CHAPTER 22

9 1 0
                                        

Author POV:

Pagi hari sudah tiba. Namun Kim Ji Hyun tak juga bangun dari kasurnya. Matanya tertutup rapat. Tubuhnya menggigil kedinginan. Ketukan di pintu tak juga dihiraukannya. Je Hyun pun masuk setelah sekian menit dia diluar kamar Ji Hyun. Dilihatnya Ji Hyun yang meringkuk di kasurnya. Tangannya menyentuh dahi Ji Hyun, dan dengan segera ia tarik kembali.

“Panas.” Gumam Je Hyun sembari berlari memanggil Kai. Mereka berdua langsung mengecek keadaan Ji Hyun.

“Ji Hyun-ah, kau kenapa? Apa ada yang sakit? Apa kau bisa mendengarku?” tanya Kai bertubi-tubi. Tapi hanya ditanggapi mata Ji Hyun yang terbuka lemah. Bibirnya tampak memucat.

Je Hyun dan Kai mulai panik. Kai langsung menggendong Ji Hyun ke mobil dan tepat saat itu, Kris datang dengan mobilnya.

“Kai-ya? Ji Hyun kenapa?” tanyanya panik ketika melihat Ji Hyun yang terduduk lemah di kursi mobil.

“Tubuhnya panas sekali, hyung. Aku akan mengantarnya ke rumah sakit.” Dengan segera Kris memasuki mobilnya juga dan mengikuti Kai yang mengebut di jalanan.

Di lorong rumah sakit itu, Je Hyun, Kai dan Kris sedang duduk dengan tidak tenang menunggu kabar dari dokter. Dokter pun keluar dan langsung dihampiri oleh mereka bertiga. Dokter mengangguk kecil, “Ji Hyun-ssi hanya mengalami demam biasa. Dan ini diakibatkan oleh depresinya saat ini. Apa dia memiliki masalah berat sebelumnya?”

Je Hyun menggeleng, “Kurasa begitulah. Apa dia akan baik-baik saja, dokter?”

Dokter itu tersenyum, “Dia akan baik-baik saja. Hanya butuh istirahat dan jangan biarkan dia berpikir hal-hal berat untuk sementara ini.”

Je Hyun, Kai dan Kris sontak menunduk sopan, "Terimakasih, dokter.”

Mereka pun masuk ke dalam ruangan Ji Hyun. Melihat Ji Hyun yang tertidur damai membuat Kris merasa sedih. Dia benar-benar takut setengah mati membayangkan sesuatu yang tidak baik menimpa kekasihnya. Mereka mengelilingi Ji Hyun. Kai mengelus pelan kepala Ji Hyun. Suhu tubuhnya masih tinggi namun sudah sedikit turun. Sekitar setengah jam mereka saling diam. Lalu Je Hyun memecah suasana, “Apa kalian tidak lapar, oppa?”

Kris menggeleng, “Tidak, Je Hyun-ah. Kau makan saja dulu. Kau juga Kai. Kalian belum sarapan bukan?”

Kai menggeleng, “Aku kehilangan nafsu makanku, hyung.”

Je Hyun mengusap pelan punggung Kai. Kai tampak masih setia menatap adiknya yang tengah terlelap itu. Kai menoleh pada Je Hyun, “Kau tidak sekolah hari ini?”

Je Hyun menggeleng, “Aku disini saja.”

Kai mengusap rambut Je Hyun, “Jangan, kau harus sekolah. Aku dan Kris hyung yang akan menjaga Ji Hyun.”

“Tapi..”

“Kai benar, Je Hyun-ah, jangan sampai kau ketinggalan pelajaran nanti.” Ucap Kris sambil tersenyum ramah. Je Hyun tak bisa membantah lagi. Dia pun menunduk dan melangkah keluar ruangan setelah pamit dengan Kris.

“Hyung, aku akan mengantar Je Hyun sebentar, tolong jaga Ji Hyun.” Ucap Kai yang dibalas anggukan Kris.

Sepeninggal Kai dan Je Hyun. Kris kembali menatap raut wajah tenang di depannya ini. Kris duduk di samping tempat tidur Ji Hyun. Diusapnya wajah Ji Hyun lembut, “Kau membuatku takut.” Gumam Kris pelan. Air matanya hendak keluar, tapi ia langsung menghapusnya.

Mata Ji Hyun terbuka perlahan. Kris mendongak kaget, “Ji Hyun-ah, kau baik-baik saja? Apa ada yang sakit? Katakan sesuatu.”

Ji Hyun menghela napas pelan lalu tersenyum, “Oppa, aku baik-baik saja. Mungkin hanya kelelahan.”

Mistake Of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang