"Lo yakin mau nerima Chaeyeon, Niel?" tanya Minhyun ragu.
Setelah mengantar Sejeong pulang dan memastikan istrinya itu bisa beristirahat di rumah, Daniel kembali ke kantornya dan membicarakan soal Chaeyeon dengan Minhyun.
"Hm," angguk Daniel santai.
"Tapi, Niel, emangnya lo gak curiga atau apa gitu, tiba-tiba dia datang buat minta kerjaan sama lo?"
"Gue tau maksud lo. Tapi gue nerima dia buat nemenin lo ke Amerika nanti, Min. Baikan gue?"
"Hah?" Minhyun menganga.
Daniel tertawa sebentar, dan detik berikutnya wajahnya langsung berubah serius.
"Detektif Yoon udah kasih tau gue siapa pelaku yang nyoba nyerang gue sama papa. Itu Presdir Cho, mantan bosnya Chaeyeon. Atau mungkin masih jadi bosnya Chaeyeon. Gue yakin Presdir Cho ngirim dia buat mata-matain perusahaan kita"
Minhyun manggut-manggut membenarkan.
"Ya terus kenapa lo nekat nerima dia kerja di sini. Bukannya itu sama aja lo bunuh diri?"
"Karna itu gue mau ngirim dia bareng lo ke Amerika, ya setidaknya dia gak bikin masalah untuk satu bulan ke depan. Sekalian kita korek informasi soal presdir Cho dari dia"
"Lo yakin dia bakal buka suara?"
"Itu tugas lo"
"Kok gue?"
"Lo bikin dia jatuh cinta sama lo"
"Wah soak otak lo, Niel. Ya kali gue bisa bikin jatuh cinta anak gadis orang segampang itu. Mending lo suruh gue bikin lagu sebanyak-banyaknya," protes Minhyun sambil geleng-geleng pusing. Gak ngerti lagi dia jalan pikiran si bos yang satu itu.
"Cinta itu bikin lemah, Min. Ya siapa tau setelah dia jatuh cinta sama lo, dia jadi beneran ninggalin presdir Cho"
Minhyun masih geleng-geleng. Dia natap Daniel takjub sekaligus gondok. Enak bener si bos ngomongnya!
"Terus gimana caranya aing bikin dia jatuh cinta, Pak Daniel yang terhormat?" gemas Minhyun.
"Ya lo bikinin dia lagu kek, lo pamer roti sobek lo kek"
"Minta dikatain emang lo!"
Daniel tertawa-tawa puas.
"Kan sekalian biar lo gak jomblo lagi, Min. Tuh, perhatian kan gue. Kapan lagi coba lo bisa dinas bareng cewek cantik," Daniel menaik-turunkan alisnya, menggoda sahabatnya itu.
Minhyun memijat pelipisnya. Untung bos sendiri, kalau gak..
"Tapi kalau gue gak berhasil?" tanya Minhyun kemudian.
"Bukan rejeki lo berarti"
"Kalau malah jadi gue yang jatuh cinta?"
"Lo yang gue pecat!"
ººº
"Hubby!" panggil Sejeong. Langkahnya sedikit berlari menghampiri Daniel.
Tadinya Sejeong memang sedang mengobrol dengan salah satu stafnya, lalu Daniel meninggalkannya karna melihat Chaeyeon sedang membereskan barang-barang Pak Lee.
Sejeong langsung menggandeng lengan Daniel erat, melihat ada seorang wanita cantik yang sedang berbicara dengan suaminya.
"Hubby, dia siapa?" Sejeong menanyai suaminya.
"Ah, yang, ini Jung Chaeyeon. Dia pegawai baru di sini"
Sejeong hanya ber-oh ria, kemudian menyodorkan tangannya untuk disalami.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Husband
Fanfiction[sequel My Handsome Producer] "Kamu itu seperti es krim, dingin tapi manis" 18+
