Bagian Lima Puluh Sembilan

5.5K 629 100
                                        

Enam tahun kemudian...

"Aku sudah bilang ibu tidak ada yang mau menerimaku apa adanya"

"Itu karena kamu terus saja memberikan alasan itu pada mereka!" Sahut wanita paruh baya itu tak kalah nyaring.

"Bukankah itu memang kenyataannya"

"Apa salahnya kamu bohong sedikit saja. Lambat laun dia pasti akan menerimamu"

"Tetap saja. Aku tidak suka"

"Apa kamu betah berlama-lama menjanda?"

"Ibu cukup! Aku muak. Hampir setiap hari kita terus saja memperdebatkan masalah ini. Ku tegaskan lagi pada ibu. Aku tidak ingin di jodohkan walaupun dengan orang paling kaya di dunia sekalipun. Statusku masih istri sah orang lain. Jadi tidak ada perjodohan tidak ada pernikahan!"

"Heeko tapi ini demi masa dep..."

"Masa depan siapa? Aku?. Jika ibu menginginkan masa depanku bahagia seharusnya ibu tidak pisahkan aku dengan Yoongi"

"HEEKO!"

"Hentikan! aku tidak ingin berdebat lagi" Heeko kemudian melirik jam yang melingkar di tangannya menujukan waktu yang sudah dia nantikan dari tadi. "Sudah waktunya. Aku pergi sebentar" sambugnya

Heeko melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Wanita itu terus mendengus kesal. Dia tidak habis pikir dengan ibunya yang terus saja menjodohkanya dengan pria pilihan yang tentu saja Heeko tidak menyukainya. Bukan mereka buruk atau apalah, tapi Heeko hanya sedang menjaga hati seseorang.

Kenapa Heeko tak kabur saja ke Korea?. karena setelah pulih sang ayah memintanya untuk menangani sebagian perusahaan yang di kelola sang ayah. Heeko bisa saja menolak sebab sang ayah tidak memaksa, tapi baginya ayahnya adalah sosok yang amat di seganinya. Rasanya tidak berani untuk mengatakan tidak pada sang ayah.

¤¤¤

Heeko memarkirkan mobilnya di depan sebuah gerbang sekolah Taman Kanak-kanak. Sekitar sepuluh menit menunggu bel sekolah itu berbunyi, ratusan siswa tampak menghambur keluar dengan perasaan gembira. Heeko segera keluar dari mobilnya. Netranya berkelana mencari sosok di antara ratusan siswa tersebut. Heeko lalu melambaikan tangannya begitu dia menemukam sosok yang di carinya tengah berlari ke arahnya. Mereka saling berpelukan sebelum kembali ke dalam mobil.

"Bagaimana sekolahmu hari ini?"

"Seperti biasa bu, sangat menyenangkan"

"Benarkah? Apa kau lapar?"

"Iya"

"Kali ini kita makan dimana?

"Tempat biasa. Kedai Ramen Noguri "

"Hana, apa kamu tidak bosan makan itu terus?

"Tidak bu, ramen makanan favoritku" jawabnya menggeleng.

Lima tahun Heeko membesarkan putrinya dengan sangat baik, Min Hana tumbuh menjadi anak periang, cerdas dan sangat sopan. Memiliki mata sipit dan berkulit pucat Hana hampir mendekati sempurna untuk ukuran anak gadis. Walaupun Heeko harus mengurusnya seorang diri.

"Ibu, tidak makan?" Hana menangkap sang ibu tengah melamun lalu melambaikan tanganya di depan wajahnya.

Heeko tersentak kemudian tersenyum. "Iya, ini ibu makan"

"Ibu bertengkar lagi dengan nenek ya?"

"Eh tidak"

"Jangan bohong. Nenek memang begitu. Ibu jangan terlalu memikirkan ucapan nenek"

BOY MEETS EVIL || Min YoongiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang