"Bagaimana, kau berhasil membujuknya?" Namjoon menatap Heeko di hadapannya dengan sorot ingin tahu.
Heeko menghela panjang lalu menyeruput kopi yang diraihnya dari atas meja sembari irisnya berkelana ke sudut ruangan Namjoon yang cukup mewah. Heeko sepertinya akan memberikan jawaban yang bisa saja tidak di sukai Namjoon.
"hey kau mendengarku?" Tanya Namjoon kian penasaran sembari menggerakan tangannya di depan wajah Heeko.
Netra Heeko kemudian beralih memandangi Namjoon. "Dia bersedia " Kedua ujung bibir Heeko terangkat memberikan senyuman terbaiknya kepada sang direktur.
"Benarkah?"
"Iya"
"Bagaimana kau bisa membujuknya?"
"Itu mudah cukup berikan tatapan menggoda, dia akan luluh"
"bagus, kapan katanya kak Yoongi akan mulai bekerja?"
"entahlah aku aku juga tidak yakin, lebih baik anda yang menanyakannya"
"Baiklah, kalau begitu terima kasih Heeko. Kamu benar-benar sangat membantuku"
"Iya, tidak masalah"
Heeko dan Namjoon bersalaman. Pria itu sangat berterima kasih pada akhirnya bisa membujuk Yoongi kembali bekerja di perusahaannya. Memang belakangan Heeko secara diam-diam di perintah Namjoon berusaha membujuk Yoongi kembali bekerja sebagai komposer di perusahaanya, dengan berbagai macam cara akhirnya Yoongi kembali bersedia.
Heeko meninggalkan ruangan Namjoon, begitu wanita itu menutup pintu ponselnya berdecit tanpa jeda, satu panggilan dari Yoongi, tidak biasa lelaki itu menghubungi di jam kerjanya seperti ini.
"Ya halo" Heeko bersuara.
"apa orang tuamu berencana kesini?" Tanpa balasan salam pria itu langsung pada inti ucapannya.
"dari mana kau tahu?"
"Mereka sedang mencarimu?"
"apa? Bukankah mereka akan datang dua hari lagi?" Heeko tertegun
"Mana ku tahu, yang pasti mereka sedang berada di luar"
"Kenapa kau tidak menyuruh mereka masuk?"
"Ya- ku kira mereka orang jahat"
"Apa tampang mereka terlihat seperti penjahat? bodoh!. Ah sial aku segera pulang, suruh mereka masuk!" Heeko segera mematikan ponsel cepat-cepat turun ke basement dalam lima menit gadis itu sudah berada dalam perjalan pulang.
¤¤¤
"Jadi dia Haruna?" Ibu Heeko menunjuk Yoongi dengan tangan kirinya "Gadis yang kau bilang tinggal bersamamu, apa dia operasi kelamin?" Sambung wanita paruh baya sembari melirik Yoongi dan Heeko bergantian dengan sorot tajam dan menyengat. Wanita itu tampak kesal dengan kebohongan putrinya secara dari tadi wanita itu membuang nafas kasal berkali-kali.
Heeko tertunduk diam, Heeko memang salah. Bukan, ia hanya lupa memberitahu orang tuanya lebih awal agar tidak ada kesalahpahaman. Salah orang tuanya kenapa datang tanpa memberi kabar.
"Jadi sejak kapan kau tinggal berdua dengan laki-laki ini Heeko?" sang ayah pun akan bicara.
"maaf bibi, ku harap anda tidak melupakan keberadaanku. Aku juga perempuan" Yoonji menyela dari dapur sembari membuatkan teh untuk tamu istimewa ini.
"Diam!" tegas ibu Heeko dengan melayangkan tatapan tajam membuat nyali Yoonji menciut.
"ibu?" Heeko memelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
BOY MEETS EVIL || Min Yoongi
FanfictionYoo Heeko, gadis keturunan Jepang dan Korea mencoba mencari peruntungan di negeri Ginseng sembari belajar hidup mandiri. Gadis itu baru saja mulai menata hidup barunya. Membeli sebuah apartemen di Kota Seoul. Siapa sangka apartemen yang di beli deng...
