CHAPTER 59

17 1 0
                                        

Author POV:

Tidak ada lagi yang disembunyikan oleh Sehun dari Kai. Mereka sudah menerima satu sama lain kenyataan itu. Tapi karena itu juga, setiap harinya, Sehun harus menahan luka sendirian karena melihat Kai dan Hae Bi bersama. Ia tidak bisa menghindar dari Hae Bi, karena gadis itu masih selalu menghubunginya meski ia sudah memiliki Kai. Dan menolak bukanlah hal yang bisa Sehun lakukan, karena gadis itu masih belum mengetahui perasaan yang terkubur jauh dalam hati Sehun.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Hae Bi pada Sehun yang menatapnya dalam.

Sehun menggeleng, “Aku hanya ingin menatapmu, itu saja.”

“Tatapan itu sangat berbeda, Oh Sehun. Aku merinding melihatnya.”

“Tidak ada perbedaan sama sekali. Kau hanya tidak menyadarinya, aku selalu menatapmu seperti ini.”

Hae Bi diam sejenak, “Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?”

Ada, Hae Bi-ah. Sangat banyak!

Sehun menggeleng, “Tak ada.”

Hae Bi mengangguk dan kembali pada HP-nya. Mereka sedang menikmati waktu santai di ruang keluarga Hae Bi. Hanya ada Sehun dan Hae Bi hari ini. Kai sedang ada urusan mendadak.

Sehun masih juga menatap Hae Bi dalam. Dengan cepat ia menghadapkan wajah Hae Bi ke arahnya dan mencium kening gadis itu lama.

DEG!

Hanya itu yang bisa Hae Bi rasakan. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Tidak seperti Byun Hae Bi yang biasanya, ia merasa lebih gugup hanya karena ciuman dari Sehun yang sebenarnya adalah hal yang biasa mereka lakukan sebagai tanda persahabatan. Namun kali ini berbeda. Seolah ada sesuatu yang berusaha disampaikan Sehun melalui sentuhan itu.

Barulah Sehun menjauhkan kembali wajah mereka. Hae Bi membuka matanya yang tadi sempat tertutup. Dia sedikit mendongak menatap lelaki yang sudah bersahabat dengannya selama 10 tahun itu dengan sedikit kebingungan.

“Ada apa?” tanya Hae Bi.

Bukannya menjawab, Sehun malah memeluk Hae Bi erat, tak membiarkan gadis itu mendengar suaranya yang goyah. Hae Bi merasa khawatir, “Sehunie, kenapa kau seperti ini?”

Sehun masih diam sejenak, tapi kemudian ia bersuara sangat pelan, “Aku merindukanmu.”

Hae Bi diam tak mengerti, “Kita sedang bersama sekarang, lalu apa yang kau rindukan lagi?”

“Semuanya.”

Hae Bi tak lagi bertanya. Ia hanya diam, kemudian dengan perlahan menggerakkan tangannya untuk mengelus punggung Sehun yang tegap itu. Hae Bi tak tau apa yang terjadi, tapi ia mengerti, Sehun sedang memiliki sesuatu yang berat untuk ia tanggung sendirian.

“Malam nanti, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku akan menjemputmu.” Ujar Sehun.

“Apa itu sesuatu yang sangat penting?”

Sehun diam sejenak, “Ya, penting. Sangat penting.”

Hae Bi mengangguk dengan senyuman manis. Membuat Sehun merasa gemas kemudian mengacak rambut gadis itu.

......

Malam hari tiba dengan cepat. Sehun sudah menjemput Hae Bi, dan gadis itu pun ia bawa ke sebuah taman yang mungkin tidak terlalu cocok untuk image taman yang sebenarnya. Sehun hanya menggenggam tangan Hae Bi erat, mengajak gadis itu berjalan dengan hembusan angin malam musim gugur yang terasa menusuk tulang. Tapi Hae Bi tak merasa kedinginan lagi kali ini. Karena jaketnya menyelimuti tubuh mungilnya saat ini.

Mistake Of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang