“wish you were here with me”
"JADI KAYAK GINI KAMU SEKARANG?! SEMENJAK TINGGAL SENDIRI BUKANNYA TAMBAH MANDIRI MALAH JADI TAMBAH MALAS-MALASAN KAYAK GINI?!"
PLAK!
"SEJAK KAPAN KAMU JADI ANAK NAKAL KAYAK GINI MAUREL?! APA AYAH PERNAH NGEDIDIK KAMU BIAR JADI KAYAK GINI HAH?! GAK PERNAH KAN?!"
"SEMINGGU LEBIH KAMU BOLOS SEKOLAH SAMA BIMBEL! MEMANGNYA KAMU GAK MIKIR KALO NYARI UANG BUAT NYEKOLAHIN KAMU ITU CAPEKNYA MINTA AMPUN! AYAH UDAH KASIH YANG TERBAIK BUAT KAMU TAPI APA BALASANNYA?!"
PLAK!
"JAWAB MAUREL KAMU PUNYA MULUTKAN?!"
"JAWAB!"
Maurel hanya bisa diam sedari tadi ia diteriaki dan juga ditampar oleh ayahnya beberapa kali. Ia hanya bisa diam sambil menunduk menahan suara tangisannya agar tidak pecah. Ia benci terlihat lemah dihadapan orang tuanya.
"JAWAB MAUREL!"
Maurel lalu memberanikan diri untuk mendongakkan kepalanya. Ia menatap ke arah wajah ayahnya dengan mata yang sudah memerah karena menangis.
"Maurel capek yah! Maurel capek terus hidup ditekan sama ayah sama bunda! Maurel juga gak masuk sekolah sama bimbel gara-gara kecapekan! Apa ayah peduli soal hal itu?!"
PLAK!
"UDAH BERANI SEKARANG NGEBENTAK AYAH KAMU SENDIRI?! LAGIAN KALAU KAMU EMANG BENERAN SAKIT KENAPA GAK HUBUNGIN AYAH ATAU BUNDA?! KAMU ITU KEBANYAKAN ALASAN MAUREL!"
"Ayah kenapa gak pernah mau denger penjelasan Maurel? Maurel capek hidup kayak gini terus.. Maurel juga pengen nentuin hidup Maurel sendiri.."
PLAK!
"DASAR ANAK GAK TAU DIRI YA KAMU! SYUKUR-SYUKUR KAMU ITU AYAH ARAHIN BIAR KAMU ITU JADI ORANG YANG BERHASIL!"
"OTAK KAMU DISIMPEN DIMANA HAH?!" teriak Minho sambil mendorong kepala Maurel dengan telunjuknya.
Pandangan Minho lalu terarah pada kedua tangan Maurel yang banyak terdapat plester. Dengan kasar Minho lalu menarik kedua tangan Maurel. Ia juga mencabut plester-plester tersebut dengan kasar yang spontan membuat Maurel berteriak kesakitan.
"Sakit ayah.." lirih Maurel, ia juga tak habis pikir kenapa ayahnya bisa sesadis itu.
Minho menatap anak perempuannya itu dengan amarah yang sangat besar. Ia kembali menampar Maurel dengan sangat kasar sampai Maurel jatuh tersungkur ke lantai.
"KAMU BENER-BENER UDAH GILA YA?! KAMU UDAH KEHILANGAN AKAL WARAS KAMU SENDIRI?!"
Minho berjalan mendekat ke arah Maurel lalu menendangi Maurel beberapa kali.
"SEJAK KAPAN KAMU JADI SUKA SILETIN TANGAN KAYAK GITU?! KAMU MAU AYAH MASUKIN KE RUMAH SAKIT JIWA?!"
Maurel sudah tidak kuat lagi, bahkan untuk menangis kencang pun rasanya Maurel sudah kehilangan tenaga. Ia benar-benar merasa lemas sekarang, tenaganya sudah habis dipakai untuk menahan sakit yang diberikan ayahnya secara fisik maupun batin.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD HABITS✔
Fanfiction"..kok bisa ada bekas lipstik dipipi kamu ya?" "I-ini.. tadi ada tante aku dateng buat jenguk, biasa kalo tante dateng mah suka cium cium pipi." ujar Hyunjin sambil mencoba menghapus bekas lipstik yang ada dipipinya. Gue mendekat ke arah Hyunjin, ta...
