Liao yang tengah memejamkan matanya merasa terusik dengan seseorang yang menghalangi sinar matahari. Perlahan, Liao membuka kedua matanya. Butuh beberapa saat untuk mengetahui siapa yang mengusik istirahatnya. Rupanya Verno.
"Ada apa?" tanya Liao dengan malas. Ia menegakkan tubuhnya agar bersandar dengan nyaman pada kursi kayu yang tengah ia duduki.
"Kau masih ingin bertemu Ibumu?" Liao mendengus. Pertanyaan itu tentunya sudah Verno ketahui jawabannya. Namun ia tidak tahu, kenapa pria di depannya malah menanyakan hal itu lagi.
"Kau sudah tahu jawabannya, Verno. Tentu saja aku sangat ingin bertemu," ujar Liao sinis. Verno menghela nafas panjang. Raut wajahnya terlihat seperti ia yang bingung harus berkata apa. Seolah ucapannya nanti, akan berdampak buruk pada gadis di depannya.
"Ada apa? Kenapa kau bertanya hal itu, hm?" Verno menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia jelas terlihat bingung. Namun, Liao harus tahu.
"Ikut aku ke kota. Kau akan bertemu dengan Ibumu." Mendengar ucapan itu, tentu saja tak ayal membuat Liao tersenyum haru. Setelah sekian lama, akhirnya ia mendapat keajaiban dengan bertemu dengan Ibunya. Ia benar-benar senang.
Tanpa mempedulikan raut bingung Verno, ia menarik tangan pemuda itu agar segera sampai di kota. Ia ingin segera bertemu Ibunya.
Namun, keajaiban yang dipikirannya adalah sebuah berita baik. Kebahagiaan yang beberapa saat lalu ia rasakan langsung hilang begitu saja. Di depannya, dengan jelas ia melihat Ibunya. Ya, Ibunya berada di atas papan kayu tinggi sehingga dapat dengan jelas dilihat oleh banyak orang yang tengah berkumpul mengelilinginya.
Di sana, dengan kedua tangan yang terikat tali, serta kepala yang disandarkan di atas kayu. Ibunya terlihat pasrah pada apa yang akan terjadi. Melihat semua itu, tubuh Liao melemas. Jika saja Verno tidak ada di sebelahnya dan menahan tubuhnya, mungkin ia sudah jatuh saat ini juga.
Liao tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi. Ia tidak mengerti kenapa orang-orang disekitarnya bersorak seolah bahagia dengan apa yang Ibunya alami. Liao benar-benar tidak mengerti. Ia bahkan tidak tahu, darimana Ibunya memakai pakaian seorang pelayan Istana.
"Tenangkan dirimu, Liao." Liao menoleh lemah ke arah Verno, sehingga terlihat jelas jejak air mata di kedua pipinya.
"A-aku...,"
"AAAARKH!!"
"I-ibu," gumam Liao pelan. Tubuhnya bergetar kuat saat melihat kepala Ibunya yang menggelinding di atas tanah. Liao benar-benar kehilangan suaranya. Di telinganya, hanya terdengar suara teriakkan bahagia dari orang-orang sekitar. Membuat Liao semakin tersedu.
Verno langsung memeluk erat tubuh Liao. Diusapnya dengan lembut punggung Liao. Ia tahu, Liao tidak baik-baik saja dan membutuhkan dukungan seseorang. Dan ia, benar-benar menganggap Liao sebagai saudaranya.
Tidak jauh dari tempat keduanya berada, seorang pria berpakaian bangsawan dengan topeng yang menutupi sebagian wajahnya itu, tengah menatap ke arah Verno dan Liao dengan lekat.
Ada rasa sakit di dalam dadanya ketika melihat hal itu. Bahkan kedua tangannya mengepal dengan sangat erat. Namun apa daya, ia tidak bisa berbuat apapun. Ia sadar, ini juga kesalahannya secara tidak langsung. Meski sejujurnya, ia ingin di sana. Berada di posisi Verno yang mana bisa memeluk erat gadisnya itu. Gadis yang selama ini ia rindukan kehadirannya.
"Pengkhianat tetaplah pengkhianat. Bukan begitu, pangeran?"
Kepalanya menoleh ke arah Perdana Mentri. Pria yang paling tidak disukainya. Ia hanya mendengus pelan dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Jangan sampai, gadisnya juga menjadi sasaran pria tua licik itu untuk menjadikannya lemah. Ia harus waspada.
* * * * To be Continued * * * *
Menuju last chapter sesungguhnya.
Serius!?
Seribu rius juga berani.
Jangan lupa vote, komen, dan share cerita ini ya guys ^^
September 5, 2019
Fialesflo
KAMU SEDANG MEMBACA
Sword [THE END]✓
FantasiKisah antara seorang Pangeran dan seorang gadis dari desa. Satu takdir yang mempertemukan mereka, menjadi awal munculnya dua takdir yang berbeda. "Kita berada di takdir yang berbeda, Pangeran." Zean terdiam. Matanya langsung menatap lekat Liao, deng...
![Sword [THE END]✓](https://img.wattpad.com/cover/168832726-64-k752389.jpg)