Author POV:
Desember yang dingin menyapa Jin Hye. Udara dingin terasa menyentuh kulit Jin Hye meski ia sudah menutupi tubuhnya dengan pakaian tebal yang menghangatkan. Jin Hye tengah duduk menyendiri, di taman yang selalu ia kunjungi bersama Chanyeol. Nafasnya pun sudah mengepul. Jin Hye menatap kosong pada MP3 yang sedang ia pegang. Mungkin sudah yang keseratus kalinya ia mendengarkan apa yang ada di dalam MP3 itu, suara yang selalu ia dengarkan dengan penuh rasa rindu.
Flashback ON:
Setelah melihat Baekhyun keluar dari ruangan Chanyeol, Jin Hye langsung meminta izin untuk berbicara pada Chanyeol. Ketika ia memasuki ruangan Chanyeol, tampak lelaki itu tersenyum dengan hangatnya.
“Aku menunggumu.” Ucap Chanyeol pelan. Jin Hye langsung memeluk Chanyeol. Ia begitu rindu lelaki tinggi itu.
“Aku merindukanmu. Kenapa kau selalu saja membuatku takut.” Lirih Jin Hye. Chanyeol yakin, Jin Hye pasti sudah menangis di pelukannya.
“Apa kabarmu selama aku tidur, sayang?” Chanyeol berusaha menjadi romantis.
“Aku baik-baik saja. Apa kau merasa sakit lagi?” tanya Jin Hye.
Chanyeol menggeleng, “Melihat bidadariku ada disini, sakitku menghilang.”
Jin Hye tidak begitu menanggapi perkataan gombal Chanyeol. Ia hanya bisa memeluk, dan terus menangis di pelukan Chanyeol. Usapan lembut tangan Chanyeol begitu terasa di rambutnya. Entah berapa lama mereka berpelukan, dan itu tetap belum menyembuhkan kerinduan Jin Hye pada sosok Chanyeol.
“Apa gadisku ini segitu merindukanku?” canda Chanyeol. Jin Hye mengangguk, “Baiklah, maafkan aku ya. Aku selalu saja membuatmu khawatir.”
“Aku selalu memaafkanmu.” Ucap Jin Hye pelan. Chanyeol perlahan melepaskan pelukan mereka dan menatap dalam mata Jin Hye. Chanyeol mengusap surai rambut Jin Hye yang menutupi wajah manis itu.
“Kau ingat semua pesanku bukan?” tanya Chanyeol pelan.
Jin Hye mengangguk, “Kenapa kau menanyakannya? Apa kau akan pergi?” mata Jin Hye memohon pada Chanyeol.
Chanyeol tersenyum tipis dan mengelus rambut Jin Hye, “Hanya berjaga-jaga. Kau harus ingat, tetap makan dengan benar dan jaga kesehatan. Selalu tersenyum dalam menghadapi masalahmu dan jadilah gadis yang kuat. Jangan biarkan duniamu hancur untuk kedua kalinya. Dan ingatlah selalu, aku menyayangimu, Oh Jin Hye. Aku akan terus menyayangimu.”
Jin Hye kembali menitikkan air mata. Jin Hye mengangguk, “Aku akan ingat itu.”
“Jin Hye-ah, jika aku pergi nanti, jangan menangis. Aku tidak bisa memeluk ataupun menghapus air matamu. Bertahanlah. Kau pasti bahagia meski tanpa aku.” Chanyeol masih mempertahankan senyum manisnya yang penuh kebohongan.
Tangisan Jin Hye semakin deras, “Kau tidak boleh pergi, oppa. meskipun kau harus pergi, kau harus membawaku juga.”
Chanyeol menggeleng, “Tidak boleh. Aku tidak ingin membawamu kesana. Kau harus bertahan demi aku.”
Jin Hye menggeleng kuat, “Kau pernah berjanji padaku, oppa, kau akan membawaku kemanapun kau pergi saat aku memintanya nanti. Dan sekarang aku memintamu untuk membawaku tapi kenapa kau menolak? Apa kau akan mengingkari janji itu?!”
Chanyeol tersenyum. Tentu saja ia mengingat janji yang ia simpan untuk Jin Hye. Tapi membawa Jin Hye pergi dari dunia, bukan salah satu pilihannya. Chanyeol mengelus rambut Jin Hye dengan sayang, ”Jin Hye-ah, aku memang berjanji padamu, tapi bukan untuk membawamu pergi meninggalkan dunia. Daripada aku harus membawamu ikut serta denganku, lebih baik aku mengingkari janji itu. Aku akan tenang dengan melihatmu hidup dengan damai nantinya. Hiduplah, demi aku.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistake Of Love
Fanfiction'Kau tidak bisa memilih dimana dan kapan cinta itu akan datang. Kau juga tidak bisa memilih pada siapa kau akan jatuh cinta.' Itu hanya sebuah kalimat konyol yang dibisikkan sebagian besar orang. Pada kenyataannya, kau bisa memilih, siapa yang akan...
