Play List : Beautiful - Bazzi feat Camila Cabello
*****
"Aku hanya ingin mengerjai mereka,-"
"Apa pun alasannya, Miya. Kau. tunanganku." sela Anders sembari menundukkan wajahnya untuk mencium bibir tebal Miya. Anders memangut bibirnya, Miya memejamkan matanya, pegangannya pada pistol melemah, karena ciuman yang teramat lembut dari bibir Anders. Kemudian pistol di tangan keduanya terjatuh ke tanah. Miya melarikan kedua tangannya pada dada bidang milik Anders, Anders menarik pinggang Miya untuk semakin merapat pada tubuh gagahnya. Ciuman keduanya semakin dalam, mengabaikan beberapa prajurit yang berjaga di lapangan. Mereka menunduk untuk menghindari pemandangan di hadapannya, begitu pun dengan Heidie dan Mikel yang memilih membuang pandangan mereka ke arah lain.
*****
"Paman harap kali ini kau tidak berbuat semaunya lagi dengan tidak mengindahkan kertas pidato yang sudah disiapkan." peringat Gustav serius pada Miya. Mengingatkan kejadian sebelumnya di panti rehabilitasi, Miya memberikan sambutan semaunya, meskipun pada akhirnya ia bisa mengatasi dengan caranya sendiri.
Mereka berdua bersama Queen Elizabeth sedang berada di dalam mobil, dalam perjalanan menuju acara amal untuk sebuah galery nasional di Danhag, ibukota Haggen.
"Hmm... Aku merasa isi pidatonya sedikit berlebihan,-"
"Tidak Your Highness, semua sudah sesuai porsinya." sela Gustav cepat.
Miya mendengkus, membuang wajah ke jendela. Gustav menghela napas berat, saling beradu pandang dengan Queen Elizabeth yang duduk di samping Miya. Queen Elizabeth melempar senyum hangatnya pada Gustav, mengangguk kecil menenangkan.
Kemudian Queen Elizabeth mengalihkan perhatiannya pada Miya, mengusap-ngusap lengannya lembut, "benar apa yang dikatakan Paman Gustav, Miya... Yang menjadi tamu adalah tamu-tamu penting, mereka berbeda, sedikit saja kau melakukan kesalahan mereka akan mengkritikmu."
"Aku sudah terbiasa." timpal Miya datar. Ia ingin dengan caranya, bukan karena pengaturan dari orang lain hanya untuk disukai.
"Dan mulai sekarang kau harus benar-benar terbiasa dengan protokol istana, karena mulai sekarang kegiatanmu semakin bertambah saat Annina pergi untuk studinya."
Miya menoleh cepat ke arah Queen Elizabeth.
"Lusa pertunangannya bersama Caesar di umumkan, 3 hari kemudian mereka bertunangan, setelah itu Annina akan pergi ke Inggris untuk studinya bersama Caesar." lanjut ibu suri menjelaskan.
Miya tidak menanggapi. Ia cukup heran, yang terjadi pada Annina terlalu mendadak. Miya cukup salut pada Neneknya bisa mengubah pandangan wanita itu yang cukup keras. Selama ini Annina selalu menolak jika King Henrik hendak mengenalkannya pada seorang pria, King Henrik juga selalu gagal membujuk Annina melanjutkan studinya dengan alasan ingin fokus pada badan amal untuk Haggen. Tapi baguslah, Miya tidak bisa munafik kalau sangat senang dengan kepergian Annina dari Istana. Ia menantikannya sejak lama. Entah itu Annina atau Sussane, paling bagus keduanya pergi.
*****
".... Saya hanya ingin mengucapkan betapa bahagianya dapat hadir di sini untuk merayakan keberhasilan yang dicapai oleh National Potrait Gallery. Apa yang telah dicapai oleh gallery ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Mereka dapat mengumpulkan dan memamerkan berbagai macam foto yang indah dan berasal dari berbagai negara di seluruh dunia dengan cara yang unik, briliant dan sangat menginspirasi. Menurut saya, pameran ini tidak hanya sekedar atraksi yang dapat dikenal oleh pengunjung dari negara Haggen saja, tetapi dapat dikenal oleh negara lain. Hal ini dikarenakan jangkauan serta progam riset dari galeri ini, telah membuatnya menjadi salah satu penelitian terkemuka tentang fotografi di seluruh dunia. Saya sangat senang dan bangga terhadap kalian yang telah mendukung acara ini. Terimakasih saya ucapkan karena anda semua dapat hadir malam ini dan menunjukan dukungannya dengan membeli hasil lelangan dari foto-foto yang berada di National Potrait Gallery. Selamat malam dan semoga Anda menikmati acara malam ini." Miya tersenyum simpul menutup sambutannya pada acara National Portrait Gallery.
KAMU SEDANG MEMBACA
Skyggen (END)
Romansa"Apa yang sudah kau lakukan padaku, brengsek!" Miya menatap nyalang pada Anders, dadanya naik turun penuh emosi. Tangannya mempererat lilitan selimut yang membungkus tubuhnya. Anders tersenyum hangat, "bukan saya, tepatnya Anda, Princess." "Apa ma...
