Tak terasa kini mereka akan melaksanakan ujian tengah semester. Semua siswa sibuk belajar demi nilai yang baik. Begitupun dengan Elena. Gadis itu belajar sungguh sungguh sampai Alfarez harus mengingatkan gadis itu untuk segera tidur. Walau Elena tergolong anak yang cerdas tapi gadis itu tetap rajin belajar walau ia sudah menguasai materi tersebut.
Dan hari ini adalah hari dilaksanakannya ujian tengah semester tersebut. Elena sudah berdiri didepan ruangan yang akan menjadi ruangan ujianya satu minggu lebih tiga hari kedepan.
Satu hal yang membuat Elena merasa tidak nyaman. Gadis itu harus satu kelas dengan Regan. Sosok yang ingin ia hindari dan tidak ingin ia temui sejak kejadian beberapa waktu lalu. Dan yang lebih parah, justru ia harus satu meja dengan cowok dengan tinggi 182 cm tersebut.
"El, sabar ya. Pokoknya kalau dia nyebelin abaikan aja. Jangan sampai terjebak pesona dia lagi, "ucap Manda yang sejak tadi berdiri disamping Elena.
Elena mengangguk, "Manda udah belajar? Sayang banget kita enggak satu ruangan."
"Udah kok tenang aja,haha gapapa kali El, satu minggu lebih dikit ini aja. Lagian Arga sama Jovan satu ruangan sama kamu kan, jadi aku ga khawatir kamu disana. Mana Rena juga satu ruangan sama aku lagi. "
Elena mengangguk saja. Setidaknya memang ada Arga dan Jovan yang sedikit membuatnya lebih tenang harus satu ruangan bahkan satu meja dengan Regan.
Tak berselang lama bel tanda dimualinya jam pertama ujian berbunyi. Manda dan Elena pun berpisah. Elena bersama Arga dan Jovan mulai memasuki ruanganya begitupun dengan Manda dan Rena.
Elena duduk dan mulai menempati tempatnya. Tak berselang lama Regan datang dengan tatapan datarnya. Duduk disamping Elena tanpa menoleh sedikitpun pada gadis itu. Pun dengan Elena yang memilih acuh dan memberikan senyum kepada Arga yang menatap khawatir kearahnya.
Kalau aja, kalau saat ini terjadi saat Regan masih bersikap baik padanya. Mungkin dan hanya mungkin Elena akan senang satu bangku dengan sisi baik Regan saat itu.
"Pagi anak-anak. "
"Seperti yang sudah tertera di jadwal hari ini dan seminggu lebih tiga hari kedepan akan dilaksanakan ujian tengah semester. Jadi harapan kami selaku guru, kalian dapat mengerjakan dengan jujur dan sungguh sungguh. Sebelum memulai, terlebih dahulu mari kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing masing agar jalanya ujian kali ini berjalan lancar. Berdoa mulai. "
Setelah serangkaian sapaan dari pengawas, pengawas yang bertugas pun mulai membagikan kertas soal dan jawaban. Sistem pembagian dari depan kebelakang yang harusnya memudahkan Elena yang duduk dibangku belakang bagian tengah justru membuat Elena kesal karena Regan yang selalu membuat kertas Elena jatuh.
Elena sempat akan protes namun tertahan saat melihat wajah datar dan angkuh Regan. Dan Elena hanya bisa menghela nafas pasrah sambil berusaha fokus mengerjakan soalnya.
Ditengah mengerjakan soal, Elena yang tengah fokus pada soal dan jawabanya kembali dibuat geram lantaran Regan yang entah sengaja atau tidak membuat Elena selalu kecoret dalam menulis sesuatu.
"Kak Regan kenapa sih, ganggu Elena terus, "ucap Elena berbisik mulai jengah dengan Regan yang terus mengganggunya.
Regan melirik sekilas. Lalu mengangkat tanganya dan membuat Elena heran.
"Pak! "
"iya, kenapa? "
"Maaf pak sejak tadi siswi disamping saya terus mengganggu saya mengerjakan soal, "ucap Regan, Elena yang langsung terkejut dengan wajah paniknya. Ia tidak mau dihukum dan lebih parah lagi ia tidak mau nilainya tidak dianggap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cewek manja!
Teen Fiction(Firs up 22 Februari 2019) (Revisi setelah tamat) (aku tahu ini mainstream, tapi baca aja. Siapa tahu bikin kalian jatuh cinta. :)) Tentang perjuangan seorang gadis yang baru mengenal apa itu Cinta, Sahabat, dan dunia luarnya yang warna warni. Me...
