9. Let's Be Friend

353 47 24
                                        

Author’s pov
-ATA’s Building-

Faris menatap bangunan yang menjulang tinggi di depannya, sebuah toko berlantai tiga yang menjual perlengkapan mendaki. Ia menelan ludah, jantungnya kembali berdetak dengan cepat. Masih ia ingat dengan jelas foto yang dikirimkan Alvin pada Canny semalam dan itulah alasannya panik pagi ini.

Meskipun kemarin ia sudah bercerita panjang lebar pada Alvin, tetap saja Alvin memintanya menjelaskan langsung pada Canny. Tak ada bedanya memang, tapi setidaknya ia masih bisa menghirup udara segar dan melihat matahari terbit.

Fahri bersyukur Alvin mempercayai penjelasannya semalam, ditambah penjelasan dari Claire yang sudah mabuk. Bukankah orang mabuk mengatakan kebenaran? “Kau yakin dia ada disini?” Fira menoleh ke arah Faris dan memutar bola matanya malas. Ia menghadap Faris yang melipat kedua tangannya di dada.

“Sebenarnya kau pacarnya atau bukan?”

“Dia tidak pernah memberitahuku tentang tempat ini. Jangan salahkan aku jika aku tidak tahu. Kau tahu, dua orang yang berkencan tidak selalu paham masing-masing!”

Faris sedikit kesal karena sejak tadi Fira memojokkannya. Dia sudah mengakui salah dan akan menjelaskan semuanya pada Fira, tapi perempuan di hadapannya ini masih juga memarahinya. Faris bertambah kesal mendengar rengekan manja Claire yang sejak tadi bertanya ini dan itu.

Faris melangkah lebih dulu menuju tangga darurat yang berada di sebelah toko, jantungnya berdetak cepat begitu kakinya menginjak anak tangga. Fira mengekorinya dalam diam, sedangkan Claire takjub melihat barang-barang yang dipajang di dalam toko. Perempuan berdarah Australia itu memang tidak paham dengan yang terjadi sebenarnya.

“Uwaahh, that’s so cool! We use that for hiking?” Claire menatap Fira yang menghela napas panjang dan mengangguk.

“Wait, why we go to rooftop? Kita tidak belanja disana? Aku sudah menemuk-”

“Shut up, Claire!” Fira dan Claire berjingkat mendengar teriakan Faris. Berbeda dengan Fira yang sedikit takut dengan Faris, Claire hanya mengangkat kedua jarinya membentuk tanda peace dan tersenyum lebar menunjukkan gigi putihnya.

Faris mengacak rambutnya, ia benar-benar frustasi sekarang. Rasanya ingin memutar waktu dan meninggalkan sahabatnya itu di hotel saja. Tapi Faris membutuhkan Claire untuk ikut menjelaskan yang terjadi semalam pada Canny.

“Kita benar-benar ke atap?” bisik Claire pada Fira sepelan mungkin, ia tak ingin Faris memarahinya lagi karena mendengar suaranya.

“Hmm.” gumam Fira malas. Fira masih tidak habis pikir kenapa perempuan di sebelahnya ini bersikap seolah tidak terjadi apapun, padahal semua ini terjadi karena dia. Fira menatap kedua mata Claire yang juga menatapnya dengan kedua alis terangkat.

“What’s wrong?” Fira menggeleng, ia menatap ke depan dan langkahnya terhenti. Fira menelan ludahnya melihat pemandangan di depannya, ia menoleh ke arah Faris yang mengeraskan rahangnya dan kedua tangannya mengepal.

“Ku pikir kedatanganku kemari untuk meluruskan kesalahpahaman, Canny.”

Tommy berdiri dan berjalan mendekat ke arah Faris, “Biar ku jelaskan, aku dan Canny tid-”

Buk

Sebuah tinju mendarat di pipi Tommy membuatnya terhuyung ke belakang. “Faris!” teriak ketiga perempuan terkejut, Claire memegangi Faris agar tidak terjadi pukulan kedua sedangkan Fira memegangi Tommy agar tidak balas memukul. Tommy memegang ujung bibirnya yang terasa perih, darah menempel di punggung tangannya.

“Faris apa yang kau lakukan!” Canny berteriak di depan Faris dan mendorong tubuhnya. Claire menjauh dari sepasang kekasih yang sedang berselisih paham itu dan berjalan mendekati Fira.

SECOND LOVE : Perfect IncitementTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang