Penemuan di rumah Prof. Ian membuat surat pemeriksaan menyeluruh di Paradise Garden turun. Tentu saja bukan hal mudah karena banyaknya orang berpengaruh yang tinggal di perumahan bermasalah itu. Tapi, karena mereka tidak ingin terlibat akhirnya membiarkan pihak kepolisian memeriksa rumah mereka. Tidak ada yang aneh dengan rumah di blok A dan blok B termasuk dengan rumah milik Budiman Hartawan yang bersih. Memang benar setiap rumah mewah itu memiliki ruang bawah tanah dan gudang, tapi tidak ada ruang bawah tanah sebesar ruang bawah tanah di rumah Prof. Ian.
Beralih ke blok C, ternyata tidak banyak penghuni di blok itu. Entah memang hanya segitu saja orang yang tinggal di sana, atau mereka sudah pergi sebelum pemeriksaan kepolisian dilakukan. Tidak ada ruang bawah tanah di rumah yang terletak di blok C, tapi blok itulah yang paling mencurigakan. Di beberapa gudang rumah, ditemukan beberapa karung bernoda mirip darah. Bahkan di salah satu rumah yang tidak jelas siapa pemiliknya di temukan mayat yang sudah mengering.
Rumah berpagar hitam yang dicurigai sejak awal, yang terbakar bersamaan dengan runtuhnya ruang rahasia dan jalan rahasia dari rumah milik Kalandra dan Navya diperiksa ulang. Dan hasilnya sangat mengerikan. Rupanya itulah tempat pemakaman para korban pembunuhan. Saat digali ada banyak sekali tulang belulang di sana, dan tidak ada satu pun tulang tengkorak di tempat itu. Dan di antara tumpukan tanah itu, ada juga jasad tanpa kepala yang belum hancur sepenuhnya, tapi tampilannya sangat mengerikan. Ini sangat mengerikan hingga Dharma yang biasa menangani kasus pembunuhan pun tidak kuasa menahan muntah.
Kasus ini diekspos besar-besaran oleh media dan menjadi trending di media social. Video yang dulu diunggah Naka tiba-tiba ada kembali dan bertebaran di media sosial. Jutaan hujatan datang untuk para penjahat keji itu.
Karena sulit untuk mengungkapkan identitas para korban tanpa DNA pembanding, para korban akhirnya dikuburkan secara masal tanpa nama di kompleks tanah kuburan milik pemerintah daerah.
Budiman tidak bisa mengelak semua tuduhan kejahatan yang ditujukan padanya, karena bukti yang didapatkan dari rumah Prof. Ian. Nampaknya, dokter senior itu memang layak dengan gelar yang disandangnya. Pria itu menuliskan detail apa yang dia lakukan dengan komplotannya termasuk waktu kejadian secara rinci. Sepertinya dia sudah menebak cepat atau lambat dia akan terlibat masalah dan dia tidak mau menanggung semuanya sendirian.
Ironis sekali, ternyata Adrian dan Budiman aslinya adalah teman dari kampung halaman yang sama. Adrian berasal dari keluarga berada dengan latar belakang seluruh keluarganya dokter dan dia menikah dengan putri keluarga kaya juga yang sangat dicintainya. Adrian mencapai sukses terlebih dahulu dengan menjadi dokter spesialis di rumah sakit keluarga istrinya. Budiman kemudian menyusul kesuksesan Adrian dengan menikahi putri keluarga kaya juga.
Tampaknya luka hati yang ditinggalkan karena kehilangan orang-orang yang dicintainyalah, yang membuat Prof. Ian nekat melakukan kegilaan hingga tahap melegalkan pembunuhan untuk menyelamatkan nyawa lain. Kerabat sang profesor juga sepertinya tidak tahu apa pun tentang apa yang dilakukannya. Putra angkatnya sekaligus keponakannya yang juga berprofesi sebagai dokter di luar negeri pun tidak tahu apa-apa, karena dia hanya pulang satu kali dalam setahun. Itu pun tidak pernah lama
Keluarga Budiman dikenai wajib lapor meskipun mereka mengaku tidak tahu apa-apa dengan kejahatan yang dilakukan oleh kepala keluarga mereka. Dari bersihnya rumah keluarga Budiman, ketidaktahuan mereka bisa dianggap masuk akal. Meski begitu, Dharma masih menaruh kecurigaan pada Hilda Hartawan, karena konsistennya pernyataan Imran dan pesan yang ditinggalkan Adrian, kalau Hilda tidak terlibat, dan berulang kali disebutkan.
Tapi, Dharma tidak bisa ikut menangkap Hilda hanya dengan kecurigaan tanpa bukti. Apalagi drama keluarga bahagia yang hancur karena kejahatan kepala keluarga mereka yang ditampilkan Hilda membuat Dharma tidak enak hati. Entah apa yang terjadi, Hilda Hartawan dan ketiga anak kandungnya pergi keluar negeri dengan begitu mudahnya tanpa pencekalan di bandara. Dan atasannya pun menolak untuk menindak lanjuti kepergian Hilda dan anak-anaknya. Anak asuh Budiman, hanya tinggal Ayunda yang tetap tinggal untuk pernikahannya, sedangkan dua anak lain yang katanya belajar di luar negeri, sejak awal tidak benar-benar diketahui eksistensinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Paradise Garden
Terror2 hari sebelum pesta pernikahan mereka, pasangan yang sudah berpacaran lebih dari 5 tahun itu menghilang. Dengan alasan belum siap keduanya menghilang tanpa jejak. Menghindari aib kedua keluarga sepakat menikahkan adik mempelai sebagai gantinya. Nav...
