"Banyak hal yang terlewat karena rasa sakit yang datang secara tiba-tiba."
Happy Reading❤❤
Perlahan kedua mata Gibran mulai terbuka sangat sempurna membuat semua orang yang berada didalam ruangan rawatnya berkali-kali mengucapkan rasa syukur di dalam hati mereka. Sedangkan Aurel dan Amira kedua cewek itu memilih pergi untuk memanggil dokter dan suster agar dapat memeriksa keadaan Gibran.
Akhirnya dokter dan suster pun langsung datang keruangan rawat Gibran, hal itu membuat mereka semua sedikit menjaga jarak dari brankar milik Gibran. Akhirnya dokter dan suster memberitahukan kepada mereka bahwa Gibran sudah melewati masa komanya, sungguh mukjizat Tuhan itu nyata. Setau mereka jika seseorang di nyatakan koma paling cepat bangun dari koma itu sekitaran tiga sampai seminggu.
"Zetta kemana ma, kok dia gak ada disini?" tanya Gibran membuat Hanna diam seribu bahasa, ia bingung ingin menjawab seperti apa pada Gibran.
"Vivi masih dirumah sakit jiwa bang!" ucap Hanna terpaksa berbohong karena ia tak mau melihat kondisi anaknya drop lagi.
"Mama kamu bohong Bran, perempuan sialan itu sudah papa masukkan kedalam penjara!" celetuk Aldino membuat mereka semua terkejut bukan main.
"Om Dino!" sentak Aqeel mengepalkan jari-jari tangannya, demi apapun ia tak pandang usia jika Aldino sudah berlebihan.
"Bisa enggak sih om kalo mau jujur lihat kondisi dan situasi dulu!"
"Gak ada akhlak banget sih bapak-bapak tua bangka satu ini!" ujar Ragil ikut kesal melihat tingkah Aldino.
"Biarin aja kena azab!"
"Husshh Amira mulutnya gak boleh comel begitu!" ujar Aurel mengusap bahu Amira yang terlihat jengkel sekali.
"Biarin aja Rel, kok bisa sih tante Hanna mau sama laki-laki kek om Dino."
"Udah-udah gak usah pada ngeghibah!"
"Ma Gibran tanya sekali lagi sama mama, Zetta kemana ma kok dia gak ada disini?" tanya Gibran menatap lekat wajah Hanna yang terlihat gelisah.
"Vivi masih dirumah sakit jiwa sayang, udah jangan didengarin omong kosong papa kamu barusan."
"Tapi tadi papa bilang katanya Zetta masuk penjara, jadi yang benar yang mana ma."
"Yang benar tuh Vivi masih dirumah sakit jiwa Bran!" celetuk Ragil membuat mereka semua mengangguk kecuali Aldino.
"Kenapa Zetta gak ikut sama kalian untuk ngejengukkin gua disini?" tanya Gibran lalu menatap mereka semua.
"Vivi gak ikut kesini karena gak dibolehin sama petugas rumah sakit jiwanya Bran."
"Zetta pasti lagi rapuh banget, gua yakin pasti dia ngerasa bersalah banget!" lirih Gibran tapi masih kedengaran ditelinga Hanna yang berdiri disebelahnya.
"Bran ada yang mau gua bicarain sama lo!" sahut Aqeel membuat mereka semua lalu menatapnya.
"Wih mau bicarain apa nih aug boleh ikutan gak Qeel!" celetuk Dimas mendapatkan tatapan maut dari Aqeel.
"Gak!"
"Jahat banget sih kakak Aqeel, masa mau ikutan aja gak boleh."
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Couple✔
Novela Juvenil"Gue suka gila-gilaan tapi gak pernah gila benaran!" Gibran Deonovean. "Bagi lo tapi beda bagi gue, kehidupan kita gak sama!" Diviana Frazetta. Keduanya, selalu membuat kehebohan karena aksi gila mereka. Bahkan, kini keduanya sudah resmi berpacaran...
