49. Pengakuan

576 63 39
                                        

Author’s pov

*Flashback*
23:30 WIB

Sreeekk

Amar membuka pintu tempat kakaknya beserta sahabat-sahabatnya tidur. Ia memandang sekeliling, semua orang ada disini kecuali Fira. “Sekarang Mbak Fira harus tidur. Jangan lagi keluar kamar sendirian.” Fira mengangguk mendengarkan Amar, tanpa mengatakan apapun Fira kembali ke kasur dan memejamkan matanya dalam ketakutan.

Amar memandang sekeliling kamar sebelum menggeser pintu untuk menutupnya. Amar berbalik dan menghela napas panjang, ia kembali berjalan ke dapur untuk melanjutkan kegiatannya. Seperti biasa, Amar yang ceroboh lupa mengisi air di tumblrnya. Itulah yang membawanya ke dapur di malam ini.

Awalnya biasa saja, namun cahaya yang berada di garasi mengalihkan perhatiannya. Betapa terkejutnya Amar saat melihat Fira berada di bawah mobil yang akan digunakan keduanya esok hari. “Sepertinya aku selalu mengetahui sesuatu yang tersembunyi.” gumamnya melangkah menuju dapur.

Ia sedikit terkejut melihat salah satu anggota Aryesguard berada di dapur, sebut saja Grizzly. Ia sedang menata teko beserta gelas-gelas. Hari ini jadwal piketnya membuat kopi untuk timnya yang bertugas menjadi pengaman villa.

“Tuan belum tidur?”

“Aku terbangun karena haus.” Amar tersenyum dan mengisi air di tumblrnya.

“Setelah mengisi air langsung tidur ya?”

“Okay, Grizzly.” Amar membaca name tag di seragam Grizzly. Beberapa detik kemudian Amar terkekeh, “Namamu seperti karakter We Bare Bear. Lucu.” Grizzly terkekeh melihat tuan kecilnya menggodanya.

“Saya memang lucu. Kalau begitu, saya duluan Tuan Amar.” Grizzly melangkah keluar villa dengan membawa nampan.

Kedua mata Amar membulat sempurna saat melihat garasi.“Grizzly!”

“Ya, Tuan?”

“Boleh aku minta tolong?” Amar melangkah mendekati Grizzly yang masih mematung di tempatnya. “Tolong periksa mobil yang akan dipakai Canny dan Mbak Fira besok.”

“Baik Tuan.” Grizzly meletakkan nampannya dan berjalan menuju garasi. Ia menyalakan senter kecil yang selalu tersedia di sakunya lalu melaksanaka perintah tuannya.

“Periksa apakah kabel rem atau kabel kabel yang lain masih tersambung sempurna.” Grizzly menatap Amar yang berdiri di belakangnya dengan kedua tangan terlipat di dada.

Benar-benar bos kecil.

Grizzly berbaring di bawah mobil dan memeriksa bagian bawah mobil. “Semuanya baik-baik saja, Tuan. Kabel-kabelnya masih tersambung, terutama kabel rem.” Amar menghela napas lega.

“Terimakasih, Grizzly. Maaf mengganggu waktumu.”

“Ah, tidak Tuan. Ini sudah menjadi tugas saya.” Grizzly menepuk bahu Amar sebelum meninggalkan garasi.

Amar kembali ke dapur, kali ini ia ingin memakan beberapa sosis sebelum kembali ke kamar dan tidur. “Selamat malam, Tuan.” Amar yang memasukkan sosis ke microwafe menoleh.

“Selamat malam.” Grizzly sangat senang dengan keramahan dan kesopanan Amar. Ia tersenyum sebelum benar-benar meninggalkan villa.

“Alhamdulillah, semuanya baik-baik saja.” Amar duduk menunggu sosisnya hangat, memang membutuhkan lebih banyak waktu menghangatkan sosis beku.

SECOND LOVE : Perfect IncitementTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang