Yoonji tak kuasa menahan senyumnya begitu melihat sang kakak datang menjemputnya. Gadis itu menghambur dalam pelukan sang kakak dengan perasaan girang.
"Tuan Yoon, anda boleh membawa Yoonji. Jaga Yoonji baik-baik. Jauhkan dia dari hal-hal yang membuatnya trauma" Pinta Perawat pada Yoongi.
"Baik. Terima kasih" Yoongi menggandeng tangan sang adik menuju tempat dimana mobil di parkirkan. Kini mobil itu melaju tanpa tahu kemana arah yang di tuju.
"Kak, kita mau kemana?"
"Entahlah, ada saran?"
"Hmm" Yoonji memutar otaknya "Sebenarnya aku lapar" imbuhnya terkekeh.
"Baiklah, kakak tahu dimana tempat makan yang cocok untukmu"
Yoongi berhenti pada sebuah kedai makanan Jepang, kedai yang dulu sering di kunjungi Yoonji sebelum berakhir di rumah sakit jiwa. Selain kimbab mozarella, Yoonji sangat menyukai sushi dan ramen.
Mata gadis itu berkaca-kaca begitu memasuki restoran. Netranya berkelana kesetiap sudut ruangan yang tampak sama seperti dulu. Yoonji menyerah. Air mata kerinduan akan tempat itu meluncur bebas begitu saja.
Sadar adiknya tengah menangis Yoongi menggenggam tangan Yoonji lalu menariknya duduk di salah satu meja pelanggan paling sudut disamping jendela besar.
Pelayan kedai pun datang menghampiri. Bersiap mencatat pesanan kakak beradik ini. Selepas sang pelayan mencatat ia berlalu menuju dapur.
Kini Yoonji sudah berhenti menangis. Ia menopang dagu dengan sebelah tangan dan menatap keluar jendela.
"Kak Heeko tidak ikut?" Tanya tanpa melirik
"Tidak"
"Kenapa?"
"Dia sedang bekerja"
"Benarkah? Ah padahal aku merindukannya, sudah lama kak Heeko tidak mengujungiku"
"Kan sekarang ada kakak"
"Aku ingin kita bersama-sama"
"Ya bagaimana. Heeko tidak bisa. Mungkin lain waktu"
Mereka terdiam sesaat seperti suasana yang sama dinginnya di luar.
"Kak Yoon. Kak Heeko itu baik ya"
"Oh ya?"
"Iya kak. Kakak tahu, tanpa Kak Heeko mungkin sampai detik ini aku belum memaafkanmu"
Sontak Yoongi menatap ke arah Yoonji yang sama sekali tidak merubah posisinya.
"Kak Heeko menceritakan semuanya, menderita, pembunuhan, balas dendam, sakit hati, semuanya kakak lalui sendirian selama lima tahun belakang" kali ini tatapan mereka beradu.
"Kak Heeko mengajariku untuk memaafkanmu. Bodohnya aku selama ini menyalahkanmu kak, maafkan aku"
"Tidak tidak, kakak juga salah. Tidak menjagamu dengan baik" Yoongi mempererat genggamannya.
Yoonji menggeleng "tidak kak. Aku yang sebenarnya salah karena tidak mendengarkanmu. Jika saja aku mendengarkanmu untuk tidak pergi waktu itu" Yoonji berusaha menghapus air matanya yang kembali jatuh.
Yoongi mengambil sapu tangan dari saku dalam coatnya dan menyeka air mata sang adik
"Maafkan aku kak, maaf telah membuatmu seperti ini" Yoonji semakin terisak. Yoongi mengenggam tangan Yoonji berusaha menyadarkan Yoonji untuk tidak menyalahkan dirinya. Walau saat ini hati Yoongi benar-benar perih.
¤¤¤
Malam semakin larut sudah seharian penuh Yoongi dan Yoonji menghabiskan hari bersama, menyatukan kembali kepingan puzzle kehidupan yang sempat berantakan. Perlahan mereka kembali bersatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BOY MEETS EVIL || Min Yoongi
FanficYoo Heeko, gadis keturunan Jepang dan Korea mencoba mencari peruntungan di negeri Ginseng sembari belajar hidup mandiri. Gadis itu baru saja mulai menata hidup barunya. Membeli sebuah apartemen di Kota Seoul. Siapa sangka apartemen yang di beli deng...
