Keesokan Harinya:
Hae Bi tengah menonton sendirian di ruang keluarga itu. Tiba-tiba saja ada yang mencium puncak kepalanya. Hae Bi mendongak dan menemukan Baekhyun langsung duduk di sampingnya. Baekhyun mengelus kepala Hae Bi. Meski mereka sering beradu argumen, tapi Baekhyun lebih sering bersikap penyayang pada Hae Bi, bahkan terkadang hal-hal kecil seperti mencium puncak kepala adiknya, mengelus rambutnya, atau memeluknya.
“Oppa, kau tidak pergi jalan dengan Je Hyun?” Hae Bi memulai pembicaraan.
Baekhyun menggeleng, “Dia sedang sibuk hari ini. Ji Hyun dan Je Hyun akan pergi ke rumah neneknya di Busan.”
Hae Bi mengangguk. Baekhyun kemudian menoleh pada Hae Bi dan menatapnya teliti, “Hae Bi-ah, kau sangat dekat dengan Kai, akhir-akhir ini.”
Hae Bi balas menatap Baekhyun, “Jadi?”
“Hanya, aneh saja. Dan Kai juga lelaki yang cuek dan dingin, tapi kau adalah gadis pertama yang bisa dekat dengannya.”
“Lalu? Apa aku salah?”
Baekhyun menggeleng dengan cepat, “Tentu saja tidak. Maksud oppa, mungkin, Kalian saling suka?"
Bel rumah berbunyi, menandakan ada tamu di luar. Baekhyun bangkit dan membuka pintu. Dia cukup kaget karena yang menjadi topik pembicaraan sedang ada di hadapannya.
“Hyung, apa Hae Bi ada?” tanya Kai.
Baekhyun menatap Kai penuh selidik, kemudian mempersilahkannya masuk. Kai yang melihat Hae Bi duduk menghadap TV, membelakanginya, tertawa kecil. Hae Bi bahkan tak menyadari kedatangannya.
Baekhyun menepuk bahu Hae Bi, “Yak! Kau kedatangan tamu.”
Hae Bi mendongak, “Siapa?” kemudian pandangan matanya menangkap Kai disana, “Oh, Kai?”
Kai tersenyum dan jujur saja itu membuat jantung Hae Bi kembali marathon tak jelas, “Hai. Apa kau sedang sibuk?”
Hae Bi menggeleng, “Kenapa?”
“Aku ingin mengajakmu makan.”
Baekhyun yang mendengar itu langsung tersentak. Tapi lain halnya dengan Hae Bi, gadis itu mengangguk dengan semangat dan berlari ke kamarnya untuk mengganti pakaian. Kai yang melihat tingkah itu tersenyum, namun senyumnya langsung memudar ketika ia bertatapan dengan Baekhyun yang menatapnya penuh selidik.
“Hyung, kenapa melihatku seperti itu?” Kai memperhatikan pakaiannya sendiri, tapi tidak ada yang salah.
Baekhyun mengerutkan keningnya, kemudian ia berjalan mendekati Kai, “Kai-ya, apa mungkin, kau menyukai adikku?”
Mereka saling diam beberapa saat, hingga terdengar tawa Kai, “Hyung, kau bercanda? Jangan salah paham dulu, hyung. Aku dekat dengan Hae Bi karena dia gadis yang baik. Aku ingin mempunyai sahabat seorang gadis, dan dia yang sangat cocok denganku.”
“Cocok apanya maksudmu? Dia itu periang sedangkan kau dingin. Apa itu cocok?”
Kai tertawa pelan, “Dia bisa melengkapiku, sama halnya seperti EXO. Jadi, kau mengizinkanku berteman dengannya?”
Baekhyun tampak berpikir sejenak, “Sebenarnya kau tak perlu meminta izin dariku, karena aku sudah pasti akan menjawab ya. Tapi, mengajaknya makan, apa itu tidak berlebihan untuk sekedar berteman, khususnya teman baru?”
Kai tertawa kecil, “Hyung, sepertinya kau benar-benar mencurigaiku. Bukannya Sehun juga sering mengajak Hae Bi makan?”
“Benar juga, tapi..”
“Sudahlah, jangan dengarkan oppa-ku, Kai-ya. Jika kau meladeninya, kau akan berdebat sampai malam disini.” Potong Hae Bi yang sudah siap.
Baekhyun berdecak kesal. Namun ia kembali memerhatikan penampilan Hae Bi. Sangat sederhana. Jeans dan kemeja yang kancingnya dibuka lengkap dengan dalaman baju berwarna putih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistake Of Love
Fiksi Penggemar'Kau tidak bisa memilih dimana dan kapan cinta itu akan datang. Kau juga tidak bisa memilih pada siapa kau akan jatuh cinta.' Itu hanya sebuah kalimat konyol yang dibisikkan sebagian besar orang. Pada kenyataannya, kau bisa memilih, siapa yang akan...
