Happy reading. Eitss, jangan lupa klik bintang dan absen kehadiran di kolom komentar dulu ya. Okeee selamat membacaa. :)
---
Setelah penjelasan yang diberikan oleh Regan dan setelah keduanya berbaikan maka disinilah mereka berada. Disebuah taman bermain. Tapi bukan taman bermain untuk anak kecil.
Berbagai permianan tampak menarik di mata Elena. Gadis itupun dengan semangat menarik tangan Regan untuk mengikutinya menaiki wahana satu persatu. Bahkan gadis itu seperti tidak kenal lelah berlarian sejak tadi. Regan sendiri hanya mengikuti keinginan Elena. Sesekali ia menegur Elena yang tidak perduli jalan yang ia lalui karena terlalu semangat dengan permainan yang akan ia coba.
"Na, kita makan dulu yuk. Udah jamnya makan siang. Lo ga laper lari larian dari tadi? "
Regan berucap sambil menghentikan langkah Elena yang akan kembali memariknya menuju arena bermain kereta gantung. Elena cemberut namun tak urung ia mengangguk. Tak tega juga jika ia membuat Regan kelaparan.
Reganpun kini beralih mrnarik lembut tangan Elena untuk mengikutinya. Stand makanan bertema makanan laut pun menjadi pilihan Regan.
"Kak, kita makan seafood ya. Elena pengen makan cumi cumi,"antusias Elena saat keduanya memasuki stand tersebut.
Regan tertawa pelan, sambil menempuk puncak kepala Elena gemas, "Iya, sekarang kita cari tempat duduk dulu. "
"Situ aja kak,kosong. Deket pintu keluar juga,"ucap Elena menunjuk tempat yang baru saja ditinggalkan pengunjung lamanya.
Regan menurut dan mengikuti langkah Elena untuk duduk di meja itu setelah sebelumnya memesankan makanan lebih dulu untuk gadis itu juga dirinya sendiri.
"Kak, nanti kita foto di depan bianglala ya. Biar kayak yang lainya pas main ke sini."
"Alay. "
Elena mencebik kesal mendengar jawaban Regan, "Engga alay tau kak. Lucu. Nanti biar bisa Elena post di instagram gitu. "
"Ya itu namanya alay. Kalau engga alay itu lo cuma liburan terus ngenangnya di fikiran atau sekedar lo foto terus lo simpan di memory hp. Gaperlu di post."
"Emang kalau di post namanya alay ya? Kan enggak selalu kakak! "
Regan berdecak, "Terserah. Pokoknya gue gamau lo ngepost foto di IG. "
"Kenapa? Kan Elena udah lama enggak post foto di instagram. Paling bentar itu pas liburan sama kak Farez tiga bulan lalu."
"Gapapa, gamau aja. "
Elena makin cemberut. "Kakak gak jelas. "
Regan mengangkat bahu acuh. Hingga makanan mereka datangpun mereka masih saling diam setelah pembicaraan terakhir mereka. Mereka asik menikmati makanan mereka masing masing. Termasuk Elena yang melupakan kekesalanya pada Regan hanya karena cumi cumi asam manis dihadapanya.
"Pelan Na makanya, gue gabakal ngambil makanan lo,"ucapn Regan membuka suara menatap Elena yang makan begitu lahap sampai pipi putihnya pun ikut terkena saus.
Bukanya mengikuti ucapan Regan, Elena justru menunjukan cengiranya sambil menatap Regan sebelum kembali makan makananya dengan khidmad.
Regan menggeleng gemas melihat kelakuan gadis dihadapanya. Menurutnya tingkah Elena sekarang terlihat mirip anak kecil yang tidak ingin makananya direbut orang lain. Menggemaskan. Apalagi didukung wajah Elena yang memang sudah menggemaskan dari awal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cewek manja!
Teen Fiction(Firs up 22 Februari 2019) (Revisi setelah tamat) (aku tahu ini mainstream, tapi baca aja. Siapa tahu bikin kalian jatuh cinta. :)) Tentang perjuangan seorang gadis yang baru mengenal apa itu Cinta, Sahabat, dan dunia luarnya yang warna warni. Me...
