Bagian Lima Puluh

5.7K 664 81
                                        

Yoonji terkejut. Irisnya membulat sempurna, tersirat ketakutan dari kedua netranya. Keringat dingin mengucur dari balik rambutnya. Kakinya gemetar. Bagaimana mungkin ia bisa bertemu dengan pria yang termasuk paling di hindarinya di dunia ini.

Memori itu. Memori enam tahun lalu terputar kembali dengan sangat jelas di benaknya begitu ia mengenali pria itu. Memori yang menyakitkan, menakutkan dan menjijikan seolah menggerogoti tubuhnya layak sebuah penyakit.

"Yoonji, aku minta maaf" lirih Jimin melangkah ke arah Yoonji. Gadis itu bersingsut mundur agar Jimin tidak terlalu dekat dengannya.

"Yoonji aku tidak-" Jimin belum menyelesaikan kalimatnya gadis itu sudah lari ketakutan, dijatuhkannya kantong belanjaannya dan secepat mungkin menjauh dari sana. Sendal yang sempat putus dan kaki sempat tersandung tidak membuat gadis itu terhenti untuk berlari. Jujur Yoonji sangat ketakutan. Tanpa di rasakannya kakinya sudah lecet dan terluka.

Yoonji sampai di apartemen. Dengan langkah gontai Yoonji menuju ke kamar mandi dan menyalakan shower. Di bawah guyuran shower gadis itu menepuk-nepuk tubuhnya seakan tengah membersihkan kotoran yang sulit hilang dari tubuhnya sembari berteriak tidak karuan.

"Ku mohon bersihlah" pekiknya sambil menangis.

¤¤¤

Udara malam semakin dingin. Sudah saatnya Yoongi dan Heeko kembali ke apartemen. Begitu pintu apartemen di buka, rungu mereka serentak mendengar suara yang sama. Itu Yoonji. Gadis itu tengah menangis di kamar mandi.

Spontan mereka berdua menuju sumber suara. Menemukan Yoonji terkulai lemah sembari menangis terisak.

"Yoonji ada apa?" Yoongi merangkul Yoonji khawatir.

"Kenapa noda ini tidak bersih-bersih kak? Kenapa?"

"Noda apa? Apa maksud mu?" Yoongi bingung dengan ucapan adiknya.

"Kakak aku kotor, aku wanita kotor"

Kali ini Yoongi paham apa maksud adiknya. Ini pastilah berkaitan dengan kejadian enam tahun silam. Tapi kenapa Yoonji bisa ketakutan seperti.

"Yoongi, apa yang harus kita lakukan?" Heeko tidak kalah cemas, kukunya hampir habis digigitinya.

"Kita bawa kerumah sakit saja"

Segera Yoongi memapah adiknya menuju ruang tengah, meminta Heeko untuk mengganti pakaian agar tidak kedinginan. Sementara Yoongi berusaha menelpon rumah sakit untuk di segera mengirimkan ambulan.

Setengah jam menunggu, para medis datang membawa Yoonji kerumah sakit. Sebelumnya Yoonji di beri obat penenang antisipasi jika mengamuk lagi.

Heeko dan Yoongi menyusul kemudian dengan mobil pribadi, namun sebelum berangkat Heeko melihat seseorang mencurigakan mengintip di balik pohon taman apartemen. Awalnya Heeko tidak mengindahkan akan tetapi sosok itu seperti orang yang di kenalnya.

"Jimin?" Gumamnya.

"Apa?" Tanya Yoongi.

"Ah tidak sepertinya aku melihat sesuatu, tunggu sebentar" Heeko kemudian keluar dari mobil dan mandatangi objek yang masih mengintip di sana.

"Jimin kau kah itu?" Heeko harus memastikan apakah seseorang yang disana sama dengan seseorang yang ada di pikirannya.

Namun sebelum Heeko sampai ke sana pria itu malah kabur. Dan Heeko menangkap jelas saat cahaya lampu taman berhasil menyoroti parasnya. Itu memang Jimin.

"Hey, cepatlah!" Pekik Yoongi dari mobilnya.

"Iya aku ke sana"

Heeko kemudian kembali dengan jutaan pertanyaan yang berkecamuk di benaknya.

BOY MEETS EVIL || Min YoongiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang