Sana pingsan.
Dahyun mondar-mandir didepan ranjang sembari menggigit jari. Sesekali ia menyentuh tangan Sana hendak memastikan apa ada tanda-tanda siuman. "Jeong!" Batin Dahyun mulai mempersalahkan.
Beberapa menit kemudian, Dahyun melihat Sana menggerakkan kelopak matanya. Si korban obat perangsang itu siuman.
"Dub?" Suara Sana terdengar parau.
"Iya!" Raut wajah Dahyun terlihat begitu gelisah dan panik. "Lo gak kenapa-napa kan?"
"Gue pengen......"
Sana melontarkan kalimat itu lagi, membuat Dahyun mendesis.
"Pengen?"
"Gue pengen......" Sahut Sana pelan "Pengen makan ramyun!"
"Ra..ramyun?" Dahyun menelan ludah.
Sana menganggukan kepala seraya memasang raut wajah manja.
"Oke bentar"
~~
Sana melayap ramyun hanya dalam beberapa kali suapan. Dahyun ternganga sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Selang beberapa menit setelahnya, Sana kembali meminta sesuatu.
"Dub, Gue pengen!"
"Pengen apa?"
"Pengen makan Soup!"
"Makan?" Dahyun memberi jeda, "Soup?"
Sana mengangguk manja.
"Yaudah bentar"
~~
Sana kembali melahap Soup seperti sedang mengikuti lomba makan. Ia menyeka mulutnya lalu bersendawa merdu. Dahyun sempat menyorotinya dengan tatapan jijik.
"Dub,,, pengen...." Untuk ketiga kalinya Sana melontarkan kata itu membuat Dahyun menyeringai.
"Pengen?" Dahyun menghela nafas berat. "Lagi?"
Sana kembali mengangguk manja.
"Pengen apa lagi Na?" Keluh Dahyun.
Kali ini Sana menunjuk bibirnya. Dahyun mulai menerka-nerka maksud dari gerakan jari Sana yang seolah mengartikan Sana ingin sesuatu dibibirnya. Dahyun pun asal menebak.
"Lipstik?" Dahyun melongo. "Jangan bilang........
Lo mau makan lipstik?" Suara Dahyun melengking tinggi. Entah mengapa tebakan konyol itulah yang terbesit dikepala Dahyun.
Sana menapis kepala Dahyun, dan kembali menunjuk bibirnya tanpa menyebutkan maksudnya.
Si Sana mau main tebak-tebakan kali ya. Ribet juga tuh anak!
"Apa sih Na, gak jelas deh!"
"GUE PENGEN......."
*Huuueeeeeeeeeeeeeeeghk*
Sana memuntahkan isi perutnya.
Ohhhh. Jadi maksudnya Sana menunjuk bibir itu karena ia sedang menahan muntahan. Kirain, minta dicium Dahyun!
Rasanya Dahyun ingin membelah kepala Sana saat itu juga. Sikap Sana benar-benar membuat Dahyun gemas.
Segala sumpah serapahan kini memenuhi ruang batin Dahyun. "OBAT SIALAN!"
Dahyun khilaf.
**
Keesokan harinya,
Dahyun mencari biang keladi pemberi Obat Perangsang palsu. Ia meneliti setiap sudut kampus. Tidak ada sosok Jeong disekitar sana.
Kemana perginya Jeong?
Tentulah ia sedang mencari pertolongan demi menghindari ajal yang sekarang sedang mendekat kearahnya.
Sana. Ya, Sana satu-satunya tempat penghindaran yang ampuh bagi Jeong.
"Na!" Nafas Jeong ngos-ngosan. "Bantu Gue!"
"Bantu kenapa?" Sana memasang wajah panik. "Kok Lo ketakutan gitu? Lo dimarahin dosen?" Tanya Sana serius.
Jeong menggeleng.
"Gue mau dibunuh Na. Bantu Gue please!"
"Bu..bunuh?" Suara Sana melengking tinggi memenuhi sudut kantin.
Jeong ngangguk-ngangguk.
"Siapa yang mau ngebunuh Lo?" Baru saja Sana menanyakan siapa pelakunya, angin murka seakan membawa Dahyun muncul tepat dibelakang Sana.
Dan apalagi yang hendak dilakukan Dahyun selain memulai keributan dengan sahabatnya itu perkara kejadian semalam.
"Lo mainin Gue?"
"Sorry Dub, Gue gak sengaja beneran!" Jeong meremas pergelangan tangan Dahyun seraya memohon pengampunan. "Gue gak tau kalo itu obat perangsang nafsu makan!" Kata Jeong jujur.
Dahyun ingin sekali mendaratkan pukulan indah diwajah Jeong, namun Chaeng yang selalu menjadi jembatan perdamaian berusaha menghalau kedua sahabatnya itu agar tidak terjadi pertumpahan darah.
"Udahlah Dub. Lagian Sana gak kenapa-napa kan sekarang!?" Bela Chaeng.
"Oke. Kali ini Gue maafin, tapi kalo sampe tu anak beneran kenapa-napa semalam, Sumpah......
Gue cungkil mata Lo!" Ancam Dahyun.
Entahlah, saat itu Dahyun sedang terbawa emosi. Ia mungkin lupa atau tidak perduli kalau objek yang mereka pertengkarkan itu ada didepannya.
Sana membeo seraya merenungkan kejadian semalam.
Dan tak menunggu jeda lagi,
*Bukkkkkk*
Sana menapis kepala Dahyun membuatnya meringis kesakitan.
"Jadi Lo beneran mau ngeracunin Gue?"
_____
KAMU SEDANG MEMBACA
WW
Romance"Dua hati yang bertaut dalam ketidakpastian antara... Apakah mereka akan tetap Bersama atau Berpisah?!"
