"Berakhir karena takdir berkata lain."
Happy Reading❤❤
"Kalung ini sama seperti kalung pemberian saya dulu kepada Zetta waktu kecil!" ucap Aldino memegang kalung liontin berbentuk love itu.
"Pa!" sahut Diviana menatap wajah Aldino yang masih terdiam dengan lamunannya.
"Ini anak papa, anak yang papa doain cepat meninggal anak yang udah papa tinggalin dari kecil hiksss anak yang gak pernah papa anggap keberadaannya sama sekali sakit pa hiksss sakit banget."
DEG!!
"Pergi kamu dari ruangan saya, saya enggak sudi ngelihat wajah kamu ada disini!" titah Aldino lalu menatap Diviana yang masih menangis.
"Pa, Zetta kangen papa hiksss."
"Pergi kamu, saya tidak mau ngelihat wajah kamu lagi disini."
"Pa Zetta kangen sama papa, apa papa gak kangen sama Zetta hiksss."
"Jangan harap saya kangen sama kamu, perlu kamu tau saya gak pernah kangen sama kamu bahkan saya gak pernah ingat kalo saya punya anak perempuan seperti kamu, camkan itu!"
"Kenapa papa berubah setelah tau kalo aku itu anak papa hiksss, aku gak pernah minta apa-apa sama papa tapi yang aku mau tuh cuma kasih sayang dari papa aja hiksss."
"Tidak akan ada kasih sayang karena saya masih membenci diri kamu."
"Semuanya udah berlalu sejak lama pa tapi kenapa papa masih aja benci sama aku asal papa tau aku sakit pa hiksss."
"Benci itu gak kenal batasan sampai berapa tahun lamanya dan kamu sebagai anak gak bisa mengaturnya."
"Kalo emang Zetta punya salah sama papa, Zetta minta maaf Zetta rela ngelakuin apa aja asalkan papa mau maafin Zetta."
"Tidak ada yang perlu dimaafkan lagi."
"Zetta kangen papa hiksss!" sahut Diviana lalu memeluk tubuh Aldino erat sekali.
BRUKK
Tanpa rasa kasihan Aldino lalu mendorong tubuh Diviana dan pada akhirnya tubuh itu jatuh kelantai kantornya. Demi apapun tak ada rasa sakit pada tubuh Diviana tapi rasa sakit pada hatinya kembali terulang lagi.
Ia terdiam cukup lama lalu menyeka air mata yang terus saja mengalir dipipinya dengan segala kekuatannya Diviana lalu bangkit ia berdiri tepat dihadapan Aldino, sang papa. Diviana tersenyum manis seolah-olah tak terjadi apa-apa pada dirinya.
Hal itu sukses membuat Aldino terdiam, ia tak menyangka bahwa anak kandungnya yang sudah lama ia tinggalkan, tumbuh menjadi gadis cantik dan kuat sama seperti mantan istirnya dulu tetapi Aldino langsung menepis semua perasaan kagum itu karena memang benar, rasa bencinya lebih besar daripada rasa sayangnya terhadap Diviana.
"Aku selalu minta sama Tuhan agar kembali di pertemukan dengan papa dan mama."
"Saya tidak nanya!"
"Dengarin aku pa, aku enggak minta dilahirkan di dunia ini tapi kenapa harus aku yang ngerasain sakitnya sendirian, sakit karena perpisahan kalian berdua dan sakit karena kalian berdua lebih memilih pergi ninggalin aku sendirian," ucap Diviana lalu menghapus air matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Couple✔
Novela Juvenil"Gue suka gila-gilaan tapi gak pernah gila benaran!" Gibran Deonovean. "Bagi lo tapi beda bagi gue, kehidupan kita gak sama!" Diviana Frazetta. Keduanya, selalu membuat kehebohan karena aksi gila mereka. Bahkan, kini keduanya sudah resmi berpacaran...
