Nattan dan Willy harus pulang terlambat karena akan menyelesaikan urusan mereka. Naka sudah selesai dengan urusannya di rumah singgah itu, dan sedang membahas penemuannya dengan Kalandra. Sementara Navya memutuskan untuk membuat pasta sebagai menu makan malam mereka karena malas keluar untuk mencari makanan. Navya cukup terampil jika hanya menyediakan pasta dengan bahan-bahan instan dan sedikit tambahan baso serta sosis.
"Makanan sudah siap," panggil Navya dari arah dapur membuat dua orang yang sedang berdiskusi itu mengalihkan perhatian mereka.
"Dua orang ini, merekalah yang hilang dari rumah singgah itu," ucap Kalandra memperlihatkan foto dua orang wanita yang berasal dari kumpulan foto yang ditinggalkan Nitya.
"Mereka tidak mengatakan jika dua orang itu hilang secara langsung, mereka bilang, orang yang datang dan pergi itu hal biasa di sebuah rumah singgah. Kalaupun ada yang tidak kembali, mereka tidak terlalu ambil pusing," ucap Naka sambil mulai menyuapkan makan malamnya.
"Ck ... betapa sedikitnya kepedulian orang-orang pada sesamanya," komentar Navya.
"Itulah kejamnya kehidupan bagi orang-orang yang tidak punya rumah dan keluarga. Mereka tidak ada yang mencari meskipun hilang, dan keberadaannya tidak terlalu penting."
"Sehingga memudahkan para pelaku kejahatan memangsa mereka tanpa ketahuan, karena sejak awal kehidupan mereka tidak dianggap terlalu berharga. Tidak akan ada yang mencari mereka meskipun mereka dibunuh, dicabik-cabik hingga organ dalamnya dikeluarkan sekalipun, tidak ada yang menangis untuk mereka," ucap Navya berapi-api.
"Bisakah kita tidak membicarakan hal seperti dicabik-cabik dan organ dalamnya dikeluarkan saat di meja makan?" tanya Naka ngeri.
Mereka tidak lagi melanjutkan perbincangan dan memilih menikmati menu makan malam mereka. Suasana perumahan selepas maghrib terasa sangat sepi, sangat jauh dengan situasi saat Navya tinggal di kostan dulu. Tiba-tiba di tengah-tengah keheningan itu, terdengar keributan dari luar rumah. Terdengar tangisan beserta teriakan seorang wanita, yang membuat ketiga kaum muda itu terperanjat kaget. Ketiganya saling berpandangan lalu segera berlari menuju luar rumah.
Untuk kali pertama selama tinggal di perumahan ini, ketika langit mulai menggelap, mereka melihat ada cukup banyak orang di perumahan itu, khususnya dari blok C. Beberapa orang terlihat keluar dari pagar rumah mereka menyaksikan seorang wanita yang menangis dan menjerit-jerit di jalanan memanggil-manggil nama seseorang. Wanita itu tampak memberontak sambil dipegangi tiga orang pria dewasa dan dua di antara pria itu mengenakan seragam satpam.
"Ada apa ini?" tanya Kalandra mendekat pada pria yang mengenakan seragam satpam, dan dia kenali sebagai salah satu satpam yang berjaga di kompleks ini. Dari 10 orang lebih di sana termasuk Imran si Ketua RT, hanya Kalandra yang mendekat menanyakan apa yang terjadi sedangkan yang lainnya sepertinya puas menjadi penonton tanpa ada niatan untuk mencari tahu apa yang terjadi.
"Ah ini Mas, si Ibunya stress nyari-nyari anaknya, padahal di rumahnya dia tidak ada anak-anak," jawab satpam itu sembari menyeret wanita yang sedang histeris memanggil-manggil 'Arki' agar menjauh bersama dua orang lain yang juga memegangi ibu itu.
Navya memperhatikan dengan seksama wanita yang sedang histeris itu, mengingat-ingat apakah dia pernah bertemu dengan wanita itu atau tidak. Saat wanita itu diseret menjauh, Navya sempat bertukar pandang dengan wanita itu, dan barulah Navya ingat di mana dia pernah bertemu dengannya.
"Dia ... dia Ibu yang menyapa tempo hari, yang katanya tetangga baru," ucap Navya baru ingat.
"Dia ... dia punya anak laki-laki," ucap Navya lagi mengingat hari itu si ibu juga memperkenalkan anaknya. Saat itu Navya tidak terlalu memperhatikan karena mereka buru-buru, tapi Navya ingat dengan pasti si ibu itu membawa anaknya hari itu, dia juga ingat, dia pernah berkomentar jika anaknya sama sekali tidak terlihat mirip dengan ibu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Paradise Garden
Terror2 hari sebelum pesta pernikahan mereka, pasangan yang sudah berpacaran lebih dari 5 tahun itu menghilang. Dengan alasan belum siap keduanya menghilang tanpa jejak. Menghindari aib kedua keluarga sepakat menikahkan adik mempelai sebagai gantinya. Nav...
