62. Membuka Sesuatu yang Sudah Terkubur Lama

54.2K 8.5K 670
                                        

Seperti pepatah yang mengatakan, sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga. Begitu juga yang terjadi pada kasus ini. Serapat-rapatnya ditutupi, semua perlahan terbongkar juga. Dimulai dari agenda milik Nitya yang menceritakan tentang jadwal operasi wanita itu. Nitya menuliskan secara rinci jadwal operasinya dan juga tim yang ikut operasi dengannya. Prof. Ian, dr. Ishak dan dr. Petra, Leo dan Jinny adalah nama yang sering ditulis Nitya menjadi bagian dari operasinya.

Nitya juga menceritakan tentang beberapa organ donor yang dibawa Prof. Ian yang katanya berasal dari korban kecelakaan yang mati otak. Nitya menceritakan keterlibatannya dalam operasi pengangkatan organ yang dilakukannya bersama dr. Petra dan seorang dokter yang tidak dikenalnya, di tempat khusus di rumah Prof. Ian. Nitya juga menceritakan tentang kecurigaannya saat melihat kondisi tubuh pendonor itu. Meskipun Prof. Ian mengatakan jika para pendonor itu adalah korban kecelakaan, tapi korban kecelakaan apa yang tangan dan kakinya putus dan masih berdarah-darah saat memasuki ruang operasi. Daripada korban kecelakan, pendonor itu seperti korban penyiksaan yang sengaja tidak diobati.

Nitya mengatakan dia hanya mengikuti satu operasi pengangkatan organ, itupun atas paksaan Prof. Ian. Selebihnya dia lebih sering membantu operasi transplantasi Prof. Ian yang dilakukan di akhir pekan, entah karena alasan apa. Nitya juga menuliskan penyesalannya karena tidak menyadarai semua kejanggalan lebih cepat hingga korban tak berdosa berjatuhan. Itu tulisan terakhir Nitya, disertai sebuah foto seorang remaja yang tersenyum dengan pakaian tari khas Bali.

Dari buku jurnal itu, dapat ditarik kesimpulan jika Nitya tahu tentang aktivitas ilegal itu, bahkan pernah melibatkan diri di dalamnya. Itu menjadi jawaban kenapa Nitya tidak dibunuh dengan cara yang sama seperti korban si psikopat lain. Tidak ingin melukai orang tua mereka jika cerita latar belakang kematian Nitya terbongkar, Navya menyarankan untuk langsung menyerahkan buku jurnal Nitya pada pihak kepolisian sebagai salah satu bukti petunjuk, tanpa mempublikasikannya. Karena buku Jurnal itu, semua nama yang ditulis Nitya dalam buku, kini menjalani pemeriksaan. Prof. Ian yang berada di luar negeri langsung masuk status DPO, dan pihak kepolisian bekerja sama dengan pihak imigrasi untuk mencari ke mana tujuan Prof. Ian berlibur. Sedangkan dr. Petra dan rekannya yang tidak disebutkan Nitya namanya juga masih buron. Alamat rumah dan identitas dokter residen bedah itu semuanya palsu.

Setelah dua hari Willy bekerja keras dan hanya tidur satu atau dua jam saja, akhirnya identitas si psikopat itu terungkap. Sesuai perkiraan awal, identitas si pelaku tak lain dan tak bukan adalah dr. Ishak. Setelah mengidentifikasi kecocokan retina dan juga DNA dari si pembunuh dengan DNA dr. Ishak yang didapatkan dari dari sikat gigi di ruang praktek dr. Ishak. Entahlah, bagaimana mereka bisa memiliki sidik jari berbeda padahal orang yang sama. Dan karena bukti itu, kasus pemalsuan identitas, polisi mulai memburu broker yang memfasilitasi pemalsuan identitas.

Reaksi si psikopat ketika akhirnya identitasnya terbuka di luar dugaan, pria yang dengan tega membunuh orang-orang tak bersalah itu terlihat ketakutan ketika bukti berada di depan matanya. Mata pria itu bergerak gelisah, tangan dan kakinya mengetuk-ngetuk random seperti orang yang sedang panik. Lalu tiba-tiba pria itu memukuli kepalanya sendiri dan mengucapkan maaf berulang kali. Selang beberapa menit, pria itu kembali tenang, bahkan bisa dibilang terlalu tenang. Pria itu bicara seolah dia tidak bersalah dan mengatakan mungkin pria bernama Ishak itulah pelaku pembunuhan sadis itu, bukan dirinya. Dengan tenangnya dia mengungkapkan jika dia bukanlah Ishak, tapi Andrew. Pria itu secara gamblang mengatakan kalau dia menerobos kamar perawatan itu karena merasa sangat gemas pada Navya. Dia bilang dia menginginkan Navya menjadi salah satu pajangan di rumahnya.

Dharma tidak sanggup untuk mendengar kebohongan gila si psikopat itu lagi. Ketua tim detektif kejahatan berat yang biasanya sangat tenang, kini tidak lagi bisa menahan keinginannya untuk menghajar pria tidak punya akhlak itu.

Paradise GardenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang