"Emmm jadi gitu."
Rena bersuara setelah menelan camilan yang tadi ia makan. Saat ini Rena dan Elena tengah berada di sebuah Caffe. Sepulang sekolah tadi keduanya memang berjanjian untuk bertemu. Dan untungnya papa dan kakak Elena mengizinkan. Sayangnya Manda tidak ikut lantaran gadis itu sedang ada acara keluarga.
"Iya Rena, terus menurut Rena, Elena harus apa. Elena bingung. Kan harusnya Elena yang marah sama kak Regan tapi kok malah dia yang marah. Tapi Elena ga suka kalau kondisinya kayak gini. Elena gasuka didiemin sama kak Regan. "
Rena menyesap lemontea dihadapanya sebelum kembali bersuara. Kata Rena, untuk bicara juga perlu tenaga. Jadi dari tadi gadis itu sambil mendengarkan curhat juga sudah menghabiskan 2 piring kentang goreng dan satu gelas lemon tea.
"Emang kenapa kamu gak suka didiamin sama dia. Kan dulu pertama kali kalian juga diem dieman kan. Terus tiba tiba dia yang nge klaim kamu kayak gitu? Udah gitu momen kalian bersama juga cuma sebentar kan, kenapa gak coba abaiin aja El? Anggap kalian gak pernah kenal gitu."
"Iya, tapi gatau kenapa kalau sekarang rasanya beda. Elena gak suka kalau dia diemin dan nganggap Elena gak ada. Walau momen kita sebentar, tapi entah kenapa itu rasanya membekas,"ucap Elena dengan bibir melengkung ke bawah.
"El, kamu udah suka sama dia ya, atau malah udah jatuh cinta? "
Elena terdiam. Bingung harus menjawab apa. Ia bingung dengan perasaanya.
"Cinta? Suka? "
"Kalau kamu cinta sama dia, tiap kalian bersama pasti jantung kamu berdetak lebih cepat dari orang lain. Kalau sekedar suka, kamu akan bahagia dideket dia tapi hanya sebatas itu, gak memunculkan rasa yang lebih mendalam. Ah gimana ya jelasinya, intinya kalau cinta itu lebih susah buat hilangin dia dari ingatan kamu."
Elena menatap pengunjung yang berdatangan. ia paham apa yang dikatakan Rena karena sebelumnya ia juga pernah membaca novel novel yang berhubungan tentang hal hal seperti itu sebelumnya.
"Ahh udahlah, kalaupun Elena suka ataupun cinta sama dia toh kak Regan juga udah jauhin Elena. Bahkan dia udah gak nganggap Elena ada. Jadi percuma kalau kita bahas perasaan Elena."
"Loh, ya gak percuma dong El. Sekarang aku tanya, kalau kamu anggap dua rasa itu percuma, kenapa kamu pengen buat kak Regan gak marah lagi sama kamu dan gak diamin lagi sama kamu? "
"Ya kan kita bisa jadi temen Rena. Gak harus pacar atau orang yang disuka kan. Setidaknya Kak Regan gak diemin Elena kayak gini. Ini tuh kayak Elena cuma jadi mainan dia tau gak, gak jelas."
"Kamu tahu kalau gak jelas kenapa masih ingin baikan, harusnya kamu abaikan aja. Anggap dia gapernah ada juga dalam hidup kamu. Kalau kamu pengen dia balik lagi ke kamu tandanya ya itu, antara kamu suka atau cinta dan kamu gak rela buat jauh dari dia. Temen? Toh dia juga gak pernah nganggep kamu temenya El, dia cuma ngeklaim kamu sebagai miliknya tanpa perduli respon kamu."
"Tapi Ren---"
Elena menunduk. Yang dikatakan Rena benar. Tapi kenapa rasanya tidak semudah itu untuk mengabaikan dan melupakan jejak Regan dalam hidupnya. Ia justru ingin mencoba berbaikan dengan dia. Berbaikan dengan orang lain tidak salah kan? Itung itung tidak cari musuh. Setidaknya kalau Regan mau pergi dari sisinya dalam keadaan baik baik bukan menggantung seperti sekarang.
"Yaudah kalau kamu mau tetep coba baikan sama dia, aku saranin coba kamu ajak dia bicara baik baik.. Kalau perlu kamu yang minta maaf siapa tahu di kesinggung terus nyadar kalau dia yang salah atau minimal kalau kamu punya salah sama dia seenggaknya kamu udah minta maaf. Itung itung sekalian biar tahu motif apa dia selama ini deketin kamu dan kamu bisa ambil sikap setelahnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cewek manja!
Teen Fiction(Firs up 22 Februari 2019) (Revisi setelah tamat) (aku tahu ini mainstream, tapi baca aja. Siapa tahu bikin kalian jatuh cinta. :)) Tentang perjuangan seorang gadis yang baru mengenal apa itu Cinta, Sahabat, dan dunia luarnya yang warna warni. Me...
