Author POV:
Hidup Je Hyun tidak berubah. Ia tetap tersenyum, ia tetap pemarah dan terkadang ceria, ia tetap bersenang-senang dengan EXO dan kelima sahabatnya. Dia tetap menjadi Je Hyun yang dulu, hanya saja, yang berubah darinya hanyalah, tak ada Baekhyun di kehidupannya, tak ada tawa ceria Baekhyun yang mengisi hari-harinya, dan yang pasti, Je Hyun tak bisa lagi jatuh cinta.
Je Hyun tertawa kecil mendengar guyonan yang dilontarkan salah satu sobatnya, Hae Bi.
“Yak! Setelah ini kita akan kemana? Kelulusan hampir dekat, dan kita sudah harus punya kampus pilihan sekarang.” Ujar Soo Hyun sambil menyesap bubble pesanannya.
Rae Joon tampak berpikir, “Akh, aku bahkan tak berniat melanjutkannya. Kau tau, rutinitas itu sangat membosankan.”
“Itu karena kau tidak menikmatinya.” Komen Je Hyun.
“Betul sekali. Selama rutinitas sekolah, aku tetap bahagia kok.” Timpal Hae Bi.
“Tentu saja bahagia, kau selalu saja bermain dalam rutinitasmu.” Ejek Jin Hye kali ini.
Mereka tertawa bersama karena ejekan itu. Tanpa sadar, langit sudah mulai memerah, tanda senja sudah tiba.
“Ini sudah senja. Ayo, kita pulang. Oh, dan Kim kembar, malam nanti aku akan ke rumahmu. Rumahku sepi sekali kau tau.” Ujar Hae Bi kepada si kembar, Ji Hyun dan Je Hyun.
“Kenapa tidak kau ajak saja Sehun oppa?”
“Sehun itu sudah pasti akan datang nanti malam. Tapi aku ingin menggosip hari ini.”
“Dasar gila!”
“Hahaha..”
Kediaman Kim, 8 malam:
Hae Bi sudah tiba di depan rumah Je Hyun, tentunya dengan Sehun sebagai pengiringnya. Hae Bi langsung saja membunyikan bel rumah itu. Tak menunggu waktu lama untuk Ji Hyun membukakan pintunya.
“Oh, ada Sehun oppa juga?” ujar Ji Hyun membukakan pintu lebih lebar.
Sehun tersenyum tipis, “Apa ada Kai?”
Ji Hyun mengangguk, “Hm, oppa. Masuklah. Kai oppa ada di kamarnya.”
Hae Bi dan Sehun masuk ke rumah. Sehun langsung saja menaiki tangga untuk ke kamar Kai. sedangkan Hae Bi langsung merebahkan dirinya di ruang keluarga, tepat di samping Je Hyun yang sedang menonton.
“Dimana Appa dan Eomma?” tanya Hae Bi.
“Appa dan Eomma, sedang ada perjalanan bisnis.” Sahut Je Hyun. Sedangkan Ji Hyun sudah hilang ke dapur untuk mempersiapkan cemilan.
“Ji Hyun-ah, kau tak perlu repot-repot. Sediakan makan malam juga boleh.” Kemudian Hae Bi cekikikan setelah mengatakannya.
Ji Hyun memasang suara sinisnya, “Kau ini benar-benar, aku tidak repot sama sekali menyiapkannya. Kupikir sahabatku mau menolong mempersiapkannya.”
“Yak.. aku ini bukan sebagai sahabatmu sekarang. Aku adalah tamu disini.” Cengir Hae Bi.
Je Hyun memutar matanya malas, “Terserahmu saja.” kemudian mereka tertawa pelan bersama.
Kemudian hening sesaat. Hae Bi larut dalam tontonan komedi yang sedang disiarkan. Sedangkan Je Hyun malah berpikir sebaliknya, “Em, Hae Bi-ah, bagaimana kabar Baekhyun?”
Hae Bi sepenuhnya memusatkan perhatian pada Je Hyun, “Dia, dia baik-baik saja. kenapa?”
Je Hyun teringat akan pesan Baekhyun yang mengatakan agar ia tak mencaritau keberadaan Baekhyun sedikitpun, “Tidak. Tidak ada. Aku hanya ingin tau saja.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistake Of Love
Fiksyen Peminat'Kau tidak bisa memilih dimana dan kapan cinta itu akan datang. Kau juga tidak bisa memilih pada siapa kau akan jatuh cinta.' Itu hanya sebuah kalimat konyol yang dibisikkan sebagian besar orang. Pada kenyataannya, kau bisa memilih, siapa yang akan...
