeko beralih menuju kamarnya, menghampiri Yoongi. Mata lelaki itu masih terpejam, sama seperti kemarin dan hari-hari yang sebelummya. Heeko memperbaiki selimut sang pria agar mendapatkan kehangatan yang sempurna.

Heeko beralih menuju lemari klasik yang sudah menjadi miliknya dan hendak mengambil beberapa pakaian untuk dipakai selepas mandi nanti. Akan tetapi atensi Heeko buyar ketika tiba-tiba mendengar Yoongi berbicara dalam tidurnya.

"Maafkan aku Yoonji"

Yoongi berucap berulang-ulang, Heeko berbalik dan mendekati Yoongi. Keringat dingin mengucur deras dari kening dan sela-sela lehernya. Padahal beberapa menit yang lalu lelaki itu masih tenang-tenang saja. Deru nafas Yoongi sangat keras dan berat, tubuhnya menegang. Gestur yang membingungkan dan tak mampu Heeko artikan. Yang bisa dilakakukan Heeko saat ini sedikit memberi sentuham penenang.

Tanpa izin, Heeko menggenggam tangan Yoongi bermaksud agar pria itu sedikit lebih baik. Dingin, tangan Yoongi terasa sangat dingin. Bukan itu saja, telapak tangannya juga basah oleh keringat.

"Apa seburuk itu mimpi mu Yoon?" Heeko mengulas senyum kecut seraya menyeka setiap bulir keringat agar tidak mengenai lukanya menggunakan tisu tersedia di atas nakas.

Tak butuh waktu lama Heeko berhasil menenangkan Yoongi. Lelaki itu kini lebih tenang, bernafas normal dan kembali tidur tanpa gangguan.

Heeko merasa sangat lega, pertolongan yang dirasa tidak berguma nyatanya berhasil. Merasa situasi sudah aman terkendali Heeko hendak kembali ke lemari untuk melanjutkan niatnya mengambil pakaian dan bersiap mandi. Namun ada sesuatu terasa menarik tangannya kuat, menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur dimana Yoongi terbaring.

Sangat jelas terasa sepasang tangan melingkar erat di pinggang Heeko, bahu kananya terasa berat seperti menopang beban. Yoongi memeluknya.

Heeko tentu terkejut namun sebisa mungkin untuk bersikap tenang agar tidak terjadi sesuatu di luar kendali.

"Maafkan aku Yoonji" gumam Yoongi sekali lagi.

Perlahan Heeko menoleh ke arah beban bahunya. Ternyata Yoongi menopang dagunya di bahu Heeko. Matanya masih terpejam alisnya berkerut. Heeko yakin Yoongi masih belumlah sadarkan diri. Lelaki itu hanya mengigau di lihat dari ucapannya yang terus berulang-ulang.

Heeko biarkan dirinya dalam rengkuhan Yoongi setidaknya sampai Yoongi bisa kembali tenang. Akan tetapi ada sesuatu yang menggelitik rasa penasaran Heeko.

Siapa Yoonji?

Rasa penasaran terus terus akan sosok mengganggu tidur Yoongi. Tak seharunya Heeko tahu dan tak seharusnya ikut campur. tapi Heeko sungguh penasaran.

Siapa Yoonji? apakah Yoonji itu ada kaitannya dengan insiden berdarah di dapur kala itu. Ataukah ia telah membunuh orang itu. Entahlah, sampai kapanpun Heeko tidak akan pernah tahu kecuali lelaki itu menjelaskannya sendiri. Toh mana mungkin itu terjadi Heeko bukan siapa-siapa dan ini juga bukan urusannya

"Tenanglah Yoon. Semua akan baik-baik saja. tidak perlu takut"

Tak lama Yoongi perlahan kembali tenang. Rengkuhan Yoongi terasa melemah. Heeko segera merebahkan Yoongi ke posisi semula, menyeka keringat dingin lelaki itu menggunakan sebelah telapak tangannya. Sebab salah satu tangan Heeko menjadi obat penenang Min Yoongi. Lelaki itu tengah menggenggam tangan Heeko dalam tidurnya.

Heeko sadar ucapannya sedikit memalukan. Sebab ia bukan orang terkasih atau orang terdekat sang pria. Ia hanya seorang gadis bodoh dan naif.




To Be Continue

Maaf kalo part sekarang lebih pendek..
Bikos biar ga bosen baca...
Makasih udah baca ya chingu...

Aku harap chingudeul ga cuma" kasih feed aja. Tapi beneran dibaca lalu resapi, dan kasih saran ato kritikan. Jadi author makin semangat bikin lanjutannya...
Soalny pasti ada rada" sakit ketika karya dari otak sendiri hanya sekedar dapat feed doang...

TAPI kalo chingu ga keberatan mau baca, aku ga maksa lo...

Maaf ya chinggu kalo banyak permintaan😔

Habis baca jan lupa tinggalin jejak ya chinggu biad authornim semangat bikin lanjutannya.
Gomawooo...

Cinta untuk kalian dari istri sah Min Suga❤

BOY MEETS EVIL || Min YoongiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang