55. Berada di Tempat yang Sama

54K 8.2K 750
                                        

"Mama, Papa, Bunda sama Ayah, sebaiknya kalian pulang saja," ucap Kalandra tidak tega melihat dua pasangan paruh baya itu jika harus menginap menunggui mereka di rumah sakit setiap hari. Kalandra tahu, tidak mudah bagi kedua pasangan paruh baya itu menghadapi semua ini. Kehilangan anak mereka dengan cara yang menyakitkan dan melihat anak-anak mereka yang lain terluka pasti menjadi pukulan berat untuk mereka. Di usia mereka sekarang, harusnya mereka hidup tenang dan bahagia, bukan malah hidup dalam kekhawatiran akan nasib anak-anak mereka.

"Aku dan Navya sudah membaik, di luar juga ada perawat yang bisa kita mintai tolong," ucap Kalandra menenangkan kekhawatiran mereka.

Navya tidak banyak bicara, meskipun sebenarnya dia takut untuk ditinggalkan, tapi dia juga merasa kasihan pada kedua orang tua dan mertuanya. Menjaga pasien di rumah sakit untuk orang seusia mereka pastilah tidak mudah. Apalagi dengan keadaan mereka yang pasti jauh dari baik-baik saja setelah kepergian Nitya dan Ganes. Kata orang, orang tua yang ditinggal mati oleh anaknya akan merasa jauh lebih sakit daripada anak kehilangan orang tua, atau seseorang yang kehilangan pasangannya. Akan lebih baik bagi mereka untuk berlibur, mengalihkan kesedihan daripada terus menunggu anak mereka yang sakit dengan penuh rasa kecemasan.

Navya juga tidak bisa menutup mata melihat kedua orang tuanya yang berwajah lebih pucat dari biasanya. Navya meraih tangan ibunya yang duduk di samping ranjang rumah sakit yang dia tiduri.

"Kalandra benar, Ma. Mama dan Papa harus pulang, istirahatlah yang benar di rumah untuk malam ini," pinta Navya menggenggam tangan ibunya.

"Lihat penampilan Mama di kaca, kalau Mama terus begadang nungguin Vya, keriput mama bisa bertambah. Nanti pas arisan keluarga disangkanya Mama kakaknya Bude Nisa loh, Mama gak mau kan?" tanya Navya setengah bercanda. Melihat ibunya yang mendadak tenang seperti ini membuat Navya tidak senang. Dia lebih suka ibunya yang riweuh dari pada seperti ini.

"Mama akan menemani kamu di sini," ucap Sartika sama sekali tidak tergoda oleh godaan putrinya.

"Pa? Ajak Mama pulang gih," pinta Navya pada sang ayah. Navya juga tidak tega pada ayahnya. Keadaan kesehatan ayahnya juga pasti semakin menurun karena keadaan sekarang. Pria itu pasti memaksakan diri agar bisa menjaganya dan ibunya.

"Papa juga mau temenin Vya di sini," ucap pria paruh baya itu.

"Papa ... aku gak mau lihat Papa sakit lagi, jadi pulang ya sama Mama. Vya baik-baik saja kok sekarang, ada Kalandra juga di sini yang bisa jagain aku."

"Iya jeng Sartika, jeng Sartika sama mas Darren pulang saja hari ini, biar saya dan suami saya yang jaga Navya dan Kalandra," ucap Dewi menanggapi ucapan Navya.

"Enggak, kalian semua harus pulang biar kita di sini berdua saja," ucap Kalandra.

"Malam ini Nattan yang akan jaga dua anak ini," ucap Nattan tiba-tiba masuk ke dalam ruang perawatan kelas satu itu.

"Chandra juga," ucap Chandra yang tiba-tiba ikut nongol di belakang Nattan. Sepertinya mereka tidak datang bersamaan karena Nattan terperanjat kaget saat melihat Chandra tiba-tiba saja ada di belakangnya.

Setelah perdebatan alot, akhirnya para orang tua mau pulang dan membiarkan Nattan juga Chandra yang menjaga pasangan yang sakit itu. Setelah orang tua pergi, Kalandra membuka selimutnya dan meminta bantuan Nattan untuk turun dari ranjangnya dan duduk di kursi rodanya.

"Emang mau ke mana sih?" tanya Nattan heran saat Kalandra mulai menjalankan kursi rodanya.

"Mau pindah ke ranjangnya Navya," jawab Kalandra tanpa dosa membuat Nattan melotot tidak percaya. Untung saja Kalandra sedang sakit, kalau sehat sudah habis kepala Kalandra dia uyel-uyel.

Paradise GardenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang