Happy reading
Jangan lupa klik like nyaa yaa. Jangan lupa komen jugaa.
Selamat membacaa
----
🍭🍭🍭
"Selamat ya sayang, kamu peringkat satu."
Elena tersenyum cerah. Gadis itu mengambil alih rapot yang tadi dipegang sang Ayah. Gadis itu tersenyum cerah menatap nilai nilainya yang mekuaskan. Ditambah gadis itu juga menjadi peringkat sati pararel seangkatanya.
Alfred mengacak rambut putrinya bangga. Anak anaknya tidak pernah mengecewakanya. Alfred pun tidak lupa memberikan sebuah ciuman dipuncak kepala gadis itu sebagai tanda bahwa ia sangat bangga dengan apa yang telah diraih putrinya.
"Kamu tunggu disini dulu ya, Papa ke kelas kakak kamu dulu, "ucap Alfred menatap putrinya lembut.
Elena mengangguk, "Elena tunggu disini. Pasti kakak juga dapat nilai yang sama bagus kaya Elena."
"Yaudah, Papa kesana dulu ya, "Alfred berucap sebelum berjalan pergi meninggalkan putrinya yang kini duduk di bangku depan kelas sambil mengayunkan kakinya.
Elena memperhatikan sekitarnya. Mungkin nanti ia akan rindu kondisi sekolah ini. Di sekolah ini ia telah belajar banyak hal. Mulai dari pertemanan, persahabatan, percintaan, bahkan pengkhianatan. Ia harap disekolah baru nanti ia terhindar dari yang namanya pengkhianatan.
Sedih memang meninggalkan beberapa orang selalu ada untuknya disini. Mulai dari Jovan yang selalu ada untuknya, Aldi yang mulai hadir dalam hidupnya juga, juga kehidupan ekstra Sinemanya yang terpaksa ia tinggalkan padahal ia baru masuk sebentar. Mungkin, pembuatan film mereka nanti adalah projek pertama dan terakhirnya sebelum benar benar pindah setelah liburan nanti.
Masih ingatkan dengan perjanjian Alfred dan Elena saat Elena ingin sekolah umum. Ya, kalian benar, Alfred mengizinkan Elena sekolah umum dengan syarat gadis itu nanti harus sekolah di daerah kelahiran papanya. Tapi karena papanya masih ada pekerjaan di negara ini selama satu tahunan, Elena yang ingin segera sekolah umumpun Alfred izinkan sekolah disini lebih dulu ditempat yang sama dengan Alfarez. Sekalian buat persiapan gadis itu sekolah umum sebelum nanti sekolah di negara lain.
"Elena! "
Elena yang sebelumnya sibuk menatap kedua kakinya yang saling berayun menoleh kearah sampingnya. Terlihat Sintia, dan beberapa anak sinematografi datang menghampirinya. Elena yang melihat mereka tersenyum pun balas tersenyum.
"Gimana El, hasil rapotnya. Bagus nih pasti,"ucap Sintia saat tiba didekat Elena.
"Kalau Elena udah gausah diragukan lagi deh kayaknya Sin, haha. Pasti dapet pararel satu seangkatan kan? "ucap Amora,teman Sintia yang cukup dekat dengan Elena juga.
Elena meringis sambil menggaruk pipinya malu, "Elena juga ganyangka kak,Elena kira gabakal dapet pararel satu. Soalnya kan olahraga Elena lemah banget, eh ternyata tetep dapet peringkat. "
"Nilai olahraga kamu yang kurang kan ketutup sama kecerdasan kamu di mata pelajaran yang lain El,"ucap Jason sambil memainkan gelang ditanganya.
Ravi yang turut ikut dengan teman terdekatnya sejak tadi asik menggoda adik kelasnya yang lewat. Elena yang melihatnyapun langsung mengingat teman temanya. Terutama Jovan,yang suka mengganggu orang lain.
"Eh, tapi beneran El kamu pararel satu?"
Elena mengangguk.
"Wah pasti sekolah ini sedih banget kalau ada berlian kaya kamu harus pindah, "lanjut Amora.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cewek manja!
Fiksyen Remaja(Firs up 22 Februari 2019) (Revisi setelah tamat) (aku tahu ini mainstream, tapi baca aja. Siapa tahu bikin kalian jatuh cinta. :)) Tentang perjuangan seorang gadis yang baru mengenal apa itu Cinta, Sahabat, dan dunia luarnya yang warna warni. Me...
