Aku tau perasaan kalian gaenak pas baca judulnya. Eheee. Jujur aku sebagai penulis belum pernah yg namanya pacaran, tapi kalau patah hati udah pernah. Wkwk
But happy reading ya. Jangan lupa vote dan komentarnya. Wajib pokoknya. Maafkan atas semua ketypoan karena aku ngetik ini malem malem dan ini panjaangnya 3000 kata.
Once again happy reading. Maaf jika tidak memuaskan dan tidak nge feek. Thank uu
🍭🍭🍭
---
Acara ulang tahun Regan berlangsung meriah layaknya acara sweetseventeen. Banyak kolega bisnis keluarga Regan yang datang membuat Elena dan teman-temanya bingung karena suasana yang terlalu ramai hingga mereka masih bertahan di dalam mobi.
Mobil Jovan tepat terparkir lima menit yang lalu tapi mereka masih enggan keluar karena lebih banyak melihat tamu bisnis keluarga Regan dibanding teman SMA mereka.
"Duh, ini acara ulang tahun atau acara apaan deh, ramai banget. Mana banyak orang dewasa pakai jas lagi. Jadi ragu buat dateng kalo gini, "ucap Jovan menatap keluar mobil.
Elena mengangguk, "Iya, Elena juga jadi makin gugup kalau gini. Takut malu maluin doang. "
"Balik aja yuk, "ajak Jovan menatap teman-temanya dengan tatapan tak yakin. Baru kali ini Jovan kehilangan kepercayaanya.
"Tapi masa balik,"tanya Elena lirih sambil menatap dress yang ia kenakan tak yakin.
"Iya juga sih, masuk aja yuk, "ajak Rena melirik keluar lalu kembali menatap teman temanya.
"Iya, lagian tumben Jovan punya malu, biasanya malu maluin, "ucap Manda melirik Jovan yang dibalas lirikan sinis dari Jovan juga.
"Gue gak malu ya lampir, tapi gue takut aja kalau ngelakuin kesalahan terus malu maluin keluarga Regan. Gue sih fine fine aja."
"Idih. "
"Udah-udah mending turun aja kuy. Udah terlanjur dateng juga masa cuma diem di mobil, "ucap Arga.
Elena, Jovan, Manda, Rena, dan Arga sempat bertatap tatapan beberapa saat seolah berdiskusi lewat fikiran lalu pada akhirnya mereka keluar bersama dengan niat yang ragu ragu.
Beberapa tatapan mata terutama mata anak anak SMA angkasa yang datang langsung menatap mereka. Penampilan mereka tentu menarik perhatian terutama Elena yang biasanya tampil polos kini terlihat anggun dan elegan walau dengan make up yang terbilang natural.
"Jovan, Elena kok jadi makin grogi, "bisik Elena pada Jovan karena Jovan yang posisinya paling dekat denganya sedangkan Arga,Manda, dan Rena ada didepan mereka.
Jovan menepuk pundak Elena singkat seolah memberi kekuatan padahal dia sendiri juga grogi karena diperhatikan orang dewasa juga. Jika mereka adalah anak anak sma nya sekalipun kakak kelas ia pasti tidak akan grogi. Tapi ini para orang dewasa, salah dikit bisa bisa ribet nanti.
"Tenang El, asal kita gak neko neko juga gapapa. Anggap aja kita lagi dateng ke undangan pestanya presiden terus kita disambut sama red karpet karena kita tamu terhormat."
"Ih Jovan, kalau tamu presiden makin grogi lagi dong, "ucap Elena sambil merengut tapi jujur ucapan Jovan sedikit memgurangi rasa gugup yang ada pada dirinya.
Jovan terkekeh pelan sambil menggandeng tangan Elena yang mulai dingin. Suasana malam ditambah kegugupan gadis itu.
"Kita langsung kasih hadiah apa duduk dulu nih, rame banget yang lagi salaman sama Regan, "ucap Rena menatap banyaknya tamu yang antri untuk mengucap selamat pada Regan. Mirip acara nikahan aja. Ulang tahun aja seramai ini apalagi nikahan Regan kelak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cewek manja!
Ficção Adolescente(Firs up 22 Februari 2019) (Revisi setelah tamat) (aku tahu ini mainstream, tapi baca aja. Siapa tahu bikin kalian jatuh cinta. :)) Tentang perjuangan seorang gadis yang baru mengenal apa itu Cinta, Sahabat, dan dunia luarnya yang warna warni. Me...
