Chapter 41

447 24 1
                                        

"Kita punya keinginan tapi takdir punya kenyataan."

Happy Reading❤❤

"Vi ayo masuk jangan diam aja," ujar Aqeel membuat Diviana langsung tersadar dari lamunannya.

"Gua gak kuat."

"Gak kuat kenapa, pintu sama badan lo kan masih beratan badan lo."

"Bukan itu loh maksud gua Qeel, tapi gua gak kuat ngeliat keadaan Deo sekarang."

"Gua yakin lo pasti kuat kok, karena Gibran butuh diri lo didalam sana Vi."

"Bismillah ya Allah," ujar Diviana perlahan membuka pintu ruangan Gibran membuat mereka berdua lalu masuk kedalam.

"Vi wajah lo kenapa Vi?" tanya Aurel ketika Diviana berdiri tegak dihadapan brankar Gibran.

"Gua gapapa kok, gimana dengan keadaan Girban dia gapapa kan Rel."

"Gua juga gak tau Vi tapi yang jelas dokter bilang ke kami semua kalo Gibran sedang mengalami koma."

"Vivi yang sabar ya, lihat tuh mama Hanna dia sabar banget!" ujar Amira menghampiri Diviana yang masih berdiam diri didepan pintu ruangan Gibran.

"Iya Ra pastinya gua bakalan sabar dan kuat gua gak boleh lemah demi Deo."

"Nah bagus tuh Vi ini baru sahabat gua, Vivi yang kuat dan bisa menghadapi apapun permasalahannya dengan sabar."

"Ngapain kamu kesini, mau celakain anak saya lagi hah!" celetuk Aldino membuat Diviana dan yang lainnya langsung terdiam lalu menatap Aldino.

"Enggak kok pa, sumpah demi apapun aku gak ada niatan kayak begitu pa."

"Papa, papa gak boleh ngomong gitu ke Vivi dia kan gak salah dalam hal ini!" ujar Hanna menatap manik mata istrinya.

"Tapi semenjak kehadiran dia hidup Gibran semakin sial."

"PAPA!" bentak Hanna lalu menatap tajam kearah Aldino.

"Kenapa ma, memang benar kok yang papa bicarakan tadi kalo kehadiran dia ini hanya akan membuat hidup Gibran sial."

"Astagfirullahaladzim mama gak habis pikir lagi sama papa."

"Sudah mending kamu pergi saja dari sini daripada membuat saya dan istri saya jadi berantem gara-gara kamu."

"Om yang salah disini tuh om Dino kayak anak kecil padahalkan sudah jelas Gibran tertusuk gitu karena ikut tawuran!" celetuk Aqeel tak terima jika adiknya terus saja di salahkan.

"Sudah jangan ikut campur kamu Aqeel, kamu tidak tau apa-apa."

"Mohon maaf om Dino saya tau segalanya bahkan saya bisa saja ngebongkar rahasia om Dino sekarang juga."

"Bongkar saja kalo memang kamu tau apa rahasia saya tapi jangan salahkan saya kalo nanti kelakuan kamu saya adukan ke papa kamu Qeel!" sahut Aldino lalu mengancam namun cowok itu hanya tersenyum sinis.

"Adukan saja sama papa saya memangnya saya takut apa."

"Aqeel diam Qeel udah, jangan diladenin lagi biarin aja papa mau ngapain gua geh!" sahut Diviana lalu menatap Aqeel dengan tatapan memohon.

Crazy Couple✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang