fifty #S1

4.1K 531 51
                                        

"Just let me go, forget everything about me."

"Hyunjin hari ini kok gak masuk ye lix?"

"Katanya dia sakit kena demam, barusan dia chat gue."

"Tumben bisa sakit juga tuh anak, dia kan anaknya jarang sakit."

Mendengar percakapan Changbin dan Felix dari arah belakang, Maurel yang tengah sibuk mencatat menjadi terdiam. Gadis itu menjadi sangat khawatir sekarang, pasalnya pasti Hyunjin terkena demam karena semalam pemuda itu terus nekat hujan-hujanan.

Pikiran Maurel mulai berkecamuk, Hyunjin akan sangat lemah saat pemuda itu tengah sakit. Pasalnya tidak ada orang rumah yang bisa merawat Hyunjin yang tengah sakit. Pasti pemuda itu kini tengah berjuang sendirian untuk merawat dirinya sendiri yang tengah sakit.

 Pasti pemuda itu kini tengah berjuang sendirian untuk merawat dirinya sendiri yang tengah sakit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"HACHII! HACHIII!"

Ini sudah yang keberapa puluh kalinya Hyunjin terus-terusan bersin. Tissue juga sudah banyak yang berceceran. Ia juga terus menggigil kedinginan dan kepalanya juga terasa sangat berat sekali.

Karena semalam ia terus nekat berdiri di depan rumah Maurel sampai larut, paginya saat ia bangun keadaannya langsung menjadi seperti ini. Ia langsung terkena demam dan flu.

Saat tengah sakit seperti ini, biasanya Hyunjin akan dirawat oleh Maurel. Gadis selalu setia menemaninya saat ia tengah sakit seperti ini. Tapi sepertinya.. kini semua itu telah menjadi memori. Mungkin Hyunjin tidak akan pernah mengalami hal itu lagi, meskipun ia sangat berharap Maurel akan datang kembali.

Untuk mengalihkan rasa sakitnya, Hyunjin terus memilih untuk terus tidur. Ia sama sekali tidak berniat untuk minum obat ataupun memanggil dokter. Ia memilih membiarkan saja kondisi tubuhnya yang tengah sakit.

Hyunjin memejamkan matanya berharap ia akan segera terlelap lagi, tapi nyatanya bayangan wajah Maurel terus saja memenuhi pikirannya. Bayangan saat gadis itu tengah merawatnya yang tengah sakit dulu terus saja memenuhi pikirannya. Saat gadis itu menyuapinya, saat gadis itu mengompresnya, saat gadis itu mengelus kepalanya, dan saat gadis itu memeluk dan menciumnya.

Sungguh bayangan itu tidak mau hilang yang membuat air mata Hyunjin perlahan menetes mengingat kini semuanya sudah berbanding terbalik.

Hyunjin benar-benar sangat merindukan Maurel. Ia terus berharap agar gadisnya itu mau kembali.

 Ia terus berharap agar gadisnya itu mau kembali

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BAD HABITS✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang