42. Api Yang Berkobar

360 46 45
                                        

Canny’s pov

Aku menghela napas panjang saat melihat perlengkapan Hawai mulai dari peralatan mandi hingga baju ganti. Aku tidak paham, sejak kemarin Jessica meminta bantuanku menyiapkan segala hal yang berhubungan dengan Hawai. Yang membuatku semakin tak paham, Jessica selalu memintaku berada di sampingnya padahal ada Mama dan Mrs. Arnoldy yang bersamanya.

Mama bilang setiap perempuan yang baru melahirkan akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan ibunya, tapi sepertinya itu tidak berlaku pada Jessica. Juga, aku merasa ada hal yang ganjal. Sejak tiga hari lalu aku tidak melihat Jessica dan Fira mengobrol. Bahkan Jessica terkesan menghindar dari Fira dan membawa baby Hawai serta.

Aku merasa seperti ada yang tidak beres antara mereka berdua. Nanti saja aku cari tahu.

“Don’t cry baby boy. Kau hanya mandi sebentar.” Pandanganku teralih ke arah Jessica yang memandikan bayinya bersama Mrs. Arnoldy.

“Jess, semuanya sudah siap. Aku keluar dulu.”

Jessica menoleh ke arahku, “Okay. Thank you Aunty Cancan!” aku tersenyum padanya dan Mrs. Arnoldy lalu berjalan keluar kamar.

Aku berjalan ke arah dapur dan melihat Mama sedang sibuk disana bersama Onty Adelia, Oma, Grandma, dan Onty Tika. Sepertinya mereka menyiapkan makan malam, eh tapi kenapa banyak sekali? Bukankah mayoritas sudah pulang?

Hari ini terhitung hari ke 4 kami semua berada di villa rahasia milik Alvin. Hanya beberapa anggota keluarga yang menetap disini, lainnya harus turun gunung untuk bekerja. Aku dan yang lainnya masih disini karena sedang musim libur. Bahkan kami belum tau kapan membawa Baby Hawai pulang ke mansion megah yang dibangun Daddy dan Grandpanya.

“Mah, kenapa sebanyak ini? Bukannya semua orang sudah pulang?” tanyaku pada Mama yang sibuk mengupas kentang.
Pertanyaanku membuat perhatian 3 wanita lainnya memandangku.

“Hey, Princess.” Aku memeluk Oma yang merentangkan kedua tangannya.

“Menyiapkan makanan untuk pesta besok. Lebih cepat lebih baik.” Aunty Tika tersenyum lebar.

“Hmm, Ice Man akan membuat pesta besar besok, dengan seluruh karyawan dan beberapa kliennya. Yang pasti seluruh anggota dari tiga keluarga akan hadir.”

Aku mengangguk saja, tanganku memegang wortel yang masih segar. Sebenarnya aku ingin bertanya kenapa pesta tidak dilaksanakan saat aqiqah saja, tapi ku urungkan. Sepertinya Ice Man sedang berusaha membuang harta kekayaannya yang melimpah itu.

“Canny bantu.”

“Okay. Peel off this carrots.” Aku mengangguk dan menerima pisau kupas yang disodorkan Grandma lalu menjalankan tugas.

“Tapi, kenapa kita yang mengerjakan ini? Biasanya memakai jasa cathering.”

“Ice Man yang meminta.” Oma mendekat padaku, “Dia bilang akan memberikan bayaran yang besar untuk kita.” Aku terkekeh mendengarnya.

“Oma sudah kaya.” Oma mencebikkan bibirnya.

“Bukan uang, Princess.”

Keningku mengkerut, “Lalu?”

“Liburan ke Hawai!!” Aku tertawa melihat Oma yang memeluk Grandma dan mengajaknya berputar.

“Yeah, kita pergi ke Hawai bersama~~~” tawaku semakin keras melihat kedua nenekku itu berpelukan dan melompat-lompat. Sungguh, mereka berdua sangat serasi saat bersama. Ya, sifat keduanya sama.

Mama memandangku, “Ayo selesaikan, kita akan membuat acar.” Aku mengangguk dan kembali fokus bekerja.

Author’s pov

SECOND LOVE : Perfect IncitementTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang