55. Kepergian Clarissa

1.6K 49 6
                                        

Silahkan beri vote dan komentar😘

Author POV.

Keesokan paginya, Clarissa menjinjing barang-barang miliknya dan adiknya. Tidak banyak, hanya barang-barang yang dianggap penting saja.

Barang-barang tersebut diletakkan didalam tas besar. Satu buah tas besar sudah cukup untuk menampung barang miliknya dan Cheril.

Tak hanya Clarissa dan Cheril yang berkemas, kedua orang tua angkat Clarissa ikut berkemas. Mereka berdua akan berpindah Rumah yang lebih besar dan nyaman.

"Semua sudah siap, ayo kita berangkat."

Fernan mengangguk, lalu Clarissa, Fernan, Cheril, Ayesha dan Dika sudah masuk kedalam mobil. Begitu mobil Fernan berjalan, Raihan mengikutinya dari belakang menaiki sepeda motor miliknya. Berhubungan didalam mobil sudah tidak muat, Ia memutuskan untuk memisahkan diri sambil membawa motornya.

Tiga puluh lima menit dalam perjalanan. Tibalah mereka disebuah Rumah besar yang sangat mewah. Ayesha dan Dika terkagum-kagum dengan Rumah pemberian Clarissa itu.

"I-ini rumahnya?" Tanya Ayesha sambil menunjuk kearah Rumah berlantai dua dengan halaman yang megah, terdapat taman dan kolam renang disana. Bahkan digarasi sudah terdapat satu unit sepeda motor.

Clarissa mengangguk sambil tersenyum.

"Nak, kami sangat-sangat berterima kasih sekali. Sebelumnya kami mengidam-idamkan Rumah sebesar ini. Namun rasanya sangat musatahil. Tapi akhirnya Allah mendengarkan doa Ayah. Terima kasih Nak terima kasih." Ujar Dika terkagum-kagum.

"Anggap aja ini sebagai pembalasan dari Clarissa atas kebaikan kalian. Rumah ini pemberian dari Dady, dia juga sangat berterima sekali sudah menjaga Clarissa selama di Indonesia."

Raihan yang baru sampai pun ikut terkagum dengan kemawahan Rumah tersebut. Speda motor miliknya segera diparkirkan dan Ia turun berjalan menuju Clarissa.

"Mewah sekali Clar."

Clarissa yang menyadari seseorang mengajaknya bicara, Ia menoleh dan tersenyum. "Rai, kamu kalau mau main kesini ataupun nginep juga nggak apa-apa. Tolong jaga Ibu dan Ayah ya. Entah kapan aku bisa kembali kesini untuk bermain saja."

Wajah senang Raihan memudar seketika mendengar perkataan Clarissa yang membuatnya sedih. Ia teringat akan Clarissa hari ini akan meninggalkan Indonesia dan orang-orang terdekatnya.

"Kamu jangan sedih lagi ya. Kalau kamu sedih, aku nggak tenang saat kembali ke London."

Dengan pernyataan yang sangat berat, Raihan menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya. Senyum dibibirnya kembali memancar. "Iya Clarissa."

Senang mendengarnya ketika Raihan sudah mendengar perkataannya.

"Ayah sama Ibu nggak perlu capek-capek beres-beres Rumah. Dady sudah mengirimkan dua asisten rumah tangga dan satu satpam disini." Clarissa berjalan kedalam mobil dan mengambil sebuah koper kecil berisikan uang yang berjumlah sangat banyak. "Ini sejumlah uang untuk menambahkan modal untuk jualan atau buka usaha apapun. Clarissa minta uang ini tolong dipakai ya."

Orang tua angkat Clarissa tidak menyangka, dihari dimana mereka sebentar lagi akan berpisah, mereka mendapatkan rezeki nomplok hari ini.

"Tidak Nak terima kasih. Kamu sudah cukup banyak memberikan semua pada kami."

Ayesha gemetar tidak menyangka ketika koper tersebut diberikan padanya.

"Nggak Nak, ini terlalu banyak untuk kami. Kamu bawa pulang ke Rumah aja." Ucap Ayesha sambil menyodorkan koper tersebut.

C&D [Selesai]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang