Namanya Arianto Pradana, usianya masih 25 tahun dan sudah tiga tahun menjadi penjaga keamanan di Paradise Garden. Tepatnya, pria muda itu mulai bergabung dengan Paradise Garden baru sejak perumahan mulai berpenghuni. Pria itu berasal dari luar pulau, kecil kemungkinan Arianto mengenal seluk-beluk perumahan dengan baik karena dia mulai kerja setelah perumahan berdiri. Sementara ruang rahasia dan terowongan di bawah tanah itu, sepertinya sudah dibangun sebelum perumahan ini berdiri lengkap. Dari tahun pria itu mulai bekerja pun sudah dipastikan tidak mungkin dia pelakunya, karena salah satu tengkorak yang diambil dari ruangan rahasia itu, dipastikan ada yang sudah berusia hampir 10 tahun lalu.
Secara bentuk fisik apalagi dari bagian belakang tubuh, memang mereka terlihat mirip, tapi nampak depan tidak ada kemiripan sama sekali antara mereka. Arianto memiliki wajah lokal dan sama sekali tidak ada sari-sari wajah ala Korea. Beda jauh dengan sketsa wajah yang dibuat dari orang yang dilihat Kalandra.
Navya dan Kalandra ditempatkan di kamar yang sama sekarang, keduanya perlahan membaik secara fisik. Untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka terutama mental Navya, mereka tidak bisa membicarakan kasus itu di depan Navya. Fisik Navya yang mulai membaik tidak sejalan dengan kesehatan mentalnya, karena trauma akibat apa yang terjadi padanya. Navya sering mendadak ketakutan dan mengatakan jika orang itu ada di sini. Pihak keluarga meminta pihak rumah sakit untuk hanya mengizinkan dokter dan dua orang suster saja yang bolak balik ke ruangan Navya. Orang tua Navya dan Kalandra juga bergantian berjaga di rumah sakit. Meskipun kedua orang tua Navya masih berduka karena kematian putri sulung mereka, keduanya menguatkan diri untuk menjaga putri bungsu mereka.
Tidak banyak yang dapat mereka lakukan karena tidak ada sidik jari yang ditinggalkan si pembunuh di manapun. Selain bukti di ruang rahasia dan bukti ada seseorang yang mengamati rumah yang katanya kosong tapi memiliki ruang kontrol CCTV, hingga hari ini tidak ada bukti lain yang dapat dikumpulkan kepolisian. Bukti itu hanya menunjukan jika terjadi pembunuhan berantai di sana, tapi sama sekali tidak merujuk pada pelakunya. Sepertinya si pembunuh benar-benar profesional, rekaman CCTV dari ruangan itu, yang berisi video pembunuhan yang dilakukannya juga tidak menunjukkan wajah si pembunuh sama sekali. Dari rekaman saat penyiksaan Navya dan Kalandra, akibat gerakan cepat kedua pria itu berkelahi, wajah si pembunuh tetap tidak bisa terlihat jelas. Jika saja teknologi negeri ini secanggih teknologi film action Hollywood, mungkin dari mata orang itu saja sudah bisa dikenali lewat pemindai wajah.
Pihak kepolisian sudah menanyai semua penghuni perumahan untuk mencari seseorang yang mirip dengan profil yang mereka kumpulkan, dan tentu saja tidak mudah. Penghuni Blok C, kebanyakan memilih meninggalkan perumahan karena takut. Sedangkan penghuni di blok A dan B, mereka memiliki latar belakang yang tidak main-main. Memeriksa mereka bukanlah hal yang mudah karena para petinggi ikut campur.
Ketua RT di blok C juga sudah diperiksa, bahkan sekarang pria bernama Imran itu masih ditahan di kepolisian dengan tuntutan kelalaian. Meskipun pria itu sedikit aneh, tapi menjadikan orang itu sebagai tersangka pembunuhan rasanya tidak mungkin. Melihat karakter pria itu, dia tak lebih dari seorang pengecut yang melakukan apa pun sesuai perintah. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan Imran juga ikut terlibat dengan semua kejadian ini. Pihak kepolisian yakin, pria itu pasti tahu sesuatu tapi tetap tutup mulut.
Keadaan Navya dan Kalandra membuat kredibilitas mereka sebagai saksi diragukan, mengingat apa yang mereka alami juga menjadi salah satu masalah. Meskipun sebenarnya keadaan mental Kalandra baik-baik saja, dan dia bisa mempertanggung jawabkan ucapannya, tapi karena kepalanya mengalami pembedahan membuat kesaksianya tetap dipertanyakan. Entahlah, itu benar-benar alasan yang pasti atau hanya mengada-ada saja.
Nattan menceritakan pada Dharma tentang kecurigaannya pada dr. Ishak dan kini Dharma sedang memeriksanya. Sayangnya untuk saat ini, mereka hanya menemukan jalan buntu karena catatan dr. Ishak sangatlah bersih. Pria itu tidak memiliki hubungan apa pun dengan Paradise Garden, bahkan si dokter bukanlah salah satu penghuni perumahan itu. Kembali yang tersisa sebagai bukti hanyalah pernyataan korban yang bahkan dipertanyakan karena keadaan kesehatan mereka. Semuanya seperti omong kosong.
KAMU SEDANG MEMBACA
Paradise Garden
Horror2 hari sebelum pesta pernikahan mereka, pasangan yang sudah berpacaran lebih dari 5 tahun itu menghilang. Dengan alasan belum siap keduanya menghilang tanpa jejak. Menghindari aib kedua keluarga sepakat menikahkan adik mempelai sebagai gantinya. Nav...
