fifty nine #S2

2.6K 364 35
                                        

“You perfectly wrong for me, and that's why it's so hard to leave.”

Faktanya, diantara persahabatan dua orang antara laki-laki dan perempuan. Mustahil salah satunya tidak ada yang menyimpan rasa kagum atau nyaman berlebih. Pasti salah satu dari mereka ada yang merasakan hal tersebut.

Dan hal itu juga ternyata berlaku pada Minjoo. Ia kagum akan Hyunjin karena pesona pemuda itu berhasil membuatnya perlahan melupakan perasaannya yang selalu menggebu pada Jeno.

Minjoo juga mengagumi Hyunjin karena ternyata Hyunjin aslinya adalah sosok yang pengertian dan juga perhatian. Sayang sekali karena mantan Hyunjin malah telah memilih untuk menyia-nyiakan pemuda sebaik dan sesempurna Hyunjin pikir Minjoo.

"Oh iya btw aku boleh tau nama mantan pacar kamu gak? Soalnya kamu sering nyeritain dia tapi gak pernah sebutin namanya." ujar Minjoo ditengah-tengah obrolannya dengan Hyunjin yang tengah mendiskusikan tugas.

Hyunjin terdiam sebentar, ia lalu sadar bahwa selama ini ia memang jarang menyebut nama Maurel saat tengah menceritakan tentang gadis tersebut.

"Namanya Maurel."

"Boleh liat orangnya gak?"

"Tuh masih gue jadiin wallpaper."

Minjoo lalu mengambil ponsel Hyunjin dan menatapi gambar gadis yang berada pada wallpaper ponsel Hyunjin.

Tunggu dulu.. rasanya Minjoo sering melihat gadis ini.

Mata Minjoo kemudian membelalak kaget, bukannya gadis ini yang sering muncul pada story instagram dan juga postingannya Jeno?!

Perasaannya seketika memanas dan dadanya terasa sesak. Kenapa diantara banyaknya perempuan harus gadis ini juga yang menjadi mantannya Hyunjin?

"Lo kenapa?" tanya Hyunjin yang kebingungan melihat ekspresi wajah Minjoo.

Minjoo tidak langsung menjawab, ia terus terdiam dengan tangannya yang menggenggam erat ponsel Hyunjin.

"Jin, kayaknya aku sekarang udah mulai bisa ngelupain Jeno." ujar Minjoo out of topic yang membuat Hyunjin tambah bingung.

"Bagus dong, berarti tandanya lo gak bakalan stress lagi mikirin dia." tanggap Hyunjin.

Minjoo kemudian tersenyum kecil, "Kamu juga mau kayak aku gak? Belajar buat perlahan ngelupain mantan kamu itu."

Awalnya Hyunjin agak tertarik dengan saran Minjoo, tapi kemudian hati kecilnya menolak saran itu. Maurel sangat mustahil untuk ia lupakan dan ia juga tidak ingin melupakan gadis itu.

"Boleh tuh, emang caranya kayak gimana?"

Tapi bagaimanapun juga ia harus terus mencoba agar tidak terlalu memikirkan Maurel bukan?

Tapi bagaimanapun juga ia harus terus mencoba agar tidak terlalu memikirkan Maurel bukan?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BAD HABITS✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang