"Apapun takdirnya jika itu keputusannya kita hanya bisa menjalankannya dengan ikhlas."
Happy Reading❤❤
Beberapa menit kemudian pintu ruangan rawat Diviana terbuka ternyata Amira dan Aurel yang baru saja masuk keruangannya, mereka berdua langsung saja menghampiri dirinya sambil membawa kantung plastik berwarna putih, Diviana yakin pasti isinya makanan semua. Mereka bertiga langsung saja memakan makanan itu dengan lahap, tak butuh waktu lama makanan mereka pun sudah ludes tak tersisa sama sekali hal itupun membuat Amira dan Aurel segera membantu Diviana untuk mencuci tangan dikamar mandi. Setelah selesai mencuci tangan kedua cewek itu merebahkan tubuh Diviana kembali di brankar.
"Vi kira-kira lo kapan ya sembuhnya soalnya pengen main bareng lagi!" ucap Amira lalu menatap sendu ke arah Diviana.
"Secepatnya Ra."
"Vivi, lo lagi gak nyembunyiin sesuatu kan dari kita berdua."
"Sesuatu apaan, gua lagi gak nyembunyiin apa-apa kok dari kalian berdua."
"Jujur ya Vi gua tuh khawatir banget sama kesehatan lo, apalagi lo suka mimisan gitu tiap kali ngerasa pusing."
"Gua gapapa kok Ra."
"Kalo ada apa-apa kasih tau kita berdua ya kan kita sahabat."
"Sahabat gak boleh nyembunyiin sesuatu dari sahabatnya sendiri!" ujar Aurel sukses membuat Diviana tersenyum kecil.
"Iya Aurel sayang."
"Sebesar apapun permasalahan lo, seberat apapun diri lo untuk ngelewatinya lo harus ingat Vi, dunia gak akan pernah berpihak bagi orang lemah yang gak mau berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya."
"Benar kata Amira tadi, Allah gak suka sama Hambanya yang selalu mengeluh terus kek kita gini contohnya, selalu aja ngeluh."
"Namanya juga manusia Rel."
"Kata siapa gua mumi!"
"Bacot Aurel!"
"Berantem aja terus sampai rumah sakitnya ambruk!" ujar Diviana membuat Amira dan Aurel tertawa kecil.
Namun tak lama kemudian pintu ruangan rawatnya Diviana terbuka, ternyata dokter dan suster yang baru saja masuk hal itupun membuat Amira dan Aurel segera menjauh dari brankar Diviana. Membiarkan dokter dan suster untuk mengecek kesehatannya Diviana, bersamaan itu juga pintu ruangan rawatnya Diviana terbuka muncullah sosok Aqeel yang baru saja masuk memakai baju kaos yang berbeda dari sebelumnya jujur saja wajah cowok itu sedikit terkejut ketika melihat ada dokter dan suster yang sedang mengecek kondisi adiknya itu.
"Kok dokter sama suster ada disini mereka ngapain, oh ya Ra Rel adek gua gapapa kan dia baik-baik aja kan jawab pertanyaan gua anjir jangan diam aja!" ucap Aqeel sukses membuat kedua cewek itu bingung bukan main ingin menjawabnya seperti apa.
"Nanyanya satu-satu Qeel, tau sendiri gua sama Amira bolot!" celetuk Aurel terkekeh kecil hal itu lantas membuat Aqeel segera menepuk keningnya.
"Dahlah males ngomong sama lo berdua gak ada yang pinter!"
"Dok sus hari ini infusan saya bisa dicabut gak, soalnya kondisi saya sudah membaik dan saya risih pake ini kemana-kemana!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Couple✔
Teen Fiction"Gue suka gila-gilaan tapi gak pernah gila benaran!" Gibran Deonovean. "Bagi lo tapi beda bagi gue, kehidupan kita gak sama!" Diviana Frazetta. Keduanya, selalu membuat kehebohan karena aksi gila mereka. Bahkan, kini keduanya sudah resmi berpacaran...
