26. Tetangga Baru dan Rahasia Nattan

62.7K 8.7K 496
                                        

Navya meregangkan tangannya setelah bangun dari tidurnya. Kembali ke rumah 'hantu' mereka dan membuat sejoli itu melewati malam panjang. Terlebih untuk Navya, semalam mimpi buruk menghantui tidurnya. Tapi, karena Kalandra berinisiatif mengikat kaki mereka, Navya tidak sampai pindah dari tempat tidurnya. Pada akhirnya pasangan yang seharusnya masih berstatus pengantin baru itu tidak lagi tidur setelah tengah malam. Setelah subuh barulah mereka bisa tidur lagi. Semalam memang tidak ada suara aneh yang mereka dengar, tapi keadaan yang terlalu sunyi juga terasa menakutkan.

Navya melirik ke arah Kalandra yang masih terlelap, suara panggilan dari ponselnya membuat perhatian Navya beralih. Navya melihat layar ponsel pintarnya, dia langsung buru-buru mengangkat panggilan itu ketika nama Nattan tertera di layar.

"Abang dari mana saja? Dari kemarin aku hubungin kamu, tapi tak juga diangkat." Cerocos Navya bahkan sebelum lawan bicaranya menyapa 'halo'.

"Kamu ada di mana?" tanya Nattan memilih tidak menanggapi cerocosan Navya.

"Harusnya Vya yang tanya, dong, Abang di mana sekarang? Abang ke mana aja beberapa hari ini?" tanya Navya balik.

"Abang di rumah kita, kamu ke sini sekarang, kita harus bicara," ucap Nattan terdengar lelah.

"Abang gak apa-apa?" tanya Navya mendengar suara abangnya yang tidak biasa.

"Datang aja ke sini, Vy. Bareng Kalandra juga. Kita bicara di sini," ucap Nattan dan langsung menutup telepon tanpa kata-kata pamitan terlebih dahulu.

Navya menggelengkan kepalanya bingung mendengar ucapan Nattan. Wanita itu melirik ke arah Kalandra yang masih tidur pulas. Navya menepuk pipi pria itu untuk membangunkannya. Beruntung Kalandra bukan tipe orang yang sulit untuk di bangunkan. Dengan beberapa kali tepukan di pipinya, pria itu langsung terbangun.

"Ada apa?" tanya Kalandra malas sambil meregangkan tubuhnya persis kucing yang baru bangun tidur.

"Sudah jam delapan, Bang Nattan minta bertemu," jawab Navya seraya bangkit menuju kamar mandi.

Wanita itu mampir dulu ke lemari untuk membawa baju ganti, sebelum melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi. Navya membuka pintu menuju kamar mandi dan langsung mundur ketika melihat lantai kamar mandi yang basah seolah baru saja digunakan. Padahal seingatnya dia dan Kalandra terakhir kali ke kamar mandi adalah subuh tadi.

"Kenapa?" tanya Kalandra berjalan mendekat sambil menggaruk kepalanya. Jangan tanyakan bagaimana penampilan Kalandra, karena siapa pun tahu orang ganteng pun pasti terlihat jelek jika bangun tidur apalagi orang biasa saja seperti Kalandra.

"Lantai kamar mandinya basah," jawab Navya.

"Lah, lantai kamar mandi memang biasanya juga basah kan. Aneh-aneh aja," ucap Kalandra mendahului masuk ke kamar mandi.

Tidak berapa lama Kalandra kembali keluar dari kamar mandi dengan mata yang terbuka lebar.

"Kau benar ... ada yang menggunakan kamar mandi selama kita tidur," ucap Kalandra serius.

"Kita terakhir mandi kemarin pagi, kan? Dan seingatku kita tidak menggunakan bathtub," ucap Kalandra.

"Ck ... sudah kubilang ada yang aneh, susah banget percaya padaku," omel Navya.

"Dan berhenti menggunakan kata 'kita' untuk urusan di kamar mandi, itu terdengar aneh," omel Navya lagi.

"Kenapa? Bukankah kita dan kamar mandi tidak terpisahkan?" goda Kalandra merajuk pada kejadian memalukan mereka di masa lalu.

"Awas ... aku akan mandi," ucap Navya mendorong Kalandra.

"Apa kau tidak takut mandi sendiri? Perlu kutemani?" goda Kalandra lagi yang dihadiahi bantingan pintu oleh Navya. Beruntung Kalandra tidak memiliki hidung mirip perosotan, jadilah dia selamat dari benturan pintu. Navya dan Kalandra masih muda, di situasi apa pun, mereka terkadang masih sempat saling menggoda dan bercanda.

Paradise GardenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang