Chapter 11

973 38 2
                                        

"Pelukku untuk pelikmu."

Happy Reading❤❤

Gibran masih duduk disalah satu bangku yang berada dipanggung cafe ia langsung saja memainkan senar gitar yang berada di atad pahanya. Gibran lalu menatap Diviana sambil tersenyum manis membuat Diviana salah tingkah di buatnya astaga ini benaran Gibran kan atau mungkin dirinya sedang bermimpi, Diviana sangat takut sekali jika semua ini hanya haluannya karena terlalu berharap agar bisa bersama Gibran.

"Assalamualaikum wahramatullahi wabarokatu perkenalan nama gua Gibran Deonovean, kalian semua boleh panggil gua dengan sebutan Gibran tapi jangan pernah panggil gua dengan sebutan Deo ya karena sebutan itu hanya milik cewek bad girl yang berhasil bikin gua jatuh cinta seiring berjalannya waktu dan gua berada disini ingin menyanyikan sebuah lagu yang berjudul pelukku untuk pelikmu dari Fiersa Besari lagu ini spesial gua persembahkan untuk seseorang yang mungkin baru gua kenal beberapa minggu ini!" ucap Gibran berhasil membuat Diviana tertegun saat mendengarnya.

Diviana menatap lurus ke arah Gibran yang sedang duduk di salah satu bangku yang berada di panggung itu, membuat Diviana membalas semua perkataan Gibran tadi dengan tersenyum manis. Ia sangat terharu sekali karena baru kali ini ada seseorang yang memperlakukan dirinya begitu sederhana namun terkesan sangat mewah dan berharga sekali.

Perlahan Gibran mulai memetikan kunci nada lagu di senar gitar itu, ia juga mulai menyanyikan setiap lirik lagunya dengan merdu membuat seluruh pengunjung cafe yang hafal dengan lagu itu ikut bernyanyi juga bersama dengan Gibran, serasa lagi mengadakan konser kecil-kecilan milik Gibran Deonovean di cafe itu.

Seluruh lampu di sudut cafe itu mulai padam satu- persatu membuat suasana semakin terasa seperti konser benaran dan lebih ajaibnya para pengunjung cafe malah menghidupkan lampu senter di ponsel mereka masing-masing, ketika lagu yang di nyanyikan oleh Gibran tadi sudah sampai di reff—nya. Tiba-tiba saja hiasan lampu nama yang berada di dinding panggung cafe pun menyala dengan sempurna, beberapa detik kemudian diikuti dengan lampu tembak berwarna putih yang mengarah ke arah Diviana membuat ia segera menutupi kedua matanya menggunakan lengannya akibat cahaya lampu yang sangat silau.

Seluruh para pengunjung cafe apalagi para sahabatnya sampai di buat terkejut dengan kejadian tadi, mereka semua masih saja melihat ke arah Diviana yang perlahan mulai menurunkan lengannya lalu segera berdiri dari bangkunya, Diviana terdiam sangat lama sekali saat menatap namanya yang berada di dinding panggung cafe itu. Ia juga sama kagetnya dengan mereka lalu ia beralih menatap sahabat berserta para pengunjung cafe yang lagi-lagi menatap dirinya tersenyum manis berserta kagum.

Gibran langsung memberikan mix  dan gitar yang di gunakannya tadi ke penyanyi band di cafenya untuk meneruskan lagu yang di nyanyikannya tadi. Perlahan Gibran mulai menuruni anak tangga lalu berjalan ke arah Diviana yang masih berdiri kaku di tempat duduknya tadi, beberapa menit kemudian air mata Diviana berhasil lolos membasahi pipinya, cewek itu menangis.

Diviana langsung berlari ke arah Gibran dan di peluknya tubuh Gibran sambil menangis histeris membuat kedua pundaknya ikut gemetar hebat, lalu Gibran tersenyum kecil dengan senang hati ia membalas pelukan Diviana dan sekarang lampu tembak itu sudah mengarah ke arah keduanya.

"Coba buka hati lo untuk orang lain Zetta ada gua disini yang siap menjadi sayap pelindung hidup lo, sekaligus juga menjadi tempat lo untuk berbahagia dan berkeluh kesah, ayo mulai bangkit cari kebahagiaan lo sendiri lupain untuk membuat orang lain selalu bahagia. Karena pada dasarnya juga lo butuh kebahagiaan di dalam hidup lo sendiri jangan jadi manusia egois Zetta, apa lo gak kasian sama hati dan batin lo sendiri yang setiap kali tersiksa hanya karena lo lebih memetingkan kebahagiaan orang lain daripada hidup lo sendiri."

Crazy Couple✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang